Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ramadhan di Mancanegara

“Banyak Mahasiswa Non-Muslim Berpuasa di Malaysia”

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 18 Juni 2018 15:44 3:44 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 19 Juni 2018 08:00
Bagikan
[Ilustrasi] Salah satu sudut Universitas Malaysia Kelantan di Kota Bharu, Malaysia.
Bagikan

BAGAIMANA rasanya berpuasa di negeri jiran, Malaysia?

“Biasa aja,” bagi Ahmad Musthafainal Akhyar, warga negara Indonesia yang sedang menempuh kuliah S-1 di negeri Perdana Menteri Mahathir Mohamad itu.

Namun, tetap saja ada keunikan dan kekhasan di negara tersebut yang ia rasakan.

Seperti halnya di Indonesia, Akhyar berpuasa di Malaysia setiap hari selama sekitar 13 jam setengah.

Ia sudah makan sahur sebelum masuk waktu subuh yang jatuh pada sekitar pukul 05.53 waktu setempat. Lalu ia berbuka puasa pada sekitar pukul 19.25 waktu setempat. Jam segitu, di sana, tepatnya di Kelantan, memang baru masuk waktu maghrib, sementara di Indonesia biasanya sudah masuk waktu isya.

Baca Juga

Gadis Timor Leste Masuk Islam, Direstui Kedua Orang Tuanya yang Katolik
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Di Pasar Amal Kiswa Warga Saudi Dapat Baju Lebaran Gratis
Seluruh Sopir Taksi Dubai Diberi Uang Bonus Ramadhan

Baca: ‘Rasa Puasa’ di Negeri Sakura [1]

Di kampusnya, Universitas Malaysia Kelantan, para mahasiswa membuat kelompok-kelompok saat berbuka puasa. Makanan berbuka biasanya dibeli di pasar Ramadhan dekat kampus.

Berbeda dengan kebiasaannya di Indonesia yang berbuka puasa diawali dengan makanan ringan, seperti kue-kue, di Malaysia ia mendapati masyarakatnya berbuka puasa langsung dengan nasi. Tradisi ini sebenarnya juga dilakukan sebagian umat Islam di tanah air.

Lalu, tutur mahasiswa yang tinggal di asrama kampusnya di Kota Bharu, ibu kota Kelantan, ini, menyantap makanan ringan baru dilakukan warga selepas shalat tarawih. Biasanya yang dimakan kue-kue sejenis gorengan.

Untuk bangun sahur, tidak perlu khawatir, karena teman-temannya di asrama saling membangunkan. “Ketok-ketok pintu,” ungkap lajang berusia 21 tahun ini saat ditemui hidayatullah.com di Balikpapan, Kalimantan Timur pada Ramadhan 1439 H lalu, Juni 2018.

Baca: Tantangan Komplit Ramadhan di Mesir: Puasa, Panas, Ujian

Banyak pula kesan dan pelajaran khusus yang ia dapati selama berpuasa di Malaysia. Misalnya, kekompakan umat Islam di sana dalam menjalani awal Ramadhan dengan satu komando.

“Bagus sih sebenarnya, enggak ada perbedaan,” ungkapnya memuji.

Ia perhatikan, di negeri jiran itu Islamnya seperti satu corak. Misalnya, tradisi membaca qunut saat shalat, ia lihat dilakukan di semua masjid yang biasa ia singgahi.

Sedangkan untuk shalat tarawih di Malaysia, ada masjid yang menggelar tarawih sebanyak 11 rakaat, ada pula yang sebanyak 23 rakaat. Miriplah dengan Indonesia.

Baca: Tarawih di Sudan, Tiap Malam 1 Juz Qur’an

Ini kesan lainnya. Ternyata, ungkap Akhyar yang sudah 2,5 tahun kuliah di Malaysia, di sana tradisi puasa juga diminati umat non-Muslim.

“Banyak mahasiswa bukan Islam berpuasa,” tuturnya.

Berdasarkan yang pernah ia dengar, para mahasiswa itu berpuasa dengan berbagai alasan. Mungkin karena kesehatan, atau ikut seru-seruan.

“Katanya puasa, kan, (untuk) kesehatan,” tuturnya mengutip alasan yang pernah ia dengar dari salah seorang mahasiswa non-Muslim.

Ia pun menyaksikan salah satu perbedaan mencolok antara penganut Islam dan yang bukan berdasarkan warung-warung makanan yang ada di sana.

Warung milik bukan orang Islam buka, warung milik orang Islam tutup, kata dia. Dalam hal ini ia menyebut, ‘terlihat sekali perbedaan antara Muslim dan non-Muslim’.*

Baca: Ramadhan di Pakistan: ‘Kehebohan’ Menyambut Hujan

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:buka puasaIslam di MalaysiajirankelantanKota BharuMalaysiaNegeri Jiranpuasa di MalaysiaRamadhanRamadhan 1439 HRamadhan di MalaysiaRamadhan di MancanegarasahursantriUniversitas Malaysia KelantanWNI di Malaysia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rakyat Makedonia Protes Perubahan Nama Negaranya
Tulisan selanjutnya Menolak Servis Gawai, Apple Kena Denda di Australia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Ramadhan di Mancanegara

70.000 Jamaah Berkumpul di Masjid Al-Aqsha untuk Shalat Jumat Terakhir di Bulan Ramadhan

9 Mei 2021 11:22
Ramadhan di Mancanegara

Hadapi Gelombong Kedua Covid-19, Mesir Melakukan Penguncian jelang Hari Raya Idul Fitri

6 Mei 2021 14:00
Ramadhan di Mancanegara

Usia 72 Tahun Tak Halangi Nenek Ini Khatam Al-Quran Meski Gunakan Kaca Pembesar

30 April 2021 10:59
Ramadhan di Mancanegara

Bek Leicester City Berterima Kasih pada Lawan Main setelah Diizinkannya Berbuka Puasa

28 April 2021 13:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?