Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Senat AS Berupaya Halangi Pembelian Jet Tempur F-35 oleh Turki

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Mei 2018 06:09 6:09 am
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Mei 2018 06:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah komite di Senat Amerika Serikat hari Kamis (25/5/2016) meloloskan rancangan undang-undang kebijakan pertahanan bernilai $716 miliar, yang di dalamnya juga termaktub upaya pencegahan pembelian pesawat F-35 Joint Strike Fighter buatan Lockheed Martin oleh Turki.

Dilansir Reuters, amandemen terhadap National Defense Authorization Act (NDAA), yang diusulkan senator Jeanne Shaheen (Dem) dan senator Thom Tillis (Rep), akan menghapus Turki dari program pengadaan F-35 setelah otoritas di negara itu menahan seorang warganegara AS Andrew Brunson, kata kantor Shaheen.

Brunson, seorang pastor, terancam penjara 35 tahun karena didakwa terlibat terorisme dan spionase di pengadilan Turki bulan ini. Dia sudah menjalani penahanan sejak 2016.

  • Pastor Evangelis Amerika Didakwa di Turki, Bantah Bantu FETO dalam Kudeta Gagal 2016

Pelarangan pembelian F-35 oleh pemerintah Ankara itu juga berkaitan dengan tindakan Turki –yang merupakan anggota NATO– membuat kesepakatan dengan Rusia pada Desember 2017 untuk pembelian sistem pertahanan antimisil darat ke udara S-400. Ankara mengatakan pembelian S-400 itu untuk memperkuat pertahanannya di daerah perbatasan dengan Suriah guna menghadapi ISIS dan pasukan Kurdi.

Menurut kantor Shaheen, keinginan Turki membeli sistem pertahanan antimisil dari Rusia itu dapat dikenai sanksi berdasarkan hukum yang berlaku di AS.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebelumnya Turki pernah mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pembalasan jika Amerika Serikat memberlakukan undang-undang yang melarang penjualan senjata ke negaranya.

Turki berencana membeli lebih dari 100 pesawat F-35 dan telah melakukan pembicaraan dengan Washington perihal pembelian rudal-rudal Patriot.

Rencana Turki untuk membeli S-400, yang tidak kompatibel dengan sistem NATO, telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan sekutu-sekutunya di pakta pertahanan itu. Terlebih Rusia sudah hadir dalam konflik di Timur Tengah.

NDAA masih harus melewati beberapa tahap lagi untuk menjadi undang-undang yang berlaku efektif. Hari Kamis, wakil rakyat di House of Representatives (majelis rendah parlemen AS) sudah meloloskan RUU versinya. Kedua RUU itu harus dirundingkan dan disepakati terlebih dahulu sebelum diputuskan melalui voting.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya LPPOM MUI Kepri Serahkan Sertifikat Halal Malaya Cafe
Tulisan selanjutnya Pangeran Saudi yang Membelot, Dukung Kudeta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?