Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Turki Tolak Ekstradisi Muslim Australia Tersangka Teroris

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Juli 2018 11:53 11:53 am
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Juli 2018 11:53
Bagikan
Neil Prakash.
Bagikan

Hidayatullah.com—Pengadilan di Turki memutuskan untuk tidak memperbolehkan ekstradisi seorang Muslim yang paling dicari aparat Australia, Neil Prakash, yang akan menghadapi dakwaan-dakwaan terorisme di negara asalnya itu.

Prakash ditangkap di Turki pada 2016, setelah menyeberang dari Suriah. Dia kemudian mengakui bersalah atas sebagian rencana teror ISIS di Australia.

Bulan Mei 2017, Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengatakan dia berharap Prakash akan diekstradisi dalam hitungan bulan.

Prakash sekarang sepertinya akan mengahadapi gugatan hukum di Turki, lapor News Corp Australia seperti dilansir BBC Jumat (20/7/2018).

Pemerintah Australia menyatakan kekecewaannya dengan keputusan hakim Turki di Pengadilan Pidana Kilis itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Otoritas Australia mengatakan bahwa Prakash, kelahiran Melbourne, berkaitan dengan sejumlah rencana teror yang gagal di Australia dan menyeru dilakukannya serangan mandiri oleh pengikut atau simpatisan ISIS alias Daesh.

Tahun 2016, pemerintah Australia menyebut Prakash sebagai orang Australia yang memiliki akar Timur Tengah yang memasuki jaringan di Melbourne dan Sydney.

Ketika ditanya di pengadilan tahun lalu apakah dia bertanggung jawab atas rencana-rencana teror di Australia, dia kala itu menjawab, “Saya punya peran di dalamnya, tetapi saya tidak bertanggung jawab 100%.”

Menurut Prakash, dirinya dipaksa untuk membuat video-video propaganda ISIS, dan dia meninggalkan kelompok itu setelah mengetahui “wajah asli” mereka.

Di Australia, Prakash menghadapi tuduhan menjadi anggota teroris dan mendukung serta mempromosikan kelompok teror.

Hakim Turki, Ismail Deniz, memutuskan menolak ekstradisi Prakash dengan alasan syarat-syarat yang memungkinkan dilakukannya tidak ditunjukkan di pengadilan. Hakim itu tidak memaparkan lebih lanjut alasan penolakannya.

Pengadilan kemudian memutuskan Prakash harus tetap mendekam dalam tahanan guna menghadapi tuduhan-tuduhan terorisme di Turki. News Corp Australia melaporkan bahwa kasusnya akan dilanjutkan bulan September.

PM Turnbul mengatakan pemerintah tidak akan mengabaikan kemungkinan banding atas keputusan hakim ini. Namun, pada saat yang sama dia juga mengatakan bahwa pemerintah Turki “sama bersungguh-sungguhnya” dengan Turki untuk menangani kasus Neil Prakash.

Kementerian Luar Negeri Turki tidak menjawab permintaan komentar perihal masalah ini, lapor Reuters.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mobil Inisiator #2019Ganti Presiden Neno Warisman dikabarkan Diledakkan
Tulisan selanjutnya FSLDK Gelar LDK Nusantara Summit 2018

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?