Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Wanita Amerika Ini Membunuh Suaminya Dengan Obat Tetes Mata

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 September 2018 08:02 8:02 am
Ama Farah
Dipublikasikan 5 September 2018 08:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang wanita Amerika yang tinggal di negara bagian South Carolina didakwa melakukan pembunuhan setelah diduga meracuni suaminya dengan menambahkan obat tetes mata ke dalam air minumnya selama beberapa hari.

Lana Clayton, 52, ditangkap beberapa pekan setelah suaminya, Stephen Clayton, 64, ditemukan tidak bernyawa di rumahnya.

Wanita itu ditahan setelah uji toksikologi menunjukkan adanya zat kimia tetrahydrozoline di dalam jasad suaminya, lapor BBC Selasa (4/9/2018).

Pada hari Jumat (31/8/2018), Kepolisian York County juga menjeratnya dengan tuduhan meracuni makanan suaminya antara tanggal 19 dan 21 Juli, ketika Lana Clayton mengusahakan pembunuhan atas suaminya.

Dalam sebuah pernyataan, polisi mengatakan wanita itu telah mengakui bahwa dirinya meracuni suami “tanpa sepengetahuannya.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Wanita itu kemudian dimasukkan ke dalam sel tahanan pada hari Jumat, tetapi polisi masih belum mengungkap apa motif kejahatan tersebut.

Stephen Clayton, yang mendirikan sebuah perusahaan terapi fisik, dinyatakan meninggal dunia setelah terluka akibat terjatuh dari tangga di bagian depan rumahnya, yang terletak di kawasan pemukiman mahal, Clover, sekitar 20 mil jauhnya dari Charlotte, North Carolina.

Pemakaman atas Stephen Clayton dilakukan keluarganya di halaman belakang rumah pasangan itu pada awal Agustus, kata teman-teman dan tetangganya, sebelum tim investigasi menemukan penyebab sesungguhnya kematian pria itu.

Tetrahydrozoline dapat menyebabkan kejang-kejang, napas terhenti, dan menjadikan seseorang koma, menurut US National Library of Medicine. Beberapa tetes saja dari obat itu, yang dimaksudkan untuk mengurangi kemerahan pada mata, dapat menyebabkan kondisi fatal.

Menurut koran Herald, Lana Clayton sebelumnya tidak memiliki catatan kriminal, dan belum pernah ditangkap polisi.

Pihak kejaksaan mengatakan bahwa sekarang pihaknya sedang menyelidiki insiden tahun 2016, di mana kala itu Lana Clayton menembakkan anak panah ke bagian kepala suami yang sedang tidur.

Menurut koran Charlotte Observer, dalam laporannya polisi meyakini insiden tahun 2016 itu merupakan suatu kecelakaan. Lana Clayton kala itu mengatakan suaminya melakukan kekerasan verbal terhadap dirinya, tetapi tidak pernah melukai secara fisik. Ketika insiden busur panah itu terjadi, para tetangga mengatakan Lana Clayton “menangis dan terlihat sangat sedih.”

Pasangan Lana dan Stephen Clayton menikah selama delapan tahun. Para tetangganya mengetahui mengenal wanita itu karena kerap mengikuti kajian Bibel di lingkungan tempat tinggal mereka. Rumah mereka, yang berada di lingkungan elit, dikabarkan bernilai $800.000 dan dibuat dengan meniru rumah presiden pertama AS George Washington di Mount Vernon. Menurut York County Probate Court, Lana Clayton ditunjuk sebagai orang yang akan mengelola rumah besar itu setelah kematian suaminya. Profil di laman Facebook menyebutkan Lana Clayton bekerja di US Department of Veteran Affairs di Charlotte. Keluarga dan teman-teman pasangan itu mengetahui bahwa suaminya, Stephen Clayton, sangat mencintai dan menyayanginya, sehingga mereka masih bertanya-tanya mengapa Lana berbuat demikian.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Taliban: Jalaluddin Haqqani Telah Wafat karena Sakit
Tulisan selanjutnya UAS dan Peran Negara Hadapi Ormas Radikal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Berita
31 Agustus 2026 21:38
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?