Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kursus Kilat Berenang dan Menyelam Untuk Remaja Thailand yang Terjebak Dalam Gua Terkepung Banjir

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Juli 2018 09:03 9:03 am
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Juli 2018 08:58
Bagikan
Anak-anak itu berada di dalam gua (posisi 5), jauh dari bibir gua (posisi 1), sementara air menggenangi bagian dalam gua (garis biru).
Bagikan

Hidayatullah.com—Hampir dua pekan terjebak dalam gua yang terkepung banjir, sekelompok remaja Thailand mulai diberi pelatihan berenang kilat oleh anggota pasukan khusus Angkatan Laut Thailad agar mereka tidak terkurung lebih lama.

Anggota pasukan khusus AL Thailand dan tim penyelamat mulai memberikan kursus singkat bagaimana cara berenang dan menyelam kepada sekelompok anak lelaki anggota tim sepakbola itu agar dapat segera keluar dari gua yang terkepung banjir itu, lapor DW Rabu (4/7/2018).

Hari Selasa para penyelam menemukan 12 remaja dan seorang pelatih mereka dalam kondisi hidup, setelah dilaporkan hilang di dalam sebuah gua panjang di Thailand lebih dari 10 hari lalu.

Anak-anak itu –berusia antara 11 dan 16 tahun– beserta pelatih mereka yang berusia 25 tahun memasuki gua itu untuk merayakan hari ulang tahun. Mereka terjebak setelah hujan lebat turun dan membanjiri jalan masuk gua pada 23 Juni. Insiden serupa juga dialami sejumlah pengunjung di lokasi wisata setempat.

Hari Rabu, pihak berwenang Thailand mengirimkan makanan dan obat-obatan kepada tim sepakbola remaja itu, sementara para ahli mengkaji situasi dan kondisi agar dapat mengevakuasi mereka dengan aman dan selamat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Airnya sangat deras dan ruangnya sempit. [Sementara] untuk mengeluarkan anak-anak itu dibutuhkan banyak orang,” kata Prawit Wongsuwan, wakil perdana menteri Thailand kepada para reporter.

“Sekarang kami sedang mengajarkan anak-anak itu berenang dan menyelam,” kata Wongsuwan, seraya menambahkan bahwa jika debit air turun makan tim sepakbola Wild Boar itu dapat dikeluarkan dengan mudah.

Pilihan lain adalah membuat lubang di atas gua dan mengangkut anak-anak itu lewat udara. Namun, pihak berwenang mengatakan mereka lebih memilih mengeluarkan anak-anak itu dengan cara menyelam.

Dalam sebuah rekaman video berdurasi 1 menit yang dirilis hari Rabu, tim sepakbola remaja itu mengatakan mereka dalam kondisi sehat. Anak-anak itu dan pelatih mereka terlihat duduk bersama anggota Navy SEAL Thailand di dalam gua gelap, sementara sebagian sedang tertidur. Walau wajah mereka menampakkan senyum, tetapi tubuh mereka kelihatan kurus dan layu akibat kurang makan.

Para penyelamat mengatakan mereka tidak ingin membahayakan nyawa anak-anak itu dan tidak akan mengambil “risiko” demi mengeluarkan mereka.

“Semua 13 anak itu tidak harus keluar bersamaan sekaligus,” kata Narongsak Osottanakom, gubernur Provinsi Chiang Rai, kepada reporter hari Rabu. “Siapa yang pertama siap, mereka bisa berangkat pertama,” ujarnya.

Seorang jubir gubernur, Weerachon Sukondhapatipak, mengatakan persiapan lebih banyak diperlukan untuk menyelamatkan anak-anak itu.

“Kebanyakan dari mereka tidak dapat berenang, karena itu perlu waktu bagi mereka untuk menyesuaikan diri,” katanya.

“Petugas akan mengajarkan mereka bagaimana cara bergerak, bagaimana cara menyelam, bagaimana cara menggerakkan badan mereka dalam keadaan seperti itu,” imbuhnya.

Somboon Sopiangjai mengatakan kepada reporter Reuters bahwa putranya Peerapat, 16, dapat berenang. Dia mengatakan bahwa dirinya yakin Navy SEAL Thailand pada akhirnya akan dapat mengeluarkan anak-anak itu dari dalam gua.

“Saya tidak khawatir jika anak-anak harus berenang dan menyelam,” kata pria itu. “Saya mereasa lebih baik setelah melihat rekaman video anak-anak tetap bersemangat, meskipun mereka di sana sudah 10 hari.”

DW melaporkan air banjir yang mengepung mereka sangat keruh tidak ada jarak pandang sama sekali, sementara hujan masih sering mengguyur daerah itu. Jika dibiarkan menunggu air surut, anak-anak tersebut bisa berada di dalam gua selama berbulan-bulan, sebab musim hujan baru akan mulai.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Asyik Berfoto, Taipan China Bos HNA Group Tewas di Prancis
Tulisan selanjutnya [Video] Seperti Ini Sulitnya Kondisi Gua di Thailand Tempat Sekelompok Remaja Terjebak Banjir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?