Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gereja Anglikan di Tasmania Dijual untuk Bayar Korban Pendeta Pedofil

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Juni 2018 18:44 6:44 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Juni 2018 18:44
Bagikan
Gereja Anglikan St Oswald di Tasmania, Australia, akan dijual untuk membayar korban pendeta pedofil.
Bagikan

Hidayatullah.com–Pendeta John Stanley mengaku tidak akan pernah melupakan prosesi pembaptisan, pernikahan dan pemakaman yang pernah dilakukan di gereja yang dipimpinnya.

Akan tetapi sekarang, gereja yang terletak di Tasmania, Australia, itu menjadi salah satu dari belasan properti Anglikan di pulau tersebut yang dijadwalkan akan dijual, lapor BBC Selasa (5/6/2018). Organisasi-organisasi Kristen banyak yang kewalahan mencari dana guna membayar kompensasi terhadap korban kejahatan seksual rohaniwan gereja terhadap anak-anak.

Di Tasmania, para pemimpin gereja Anglikan mengatakan penjualan properti akan memainkan peran penting.

Mereka berencana menjual 108 properti, termasuk lebih dari setengah bangunan gereja Anglikan yang berada di negara bagian itu –total berjumlah 78– guna mengumpulkan uang sekitar A$20 juta.

Dari jumlah itu, sekitar A$5 juta akan disalurkan ke korban kejahatan seksual yang dilakukan rohaniwan di lingkungan gereja.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kompensasi itu merupakan bagian dari skema nasional, yang dipimpin pemerintah Australia, menyusul penelusuran selama 5 tahun atas kasus-kasus kejahatan seksual di lingkungan institusi keagamaan dan nonkeagamaan.

“Orang-orang di gereja mengenali dan mengingat siapa saja yang pernah disakiti dan mereka sekarang harus berbuat sesuatu,” kata Stanley kepada BBC hari Selasa.

Perwakilan-perwakilan dari paroki Anglikan se-Tasmania telah menyetujui daftar 108 properti yang akan dijual pada akhir pekan kemarin. Segala kebereratan harus diajukan sebelum bulan Desember tahun ini.

Di lingkungan paroki Stanley, di New Town dan Lenah Valley, empat bangunan termasuk sebuah gereja dan dua pastoran (rumah pendeta) sudah ditandai akan dijual.

Gereja dimaksud, St Andrew’s, sudah ditutup sejak tahun 2016, ketika jemaatnya yang berjumlah 120 orang dipindahkan ke gereja lain di dekatnya. Meskipun demikian, bagi para jemaat kabar penjualan gereja tersebut sangat menyedihkan, kata Stanley.

“Bangunan-bangunan itu membawa kenangan banyak orang. Keluarga mereka tumbuh besar di gereja itu. Tempat itu merupakan lokasi di mana peristiwa-peristiwa spesial terjadi,” imbuhnya.

Namun demikian, Stanley mengatakan bahwa jemaatnya dan para rohaniwan berkomitmen untuk menjual 78 gereja yang tersebar di wilayah negara bagian Tasmania.

“Kami semua sadar bahwa uang tidak dapat memperbaiki kesalahan itu. Namun, kami ingin orang tahu bahwa kami turut berduka mengetahui mereka (korban) telah begitu disakiti.”

Keuskupan setempat mengatakan beberapa gereja yang akan dijual yang berada di daerah pedesaan sudah lama kesulitan untuk bertahan. Beberapa di antaranya yang memiliki hanya sedikit jemaat bahkan tidak sanggup membayar gaji seorang pendeta.

Uskup Tasmania Richard Condie mengatakan kepada BBC bahwa gereja diperkirakab harus mengeluarkan uang A$8 juta untuk mebayar kompensasi kepada 200 korban pencabulan pendeta pedofil di negara itu. Berdasarkan skema yang dibuat pemerintah, setiap korban akan menerima sampai A$150.000 (sekitar 1,5 miliar rupiah).

Seperempat dari hasil penjualan masing-masing properti dipakai untuk membayar kompensasi. Sisanya akan ditanggung bersama lewat kontribusi dari seluruh paroki.

Sebagian tokoh lokal mempertanyakan nasib makam-makam yang berada di lingkungan properti yang dijual, yang akan menjadi milik pihak pembeli.

“Warga marah. Mereka berharap kerabat-kerabatnya dikubur dan beristirahatdi sana selamanya,” kata Tony Bisdee, kepala daerah Southern Midlands.

Sebagian orang mengkhawatirkan akses ke makam-makam dan keberlangsungan jangka panjangnya yang mungkin akan terdampak oleh penjualan properti gereja tersebut.

Akan tetapi, Uskup Condie mengatakan bahwa tempat-tempat itu akan dilindungi dan dipelihara melalui ketentuan hukum.

Pihak keuskupan mengatakan akan terus menerima masukan dari masyarakat terkait penjualan properti milik gereja.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Facebook Bagi Data Pengguna ke Huawei
Tulisan selanjutnya “Infrastruktur Sudah Dibangun, tapi Pertumbuhan Ekonomi Papua Menurun”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?