Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dua Aktivis Palestia Selandia Baru Menolak Denda ‘Israel’

Ahmad
Terakhir diupdate: 15 Oktober 2018 14:25 2:25 pm
Ahmad
Dipublikasikan 15 Oktober 2018 14:25
Bagikan
Justine Sachs dan Nadia Abu-Shanab
Bagikan

Hidayatullah.com–Dua wanita Selandia Baru menolak membayar ganti rugi yang ditetapkan Pengadilan Zionis-’Israel’ atas peran mereka  membatalkan konser internasional Lorde  di Ibu Kota Tel Aviv tahun lalu.

“Kami tidak akan membayar jumlah yang dipesan pengadilan (‘Israel’),” Sachs,  dan Abu-Shanab,  dalam sebuah pernyataan. “Sebaliknya, kami ingin mengarahkan kembali dukungan yang diberikan kepada kami kembali untuk Palestina yang membutuhkan dukungan kesehatan mental,” kutip The Guardian.

Pekan lalu Pengadilan Zionis ‘Israel’ memutuskan Justine Sachs dan Nadia Abu-Shanab dari Selandia Baru harus membayar ganti rugi kepada remaja ‘Israel’ Shoshana Steinbach, Ayelet Wertzel dan Ahuva Frogel dengan total denda sebesar 45 ribu shekel atau sama dengan 12,423 dolar AS  karena berhasil membujuk Lorde untuk membatalkan konsernya di  di Ibu Kota Tel Aviv tahun lalu.

Pengadilan menemukan dua wanita asal Selandia Baru merusak “kesejahteraan artistik” dari tiga remaja ‘Israel’, dan melakukan “kerusakan pada nama baik mereka sebagai ‘Israel’ dan Yahudi”.

Baca: BDS, Gerakan Boikot yang mulai Mendunia

Dua aktivis pro-Palestina asal Selandia Baru ini telah mengumpulkan uang sebesar 14 ribu dolar Selandia Baru atau setara dengan 9.108 dolar AS pada Sabtu (13/10/2018). Uang tersebut ditujukan sebagai amal bagi warga Palestina, khususnya mereka yang berada di Jalur Gaza.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Uang amal tersebut dikumpulkan melalui sebuah website bernama givealittle.co.nz yang selanjutnya akan disumbangkan kepada Yayasan Kesehatan Mental Gaza, yang didirikan relawan yang mengumpulkan dana untuk kesehatan mental serta kelompok pemberdayaan perempuan di Jalur Gaza.

“Kami memiliki dorongan untuk melakukan hal ini dan merasa bijaksana untuk sepenuhnya mengembalikan masalah ini ke Palestina,” ujar Abu Shanab.

“Saran kami dari para ahli hukum Selandia Baru telah jelas: ‘Israel’ tidak memiliki hak untuk mengawasi pendapat politik orang di seluruh dunia. Mereka juga terus percaya bahwa ini adalah aksi yang satu-satunya niatnya adalah mengintimidasi para kritikus ‘Israel’. Kami setuju tetapi berbesar hati dengan saran mereka. Kami telah menghubungi orang-orang yang relevan di pemerintahan kami dengan harapan mereka dapat memperjelas bahwa Selandia Baru tidak akan berdiri dan mengizinkan ‘Israel’ untuk mencoba menggertak warga negaranya, ”kata mereka dalam sebuah postingan di blog yang membela keputusan mereka.

“Mengingat bahwa kami benar-benar memiliki dorongan dan kami merasa bahwa adalah bijaksana untuk benar-benar mengembalikan masalah ini kembali ke Palestina,” kata Abu-Shanab kepada Radio Selandia Baru.

Baca: Aktivis Palestina Membahas Boikot Nasional Produk AS

Boikot ‘Israel’

Lebih dari 100 seniman menandatangani dukungan kepada penyanyi Lorde setelah serangan balik karena membatalkan konsernya pada Januari di Tel Aviv.

Diterbitkan di The Guardian, penandatangan dalam surat terbuka menawarkan solidaritas mereka kepada Lorde dan memujinya keputusannya dan “hak untuk mengambil sikap” setelah membatalkan konsernya.

Keputusan Lorde diterima dengan dukungan penuh, tetapi dia masih kena kritik, dengan beberapa media pro ‘Israel’ menyebutnya seorang ‘anti-Semit’.

Gerakan BDS adalah gerakan non-kekerasan yang terinspirasi oleh kampanye yang menargetkan rezim apartheid Afrika Selatan.

Baca: 39 Kelompok Sayap Kiri Yahudi Mendukung Gerakan BDS 

Penjajah ‘Israel’ melihat BDS sebagai ancaman strategis dan terus menuduhnya ‘anti-Semitisme’ yang oleh aktivis  disebutnya sebagai upaya untuk mendiskreditkan gerakan mereka.

Gerakan boikot BDS selalu melakukan perlawanan damai, bertujuan untuk menekan penjajah ‘Israel’ untuk mematuhi hukum internasional dan hak asasi manusia dengan melobi berbagai negara, lembaga dan perseoranngan untuk memahami penindasannya terhadap Palestina dan mengambil aksi.

BDS beroperasi dengan berhasil menekan korporasi, artis, dan lembaga akademis untuk memutuskan hubungan dengan ‘Israel’ dengan pendukung yang mengatakan kegiatan ditujukan untuk mempromosikan Negara Palestina.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anti SemitBDSboikotisraelJalur GazapalestinapengadilanPro PalestinaSelandia BaruZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 12 Santri Mandailing Natal Meninggal Diterjang Banjir Saat Belajar
Tulisan selanjutnya Nuruddin Zanki dan Kesigapannya Menangani Gempa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?