Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Mari Bersama ke Taman Surga!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 September 2018 10:05 10:05 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 September 2018 10:05
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

UNTUK menikmati keindahan taman Surga, tak mesti menunggu terlebih dahulu ke negeri akhirat. Oke memang taman Surga di akhirat adalah bagian dari Surga haqiqi, namun menurut sabda nabi, di dunia ini ada yang disebut taman Surga.

Suatu ketika, Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu mendengar Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا قَالُوا وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ قَالَ حِلَقُ الذِّكْرِ

“Jika kamu melewati taman-taman Surga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya,”Apakah taman-taman Surga itu?” Beliau menjawab,”Halaqah-halaqah (kelompok-kelompok) dzikir.” (HR. Tirmidzi)

Perhatikan diksi yang dipakai oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Halaqah-halaqah (lingkaran-lingkaran majlis) zikir disebut beliau sebagai taman Surga. Bila umatnya melihat forum-forum seperti itu, maka segeralah singgah dengan nyaman di kelompok itu, karena sejatinya itu bagian dari taman Surga.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Kata “farta’u” secara bahasa berarti seorang penggembala membiarkan gembalaannya dengan nyaman di padang rumput untuk menikmatinya. Maka, majelis semacam ini tentu saja mengandung hal-hal yang menyejukkan bagaikan taman Surga. Tidak ada saling caci; saling kutuk; saling hina dengan mejelis lain –yang masih dalam koridor Ahlus Sunnah– yang sebenarnya sama-sama memeluk Islam.

Baca:  Mengunjungi Taman Surga

Ketika mengemukakan hadits tersebut, Ibnu Qayyim dalam kitab “Miftaah Daar al-Sa’aadah” (1/118) bahwa Allah memiliki malaikat-malaikat khusus yang berkeliling mencari halaqah-halaqah zikir. Ketika mereka sudah menjumpainya, maka mereka segera berbaris dengan sangat rapi. Tentu saja, bukan hanya berbaris yang dilakukan, tapi juga mendoakan dan memintakan rahmat Allah atas mereka.

Ini sesuai dengan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:

إنَّ للهِ تَعَالَى مَلائِكَةً يَطُوفُونَ فِي الطُّرُقِ يَلْتَمِسُونَ أهْلَ الذِّكْرِ ، فِإِذَا وَجَدُوا قَوْمَاً يَذْكُرُونَ اللهَ – عَزَّ وَجَلَّ ، تَنَادَوْا : هَلُمُّوا إِلَى حَاجَتِكُمْ ، فَيَحُفُّونَهُمْ بِأَجْنِحَتِهِم إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا

“Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang berkeliling jalan-jalan mencari ahli dzikir. Jika mereka menemukan satu kaum yang sedang mengingat Allah, mereka berseru, ‘Marilah kalian menuju kebutuhan kalian.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Lalu para malaikat itu mengelilingi mereka dengan sayap-sayapnya sampai langit dunia.” (HR. Bukhari, Muslim)

Lantas, apakah yang dimaksud dengan halaqah tersebut adalah sebatas majelis zikir? Menyitir pendapat Atha’, yang disebutkan oleh al-Khatib dalam kitab “al-Faqīh wa al-Mutafaqqih” bahwa maksudnya adalah majelis –yang di dalamnya terkandung masalah– halal-haram seperti urusan jual-beli, puasa, shalat, sedekah, nikah talak, haji dan lain sebagainya.

Membaca penjelasan dari Atha’, halaqah zikir yang disebut oleh nabi sebagai taman Surga, tidak menutup kemungkinan juga menyangkut majelis ilmu. Buktinya, ada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas yang terdapat dalam kitab “al-Mu’jam al-Ausath” karya Thabrani Rahimahullah:

إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوْا ، قَالُوْا : يَارَسُوْلَ اللَّهِ ، وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ ؟ قَالَ : مَجَالِسُ الْعِلْمِ . (الطبرانى)

“Apabila kamu melewati taman-taman Surga, minumlah hingga puas. Para sahabat bertanya,”Ya Rasulullah, apa yang dimaksud taman-taman Surga itu?” Nabi ﷺ  menjawab,”majelis-majelis ta’lim.” (HR. Al-Thabrani)

Baca:Taman Surga

Pada hadits tersebut, yang dimaksud dengan taman Surga adalah juga majelis ilmu. Majelis semacam ini tidak berlebihan jika disebut sebagai taman Surga. Karena di dalamnya terkandung aktivitas yang subtansinya adalah mengingat Allah, mempelajari syariat-syariatNya dan berbagai aktivitas baik yang berkaitan dengannya.

Dalam suatu hadits bahkan bukan hanya malaikat yang mendoakan mereka; penduduk langit, penduduk bumi, semut dan ikan di lautan pun juga turut mendoakan mereka yang berada dalam mejelis yang disebut nabi sebagai taman Surga. Sabda beliau:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ

“Sesungguhnya Allah,para malaikat Nya,penduduk langit dan bumi sampai pun semut di sarangnya dan ikan di lautan turut mendoakan kebaikan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.”  (HR. Tirmidzi)

Baca:Kamar ‘Tembus Pandang’ di Surga

Menurut keterangan lain, yang masuk dalam kategori taman Surga adalah masjid Nabawi. Sebagaimana sabda beliau:

مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ وَمِنْبَرِي عَلَى حَوْضِي

“Diantara rumahku dan mimbarku adalah taman-taman sorga, dan mimbarku diatas Telaga Haudh.” (HR. Bukhari)

Tidak menutuk kemungkinan juga masjid-masjid Allah secara umum sebagaimana sabdanya: “Tidaklah suatu kaum berkumpul disalah satu rumah dari rumah-rumah Allah, membaca Al-Qur`an dan mempelajarinya bersama-sama kecuali  akan turun kepada mereka ketenangan, diliputi oleh rahmat dan dikelilingi oleh para malaikat, kemudian Allah akan  menyebut-nyebut mereka di antara mereka yang berada di sisi Allah.” (HR. Muslim dan Abu Dawud)

Dari beberapa hadits tersebut, sedikit banyak pembaca bisa mendapat pencerahan, bahwa setiap kumpulan yang di dalamnya berisi kegiatan yang mengingat Allah, saling belajar mengenai ayat-ayat Allah dan kegiatan baik lainnya adalah bagian dari Taman Surga yang perlu disinggahi. Artinya didukung dan diikuti selama tidak menyalahi petunjuk Allah dan nabi.

Namun, sekali lagi, yang menjadi catatan penting, karena itu disebut taman Surga, maka seyogianya kegiatan di dalamnya adalah kegiatan yang menyejukkan, mendamaikan, membuat harmoni antara muslim yang satu dengan muslim yang lain karena pada hakikatnya mereka adalah saudara. Karena, Surga bukan hak kelompok muslim tertentu, semua muslim berhak mendapatkan Surga asal sesuai dengan koridor syariat. Jadi, mari bersama ke taman Surga.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:mengingat AllahsurgaTaman Surga
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menteri Pertahanan ‘Israel’: “Saya Tak Peduli dengan Negara Palestina”
Tulisan selanjutnya Raja Muda Perlis Bantu Korban Gempa-Tsunami Sulteng

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?