Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mahasiswi sebuah Universitas Saudi Boleh Pergi Sendiri tanpa Didampingi Mahram

Ahmad
Terakhir diupdate: 18 September 2018 21:14 9:14 pm
Ahmad
Dipublikasikan 18 September 2018 21:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Universitas mengatakan mahasiswi dibolehkan datang dan pergi tanpa mahram untuk memudahkan mahasiswi sendiri dan juga keluarga mereka, kutip BBC.

Perguruan tinggi khusus perempuan di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, Universitas Princess Nourah bint Abdulrahman, membolehkan semua mahasiswi untuk datang dan pergi tanpa didampingi mahram.

Keputusan universitas ini dianggap sebagai langkah untuk melonggarkan sistem mahram untuk kaum perempuan.

Pihak universitas mengatakan langkah ini ditempuh untuk memudahkan aktivitas mahasiswa dan keluarga mereka dan juga untuk mengurangi kemacetan di luar kampus.

Baca: Mengapa Wanita Saudi Boleh Menyetir?

Laporan media Saudi menyebutkan universitas lain mempertimbangkan untuk mengikuti jejak Universitas Princess Nourah bint Abdulrahman.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para pegiat di Saudi sudah sejak lama mengampanyekan penentangan terhadap sistem marham yang membuat kaum perempuan tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari tanpa izin dari keluarga atau wali laki-laki mereka.

Dua tahun lalu ribuan warga Saudi menandatangani petisi daring menyerukan pemerintah menghapus sistem mahram.

“Perempuan mestinya diperlakukan seperti halnya warga negara kebanyakan. Perempuan harus mendapatkan hak warga negara secara penuh,” kata aktivis Aziza Al-Yousef , ketika itu.

Kian longgar

Para perempuan Saudi menentang sistem perwalian yang mewajibkan mereka minta izin.

Dalam wawancara dengan koran Inggris The Guardian, ia mengatakan sistem mahram “tidak hanya menjadi masalah perempuan, tapi juga bagi kaum laki-laki”.

Berdasarkan undang-undang di Saudi, perempuan harus mendapatkan izin dari wali laki-laki saat bepergian, menikah, atau keluar dari penjara.

Baca: Kemenangan ‘Islam Moderat’ di Saudi?

Izin dari wali atau keluarga laki-laki ini kadang juga diperlukan ketika perempuan mengakses layanan kesehatan atau ketika ingin mendapatkan pekerjaan.

Secara perlahan-lahan sistem ini diperlonggar.

Februari lalu, perempuan dibolehkan memulai bisnis tanpa izin suami atau keluarga laki-laki dalam upaya menggairahkan dunia usaha.

Kementerian perdagangan dan investasi mengatakan perempuan bisa meluncurkan bisnis dan mengakses layanan elektronik dari pemerintah tanpa harus mendapatkan izin dari wali.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudimahasiswimahramperempuanpergiRiyadhUniversitas Princess Nourah bint Abdulrahman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DPD: BPJS Kesehatan Tunggak Klaim Rumah Sakit Persoalan Serius
Tulisan selanjutnya Bersama Dubes Qatar, Pimpinan Hamas Bahas Pencabutan Blokade Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?