Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

75 Persen Spesies Bumi Bisa Punah akibat Ulah Manusia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Januari 2014 10:27 10:27 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Januari 2014 10:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dalam waktu 540 juta terakhir di bumi telah terjadi lima kepunahan massal, yang diakibatkan oleh benturan astreoid, letusan gunung merapi dan fluktuasi iklim. Namun, ini pertama kalinya kepunahan massa terjadi gara-gara suatu spesies, yaitu manusia.

Menurut Profesor Mike Coffin, ahli geofisika lautan dari University of Tasmania, data-data menunjukkan bahwa jumlah spesies bumi tengah menurun dengan kecepatan penurunan yang menakutkan.

“Kita menuju tingkat 75 persen dalam waktu 240 hingga 2.000 tahun dari sekarang,” jelasnya, dikutip laman Radio ABC, Australia.

“Berdasarkan seluruh spesies yang terancam, seperti yang didefinisikan oleh International Union for the Conservation of Nature…dengan berasumsi bahwa seluruh spesies terancam tersebut punah, maka kita akan mencapai kepunahan massal antara 240 hingga 540 tahun dari sekarang.”

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Menurut Coffin, saat ini sekitar 8,7 spesies tinggal di bumi, termasuk virus dan bakteri. Namun ini belum diketahui pasti oleh para ilmuwan.

“Ada sekitar 85 persen yang belum diketemukan atau dijelaskan,” jelasnya.

Cara umat manusia mengakibatkan kemusnahan spesies bermacam-macam, mulai dari mengubah iklim global, hingga langsung membunuh suatu spesies.

Kepunahan massa yang terakhir terjadi 65 juta tahun lalu, saat sebuah astreoid menghantam bumi dan mengakibatkan punahnya dinosaurus.

“Homosapian sudah ada selama 200.000 tahun…Dinosaurus ada selama 165 juta tahun, jadi masa kita dalam skala waktu geologis amatlah singkat,” jelas Coffin, “Keberadaan kita belumlah begitu lama, namun tampaknya kita jago dalam mengakibatkan kepunahan massal.”

Menurutnya, bila ada kepunahan massa karena astreoid, justru manusia lah yang paling sulit bertahan hidup. Sementara hewan kecil seperti kecoa bisa cepat menyesuaikan diri, mamalia seperti manusia yang tidak bereproduksi hingga berusia belasan tahun dan memiliki masa kandungan yang lama akan kesulitan.

Pada akhirnya, menurut Coffin, manusia tak akan menghancurkan seluruh kehidupan yang ada di muka bumi. Karena setidaknya pernah terjadi dua kali pembekuan total permukaan bumi, namun, tetap ada makhluk sel yang bertahan hidup.

Coffin berharap kemungkinan terjadinya kepunahan massal akan mendorong masyarakat dan pemerintah bertindak menyikapi penurunan jumlah spesies.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ada Dusta di Ciputat?
Tulisan selanjutnya apartheid Bagi Pemukim Yahudi Ariel Sharon Pahlawan dan Pengkhianat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?