Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bagi Pemukim Yahudi Ariel Sharon Pahlawan dan Pengkhianat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Januari 2014 11:20 11:20 am
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Januari 2014 11:14
Bagikan
apartheid
Bagikan

Hidayatullah.com—Sementara banyak warga Israel dengan bangga menyebut Ariel Sharon sebagai “buldozer”, warga Israel lainnya mengingat dia dengan kekecewaan.

Daerah Nitzan, sekitar 15 kilometer utara Jalur Gaza, sekarang menjadi tempat tinggal sekitar 19.000 pemukim Yahudi yang ditarik keluar oleh Ariel Sharon dari wilayah pesisir Palestina itu.

Banyak pemukim Yahudi merasa pahit dikhianati Sharon ketika pemimpin Zionis itu memerintahkan tentara untuk memaksa pemukim Yahudi meninggalkan rumah-rumah mereka di Gaza.

“Pada tahun-tahun pemukiman Gush Katif dibangun, kami merasa apa yang kami lakukan itu penting, baik untuk negara maupun diri kami sendiri. Dan ketika di tahun 2003 Sharon mengungkapkan rencananya untuk menarik diri dari Gaza, kami merasa dikhianati. Rasanya seperti mendapat tamparan sangat keras di wajah,” kata Laurence Beziz seorang Yahudi bekas pemukim di Gaza dikutip Euronews (13/1/2014).

Keseluruhan ada 500 keluarga dipindahkan dari Gaza ke Nitzan. Banyak di antara mereka yang masih menunggu kompensasi penuh dari pemerintah Zionis Israel. Dan sebagian dari mereka yakin Sharon akan membantunya mendapatkan kompensasi itu jika saja dia tidak diserang stroke.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya sangat sedih dengan kematian Ariel Sharon. Ketika saya mendengar berita itu saya tidak dapat berhenti menangis. Laki-laki itu “buldozer” tetapi dia juga seorang yang peka terhadap kepentingan kami dan akan membantu kami jika dia memiliki lebih banyak waktu. Jika dia tidak kena stroke, saya yakin dia akan memperhatikan kami. Meskipun dia mendepak kami keluar Gaza secara paksa, dia akan membantu kami. Saya benar-benar percaya Sharon adalah seorang pahlawan. Meskipun saya saat itu sangat marah ketika dia mengusir kami dari Gaza. Saya kira jika tidak kena stroke, dia tidak akan pernah meninggalkan kami di sini seperti ini,” kata seorang pemukim Yahudi lainnya, Malka Mordecai.

Delapan setengah tahun setelah dipaksa keluar Gaza, kata koresponden Euronews di Nitzan, masih banyak warga Yahudi yang tidak jelas nasibnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 75 Persen Spesies Bumi Bisa Punah akibat Ulah Manusia
Tulisan selanjutnya Bekas Muslim, Atheis Afghanistan Dapat Suaka di Inggris

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?