Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemain Muslim Bantu Timnas Prancis Raih Kemenangan di Tengah Islamofobia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Juli 2018 09:18 9:18 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Juli 2018 09:18
Bagikan
Anggota Timnas Prancis melakukan sujud syukur
Bagikan

Hidayatullah.com–Hari Ahad, Prancis membawa pulang tropi Piala Dunia 2018 –yang pertama setelah 20 tahun – mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2.

Ketika para penggemar sepakbola merayakan kemenangan setelah lama ditunggu-tunggu, pengguna media sosial memiliki tujuan yang berbeda.

Retorika dan standar ganda Islamofobia Prancis segera menjadi topik diskusi, karena banyak yang mengingatkan dunia bahwa Tim Nasional Prancis termasuk tujuh pemain Muslim yang unggul selama pertandingan terakhir.

Di banyak negara di seluruh Eropa , “Muslim akan disemangati dan diperjuangkan jika mereka luar biasa, menghibur dan memajukan kepentingan nasional,” tulis salah satu pengguna Twitter.

Tapi, ketika seorang Muslim melakukan kejahatan , hampir 1,8 miliar pemeluk Islam disalahkan, dipermalukan, dan diseret ke dalam kumpulan preman pembunuh.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Islamophobia merajalela di Prancis, tetapi Muslim memimpin Prancis ke kemenangan Piala Dunia,” ujar ujar Profesor dari Universitas Detroit Khaled Beydoun dalam bidang hukum yang intens melawan gerakan islamophobia.

Baca: Arab Saudi Hadiahkan Bintang Liverpool Mohammad Salah Tanah di Makkah

Melalui akun twitternya, penulis buku American Islamophobia: Understanding the Roots & Rise of Fear (Islamophobia Amerika: Memahami Akar dan Kebangkitan Ketakutan).

“Islamophobia merajalela di Prancis: Larangan jilbab, 60% dari narapidana adalah Muslim dan  Islam diposisikan sebagai “bertentangan dengan identitas Prancis. Tetapi Muslim memimpin Prancis meraih kemenangan dalam #WorldCup.

“Di Eropa, umat Islam akan disemangati dan diperjuangkan jika mereka luar biasa, menghibur dan memajukan kepentingan nasional, tulis @KhaledBeydoun dikutip laman StepFeed.

Seperti diketahui 15 dari 23 skuad Timnas Prancis keturunan imigran Afrika. 7 dari 23 skuad Timnas Prancis adalah Muslim. 3 dan 4 gol kemenangan Prancis di pertandingan final dicetak pemain keturunan imigran (Afrika dan Eropa).

Selamat telah memenangkan #WorldCup.

“80% dari tim Anda adalah orang Afrika,  50% dari tim Anda adalah Muslim, hentikan rasisme, xenophobia dan islamophobia di Prancis.Orang Afrika dan Muslim membantu Prancis merebut gelar Piala Dunia untuk kedua kali, sekarang berikan mereka keadilan,” tulis Khaled Beydoun.

Pemain sepakbola Perancis-Muslim Paul Pogba – yang dianugerahi Penghargaan Pemain Muda Terbaik selama Piala Dunia 2014 – setelah banyak mencetak gol selama turnamen.

Foto dirinya bersama pesepakbola Muslim Djibril Sidibé melakukan sujud syukur segera menjadi viral seluruh dunia.

Baca: Pendukung Liverpool akan ‘Jadi Muslim’ jika Mohamed Salah Cetak Gol

Pesepakbola Muslim lainnya di Tim nasional Prancis termasuk Adil Rami, Benjamin Mendy, N’Golo Kanté, Nabil Fekir, dan Ousmane Dembélé.

Kashif N Chaudhry, seorang dokter di Englewood yang sering mengkampanyekan gerakan melawan isIamophobia di Prancis menulis ciutan di akun twitternya. Menyindir standar ganda terhadap Islam di Prancis. “Jika aku mencetak gol, aku orang Prancis. Jika tidak, aku orang Arab,” katanya melalui akun @KashifMD.

Foto-foto para pesepakbola yang mempraktikkan simbol-simbol iman Islam banyak dibagikan di media sosial

MITOS: “Islamophobia di Prancis tidak ada” tulis Khaled Beydoun dalam ciutan di akun @KhaledBeydoun. Realitasnya, tulis Khaled, jilbab dilarang di negeri ini, 60% narapidana di Prancis adalah Muslim, juga adanya  ‘program pengawasan massal’  terhadap komunitas Muslim.

Foto-foto para pesepakbola yang mempraktikkan simbol-simbol iman Islam banyak dibagikan di media sosial. Salah satunya foto  N’Golo Kante saat ibadah umrah di Tanah Suci Makkah al Mukarramah.

N’Golo Kante menjadi salah satu pemain Muslim yang mampu menembus skuat utama Prancis di Piala Dunia 2018. Kante yang ditugasi mengisi pos gelandang bertahan oleh  pelatih Prancis, Didier Deshamps,  disebut legenda sepak bola Inggris Garry Lineker sebagai ‘pemain terbaik di Piala Dunia 2018’.

Sebagian yang lain memberikan pendapat terkait fenomena sepakbola ini bahwa, “Migrasi sedang mengubah Eropa – jauh lebih baik.”

Di tengah krisis pengungsi terbesar sejak sejak Perang Dunia II, fenomena ISIS dalam kesadaran global dan gerakan nasionalis sayap kanan, dunia Arab dan Muslim telah menjadi target utama para politisi Barat.

Para pemimpin sayap kanan Eropa memanifestasikan posisi Islamofobik mereka dalam banyak kesempatan.

Baca: Pakai Pemain Muslim Klub Sepakbola Israel Dibakar

Pemimpin Barisan Nasional Prancis, Marine Le Pen, hadir di pengadilan Lyon untuk menghadapi dakwaan memicu kebencian rasial karena menyamakan umat Islam yang shalat di jalan dengan pendudukan Nazi.

Bahkan, Prancis Marine Le Pen – yang meluncurkan tawaran kedua untuk menjadi Presiden Prancis pada 2017 – diadili pada 2015 karena pidato kebencian anti-Muslim.

Dia telah menjadi lawan vokal dari hijab dan niqab di Prancis, serta menganjurkan pembatasan daging halal dan mengkritik ruang shalat di tempat kerja.

Pada 2017, ia menarik perhatian media setelah menolak mengenakan menggunakan jilbab saat bertemu dengan Grand Mufti Libanon, selama kunjungan ke negara itu.

Pada tahun 2011 dan 2015, tokoh rasis, anti imigran, anti Muslim, dan anti semit ini justru menduduki peringkat di antara 100 orang paling berpengaruh versi majalah Time.

Meski pesan-pesan Lepen sangat rasis namun banyak menarik dukungan yang lebih banyak di Prancis.

Pada tahun 2016, Le Pen dinobatkan sebagai Anggota Parlemen Eropa (MEP) kedua paling berpengaruh di Parlemen Eropa versi Politico.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Adil RamiBenjamin MendycadarDjibril SidibéislamofobiaislamophobiajilbabKashif N ChaudhryKhaled BeydounN'Golo KantéNabil FekirniqabOusmane DembéléPaul PogbaPemain MuslimPiala Dunia 2018PrancisTimnas PrancisWorldCup
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peneliti INDEF: Kemiskinan dan Ketimpangan Menurun Semu
Tulisan selanjutnya Wisatawan Terlantar di Maroko, IITCF: Hati-hati Pilih Travel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?