Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mahathir Tegaskan Malaysia Tidak Mau Berutang pada China

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Juni 2018 10:09 10:09 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Juni 2018 10:09
Bagikan
Malaysia Kepri
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemimpin terpilih Malaysia, Dr Mohammad menegaskan, negaranya  ingin tetap berteman tetapi tidak mau berutang budi pada kekuatan ekonomi China.

“Sejak kunjungan pertama ke China oleh Perdana Menteri kedua Malaysia (Tun Abdul Razak), kami telah mempertahankan hubungan baik dengan China, negara yang besar dan kuat dan kebijakan kami adalah tetap berteman dengan China,” katanya pada sesi dialog dengan media Jepang di Jepang National Press Club.

Mahathir mengatakan bahwa pemerintah Malaysia sebelumnya suka meminjam uang dalam jumlah besar dan China adalah satu-satunya negara yang mampu meminjamkannya.

“Faktanya, China meminjamkan uang ke banyak negara, kami berteman dengan China tetapi tidak ingin berUtang kepada China,” katanya dikutip Berita Harian.

Baca: Mahathir Mohamad dan Gerakan #2019GantiPresiden

Mahathir, saat ini sedang melakukan kunjungan kerja tiga hari ke Jepang, mengatakan hal ini ketika ditanya pendapatnya tentang prakarsa Inisiasi Jalur Sutera modern yang diusulkan oleh Cina melalui One Belt One Road (OBOR) dan proyek Kota Hutan di Johor.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami adalah negara kecil, apakah kami memprotes atau tidak, China akan melanjutkan rencananya. Apa yang harus kami lakukan adalah mengambil keuntungan dari kebijakan China ini, kami akan mencoba untuk memastikan itu tidak eksklusif, jika tidak orang juga dapat menggunakan rute sama.

Mahathir mengunjungi Tokyo untuk lawatan resminya pertama sejak memenangi pilihan umum bulan lalu, berusaha memulihkan idea kekuatan ekonomi Asia Timur yang katanya akan berguna dalam menghadapi kekuatan ekonomi China yang kian melonjak.

“Kita harus berurusan dengan China apakah kita suka atau tidak, kita harus menghadapinya sebagai sebuah kelompok,” kata Mahathir.

Dr Mahathir walau bagaimanapun, menegaskan ia tidak menentang Perjanjian Kemitraan Trans-Pasifik TPP, salah satu perjanjian perdagangan multinasional terbesar, ditandatangani oleh menteri dari 12 negara anggota di Selandia Baru.

Dua belas negara tersebut adalah 40% ekonomi dunia – kini mereka punya dua tahun untuk meratifikasi atau menolak pakta tersebut.

TPP melibatkan AS, Jepang, Malaysia, Vietnam, Singapura, Brunei, Australia, Selandia Baru, Kanada, Meksiko, Cile dan Peru.

Baca: Umumkan Kemenangan, Mahathir Mengaku akan Kembalikan Supremasi Hukum

Menurutnya, perlu dirundingkan lagi agar negara yang mempunyai ekonomi lebih kecil seperti Malaysia dapat bersaing dengan negara China dan Amerika Serikat.

PM baru Malaysia turut mengatakan bahwa beberapa perusahaan China mungkin dikaitkan dengan skandal korupsi dana pemerintah 1Malaysia Development Ltd (1MDB) yang diyakini berkontribusi pada jatuhnya Najib Razak.

Dalam konferensi pers, Mahathir mengacu pada investasi dan proyek-proyek China selama era Najib, yang katanya akan meninggalkan Malaysia utang miliaran dolar.

Mahathir juga menyatakan keinginannya untuk memulai proyek mobil nasional baru mengikuti jejak Proton, sebuah perusahaan yang didirikan pada 1983 selama masa pemerintahan pertamanya.

Proton, yang dikenal sebagai merek nasional, telah mengalami berbagai perjuangan sejak tahun lalu. Dilaporkan bahwa perusahaan China, Geely, telah membeli 49,9% Proton tahun lalu.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdul RazakBerutangchinaJalur SuteraJepangMahathir MohammadMalaysiaOBOROne Belt One Roadutang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ikamat Silaturrahim ke Kantor YTB Turki
Tulisan selanjutnya Pemimpin Islam Pattani Meninggal akibat Ditembak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Berita
28 Mei 2026 19:41
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?