Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ketua MUI Tegaskan Kasus Meiliana Penistaan Agama

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Agustus 2018 21:54 9:54 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Agustus 2018 21:54
Bagikan
Terdakwa kasus penistaan agama, Meiliana, mengikuti sidang dengan agenda pembacaan putusan, di Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara, Selasa (21/08/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Kerukunan Antarumat Beragama, Dr Yusnar Yusuf, menilai vonis 18 bulan yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Medan kepada Meiliana sudah tepat.

Putusan hakim itu, kata dia, sudah berdasarkan bukti dan kesaksian saksi.

“MUI (Sumatera Utara) juga sudah mengeluarkan fatwa penistaan agama (untuk Meiliana). Maka putusan pengadilan itu sudah tepat. Soal berapa lama vonisnya, itu pertimbangan hakim. Keputusan itu harus kita hormati,” ujar Yusnar saat dihubungi hidayatullah.com, Jumat (24/08/2018).

Baca: MUI Minta Semua Pihak Menghormati Vonis 18 Bulan Penjara Meiliana

Yusnar menegaskan, kasus Meiliana ini bukanlah konflik agama, melainkan penistaan agama Islam yang dilakukan oleh Meiliana. Juga bukan sentimen Tionghoa, kata Yusnar menambahkan.

Di Tanjungbalai, tuturnya, pembauran masyarakat dengan keturunan Tionghoa sudah sejak masa Kesultanan. “Dan damai, enggak ada masalah,” ungkapnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Yusnar menceritakan, warga keturunan Tionghoa yang lain hidup rukun berdampingan dengan umat Islam.

“Mereka (warga keturunan Tionghoa) hidup di situ sudah lama. Saling membantu. Masyarakat Islam juga banyak yang bekerja dengan orang keturunan China,” ujarnya.

Meiliana adalah warga Tanjungbalai yang mengeluhkan volume suara adzan Masjid al-Maksum Tanjungbalai.

Baca: Meiliana Divonis 1,6 Tahun Bui, Diminta Tidak Dipolitisasi

Berikut keluhan Meiliana kepada Haris, pengurus BKM Masjid Al-Maksum Tanjung Balai pada tanggal 29 Juli 2016:
Pak Haris: Ada Bapak atau Mamak?
Anak Meiliana : Ada
Pak Haris : Katanya di rumah ini ada yang keberatan suara adzan dari masjid?
Anak Meiliana : Iya lho, itu masjid bikin bising, tidak tenang, bikin rebut saja.
Pak Haris : Lho, itu kan rumah ibadah, umat Muslim mengumandangkan adzan ada lima kali
sehari.
(Tak berapa lama kemudian muncul saudari Meiliana dengan
ucapan keras menjawab)
Meiliana : Lu ya, lu ya (maksudnya kamu, sambil telunjuk tangannya menunjuk muka Pak Haris Tua
Marpaung) kita sudah sama-sama dewasa, ini negara hukum, itu masjid bikin telinga gua pekak, sakit kuping saya. Hari-hari ribut, pagi ribut, siang ribut, malam ribut, bikin gua tidak tenang.
Pak Haris : Jangan gitu lho. Kami umat Islam kalau mau shalat dipanggil melalui suara adzan. Ada lima waktu sehari semalam. Lagi pula kami pun kalau kalian ibadah pakai bakar-bakar dupa, abunya berterbangan ke sana ke mari. Tambah juga dengan suara bunyi-bunyi kami tidak keberatan.

Baca: Ini Omongan Meiliana Versi MUI Sumut

Dialog di atas bersumber dari Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Komisi Fatwa MUI Sumut mendapatkan transkrip percakapan itu dari MUI Tanjung Balai.
“Ucapan/ujaran yang disampaikan oleh Saudari Meliana atas suara adzan yang berasal dari masjid al-Maksum Jl. Karya Kota Tanjung Balai pada tanggal 29 Juli 2016 adalah perendahan, penodaan dan penistaan terhadap syariat Agama Islam,” bunyi fatwa MUI Sumut nomor 001/KF/MUI-SU/I/2017.

MUI meminta kepada semua pihak untuk menghormati putusan Pengadilan Negeri Medan yang memvonis Meiliana penjara selama 18 bulan atas kasus penistaan agama.

Baca: Terdakwa Penodaan Agama di Tanjungbalai Dituntut 1,6 Tahun Penjara

MUI menyesalkan banyak pihak yang berkomentar tanpa mengetahui duduk perkara yang sebenarnya. Sehingga pernyataannya bias dan menimbulkan kegaduhan dan pertentangan di tengah-tengah masyarakat.

Seakan-akan masalahnya hanya sebatas pada keluhan Meiliana terkait dengan volume suara adzan yang dianggap terlalu keras.

“Jika masalahnya hanya sebatas keluhan volume suara adzan terlalu keras, saya yakin tidak sampai masuk wilayah penodaan agama, tetapi sangat berbeda jika keluhannya itu dengan menggunakan kalimat dan kata-kata yang sarkastik dan bernada ejekan, maka keluhannya itu bisa dijerat pasal tindak pidana penodaan agama,” ujar Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi dalam pernyataannya diterima hidayatullah.com, Jumat (24/08/2018).* Andi

Baca: Ketum Muhammadiyah: Putusan Hukum Meiliana Harus Dihormati

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Adzanazanchinaintoleransikasus Meilianakerusahan Tanjung Balaikerusuhan TanjungbalaiklentengMeilianaMUIPasal 156Pasal 156a KUHPPengadilan Negeri Medanpenistaan adzanpenistaan agamapenodaan agamaPN MedanSARAsuara adzanSumatera UtaraTanjung BalaiTanjung Balai SelatanTanjungbalaitionghoaviharaWakil Ketua Umum MUIwarga TanjungbalaiZainut Tauhid Sa’adi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ini Omongan Meiliana Versi MUI Sumut
Tulisan selanjutnya Paus Fransiskus Akui Gagal Tangani Skandal Seks di Gereja

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?