Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Berfilsafat untuk Mengatakan dan Mengamalkan Kebenaran

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Juni 2018 15:32 3:32 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Juni 2018 15:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ilmu filsafat termasuk ilmu yang banyak menuai perdebatan. Baik dari sisi asal-usul, istilah, tujuan dan hukum mempelajarinya.

Demikian di antara yang dibahas peneliti senior Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Dr. Syamsuddin Arif, MA dalam InPAS Special Lecturer bertajuk “Mengenal Filsafat; Sejarah dan Para Tokohnya” pada Sabtu (02/06/2018) lalu.

“Dahulu para cendekiawan Muslim menggunakan kata hikmah untuk menyebut ilmu filsafat. Di dalam al-Qur’an kita banyak dapatkan lafadz “hikmah”. Kata ini sering digunakan Allah dalam firman-Nya. Kata ini kemudian diambil oleh cendekiawan Muslim Banghdad untuk menerjemahkan falsafah. Dua kata, falsafah dan hikmah selama 300 tahun dipakai bersandingan. Hikmah itu filsafat dan fislafat itu hikmah”, jelas Dr. Syam dalam kuliah yang diadakan di Hotel Sahid Surabaya itu.

Ia menambahkan bahwa,  kata hikmah untuk filsafat itu telah digunakan banyak sarjana Muslim. Seperti Abu Hasan al-‘Amiri, al-Kindi, Ikhwanus Shofa, al-Farabi dan bahkan Taftazani ahli kalam tidak mempermasalahkan penggunaan hikmah.

“Tentu saja ini mendapatkan kritik, terutama dari para ulama’ ahli tafsir, ahli hadis dan ahli bahasa. Termasuk imam al-Ghazali”, tambah pria yang baru saja melakukan riset ilmiah di Universitas Oxford, sebuah universitas tertua dan terbaik di Inggris ini.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Baca: Belajar Filsafat untuk Mengokohkan Akidah

Menurutnya, tentu saja para ulama yang tidak menyetujui itu memiliki alasan. Dalam al-Qur’an hikmah itu artinya syariah. Sehingga tidak bisa diganti dengan falsafah.

“Walau  bagaimanapun kata hikmah dengan arti filsafat digunakan secara meluas tertulis. Maka Abu Hasan al-‘Amiri pegiat filsafat di Baghdada abad ke-8 menyebut para filosof Yunani seperti sebagai Hukamau as-Sab’ah”.

Lalu apa itu hikmah yang dimaksud para filosof Muslim?

Maka, di sini kata beliau, untuk mendudukkan polemik ini perlu pemahaman. Mengutip pendapat al-Kindi, filsafat yaitu hubbul hikmah (cinta kebijkasanaan). Ini hampir persis terjemahan dari the philosophia.

Baca: Syarat Belajar Filsafat Harus Miliki Pemahaman al-Quran dan Hadits

Tokoh lain yang menggunakan filsafat dengan hikmah adalah al-Farabi. Yang dimaksudkan filsafat adalah memprioritaskan hikmah.

“Dahulu para ahli hikmah disebut hakim. Nah, karena filsafat itu diterjemahkan sebagai sains, maka santis juga disebut al-hakim. Khususnya ahli kedokteran disebut hakim (al-hukama). Mereka ahli filsafat yang pandai mengobati”, jelas mantan dosen di International Islamic University (IIU), Malaysia ini.

Sementara menurut Ikhwanus Shofa ada tiga level untuk jadi saintis (filosof), yaitu pertamanya adalah cinta ilmu, kedua mengenal hakikat kebenaran, ketiga yaitu puncak falsafah itu mengatakan dan mengamalkan  kebenaran.

“Jadi, tujuan puncak berfilsafat itu mengamalkan kebenaran. Bukan tahu supaya tahu. Bukan ragu-ragu terhadap kebenaran. Jadi salah itu jika berfilsafat itu kebenaran itu hanya bisa dicari dan yang tahu kebenaran hanyaa Tuhan. Padahal, berfilsafat itu untuk mengenal dan mengamalkan kebenaran’, tegasnya.

Bahkwan, menurut Dr. Syam, tujuan filsafat adalah untuk menyempurnakan jiwa manusia. Maka Filsafat itu sebenarnya pendidikan. Karena pendidikan itu mengembangkan menyempurnakan jiwa manusia. Mengharamkan filsafat seperti mengharamkan pendidikan.

Dengan pemahaman ini katanya, kita tidak mudah menyesat-sesatkan para filsuf Muslim. Inilah pentingnya mendalami sebelum menghukumi.*/kiriman AK.Hasib (Surabaya)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BerfilsafatfalsafahfilsafatfilsufhikmahkebenaransainsSyamsuddin ArifYunani
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kamp ‘Cuci Otak’ Penyiksa Muslim Pemerintah China [2]
Tulisan selanjutnya Palestina Berterima Kasih pada Argentina Usai Batalkan Pertandingan dengan ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?