Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Baju dan Jiwa Bagi Seorang Muslim

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 Desember 2018 10:54 10:54 am
Ahmad
Dipublikasikan 7 Desember 2018 10:53
Bagikan
Bagikan

MELIHAT diri sendiri memang tidak mudah, terlebih mata kepala tidak mampu melihat wajah sendiri, melainkan dengan bantuan cermin.

Andai pun mesti berhadapan dengan cermin, diri hanya melakukannya saat akan tampil, saat telah dibersihkan, saat momentum kebahagiaan akan dirayaan.

Belakangan, cermin sudah dimana-mana, termasuk di kamar mandi, sehingga setelah mandi orang langsung bisa bercermin, jika ada noda segera terlihat, ia segera membersihkannya.

Seperti itu pula dengan badan dan pakaian manusia, sebut saja baju. Baju manusia setidaknya mesti punya 7, agar setiap hari di negeri tropis seperti ini bisa selalu bersih, sebab keringat dan cuaca yang ada memang sudah dikenal menjadikan pakaian yang bersih dan harum di pagi hari, tak mungkin (kecuali terpaksa) digunaakan esok pagi lagi.

Beragam produk dan alat pun hadir untuk memudahkan manusia membersihkan wajah, tubuh, dan pakaiannya (baju).

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Baca:   Ada Empat Kondisi Hati, Di Mana Posisi Kita? 

Tetapi, bagaimana dengan hati manusia?

Hati ini selalu berubah-ubah kondisinya. Terkadang pagi bahagia, tidak lama kemudian, bertemu orang langsung menjadi marah, benci, dan anti. Kadang-kadang melihat apa yang Tuhan perintahkan berhati-hati, malah seketika senang dan terus menikmati apa yang sesungguhnya dapat merusak hati itu sendiri.

Permasalahan bangsa sebenarnya bukan permasalahan yang sulit dianalisa sebab utamanya, jika nilai-nilai Islam dipahami dan dijadikan regulasi dalam menangani beragam bentuk penyimpangan moral dan intelektual.

Korupsi, berbohong, memutarbalikkan fakta, tidak akan terjadi jika seorang Muslim sadar bahwa jiwa atau hatinya penting untuk dijaga dan disucikan. Tetapi, apa yang terjadi kala semua itu dibiarkan bahkan diperturutkan, korupsi tidak saja telah merusak keuangan dan potensi ekonomi negara, tetapi juga telah memporakporandakan pilar-pilar sosio budaya, moral, politik, hukum dan ktertiban dan keamanan.

Dalam situasi seperti itu, tidak ada cara yang lebih tepat dan mendesak dibutuhkan selain dari segera mengembalikan manusia pada kesadaran pentingnya menjaga kebersihan dan kesucian hati (tazkiyatun nafs).

Baca: Jiwa Kuat dan Dinamis dengan Bersabar

Sebab, hatilah yang mengenal Allah, beramal untuk Allah, dan berjalan menuju Allah, mendekat kepada Allah. Sedangkan organ tubuh alinnya hanya mengikuti dan menjadi pembantu, alat-alat yang diperbantukan oleh hati.

Oleh karena itu Nabi mengatakan bahwa setiap manusia tidak sepenuhnya terbebas dari zina.

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَا، مُدْرِكٌ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الِاسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ، وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

“Sesungguhnya Allah telah menakdirkan bahwa pada setiap anak Adam memiliki bagian dari perbuatan zina yang pasti terjadi dan tidak mungkin dihindari. Zinanya mata adalah penglihatan, zinanya lisan adalah ucapan, sedangkan nafsu (zina hati) adalah berkeinginan dan berangan-angan, dan kemaluanlah yang membenarkan atau mengingkarinya.” (HR. Al Bukhari).

Dengan kata lain, jiwa kita senantiasa butuh untuk dibersihkan dan disucikan. Jika segala keperluan raga, mulai dari sepatu hingga topi di kepala perlu dicuci karena lumpur dan debu, maka indera kita juga penting disucikan karena telah menyebabkan hati terhinggapi beragam bintik maksiat, entah itu aurat lawan jenis, pembicaraan yang maksiat, dan lain sebagainya.

Atas dasar itu, penting kita memahami pesan dari ulama terdahulu, Hasan Al-Bashri.

“Seorang mukmin itu bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Dia selalu berintrospeksi karena Allah. Sesungguhnya hisab (di akhirat kelak) ringan bagi orang-orang yang mengintrospeksi dirinya di dunia. Hisab pada hari Kiamat (akan berat) bagi orang-orang yang berbuat apa saja tanpa mau mengintrospeksi diri.”

Jadi, mari kembali kepada hati dan jiwa kita, yang boleh jadi selama ini ditelantarkan dan dibiarkan meratap dalam derita. Kembali kita bersihkan dan sucikan dengan apa yang dikenal dengan tazkiyatun nafs.

Baca: Pentingnya Merawat dan Memperbaiki Batin 

Tazkiyatun nafs (pembersihan jiwa) adalah metode menerapi jiwa agar kembali bersih dan suci dari segala macam noda, kesalahan, dan dosa, sehingga mudah bagi seseorang menjalani ketaatan kepada Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Dan, jadilah diri kita adalah orang-orang yang beruntung.

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا (7) فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (8) قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (10)

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesunguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams: 9: 10).

قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّى

وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri. Dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sholat.” (QS. Al-A’la: 14-15).

Dengan demikian, mari bersihkan jiwa kita, seperti kita selalu ingin memakai pakaian bersih, sepatu bersih, topi atau hijab yang bersih. Sebab jiwa kita membutuhkannya. Jika baju kita butuh deterjen, maka jiwa kita butuh ibadah, dzikir, ketaatan, amal sholeh, dan lain sebagainya. Bahkan apa yang dibutuhkan jiwa bukan semata untuk keperluan hidup di dunia, justru bagi hati dan jiwa kebersihan itu diperlukan untuk dunia dan akhirat.

Dan, agar mudah diri ini selalu membersihkan jiwa tiada lain kecuali dengan selalu menghadirkan kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi kita.

Syeikh Muhammad Al-Amin Asy-Syanqithi menyatakan, “Apabila seorang manusia yang lemah menyadari bahwa Rabbnya Jalla wa ‘Ala berada didekatnya, bahwa Dia mengawasi emua ucapan, perbuatan dan niatnya, niscaya lunaklah hatinya, dan dia akan takut kepada Allah Ta’ala, serta mengihsankan amalnya karena Allah semata.”*/Imam Nawawi

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bersihdamaihajiImanjiwapenyucian hatisucitazkiyatun nafs
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki Keluarkan Surat Penangkapan Dua Orang Dekat Mohammad bin Salman
Tulisan selanjutnya Bangladesh Desak Menteri Urusan Agama Myanmar Dihukum karena Menghasut

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?