Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Dr Dinar: Penolakan Poligami = Menggugat Ajaran Islam

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 13 Desember 2018 09:04 9:04 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 13 Desember 2018 09:04
Bagikan
Direktur the Center for Gender Studies (CGS), Dr Dinar Dewi Kania
Bagikan

Hidayatullah.com– Koordinator This is Gender, Dr Dinar Dewi Kania, menjelaskan, syariat Islam secara jelas sudah membolehkan poligami, menanggapi sikap DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang akan memperjuangkan diberlakukannya larangan poligami bagi pejabat publik di tingkat eksekutif, legislatif, yudikatif, hingga aparatur sipil negara (ASN).

Ketua Umum PSI Grace Natalie di sela pidato politiknya pada Festival 11 di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/12/2018) malam, menyatakan, PSI tidak akan pernah mendukung poligami. Kata Grace tidak akan ada kader, pengurus, dan anggota legislatif dari PSI yang boleh mempraktikkan poligami.

Baca: PSI akan Larang Poligami Kader dan Pejabat Publik

Dr Dinar mengatakan bahwa sikap menolak poligami berarti menggugat ajaran agama Islam.

“PSI ini saya pikir cuma ingin menjajakan sesuatu isu yang bisa meraih simpati kaum perempuan, yang pada umumnya awam. Padahal mereka tidak sadar, penolakan terhadap poligami sama saja dengan menggugat ajaran Islam itu sendiri,” ujarnya kepada hidayatullah.com Jakarta saat dimintai tanggapan, Rabu (12/12/2018).

Grace juga mengatakan, PSI akan memperjuangkan agar Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) yang sudah dua tahun berhenti di DPR segera disahkan, agar katanya menjadi payung hukum untuk melindungi dan memberikan bantuan ketika perempuan menjadi korban kekerasan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: IKAMI: PSI Berpotensi jadi Partai Anti Agama

Soal RUU P-KS ini, Dr Dinar menilai, PSI lagi-lagi ingin menjual isu yang menarik pemilih perempuan.

“Padahal RUU ini bermasalah secara filosofi dan juga definisi-definisinya. Cuma karena pengaruh feminisme yang sangat besar, menyebabkan mereka menganggap RUU ini sebagai solusi berbagai masalah kejahatan yang dialami oleh kaum perempuan,” jelas Dr Dinar yang juga peneliti INSISTS.

“Saran saya kepada teman-teman perempuan di PSI. Janganlah mencitrakan diri sebagai partai yang Islamophobia dan hanya senang mencari sensasi. Perjuangkanlah kebenaran, karena sebagai politisi mereka memiliki tanggung jawab moral kepada bangsa, negara, dan juga Sang Pencipta diri mereka,” tambahnya berpesan.*

Baca: Ricky Tamba: Hina Pak Harto, PSI Jangan Sok Hebat!

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dinar Dewi KaniaGrace NatalieKetua Umum PSIPartai Solidaritas IndonesiapejabatpernikahanpoligamiPSIRUU P-KSThis is Gender
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polisi Nigeria: Seks di Dalam Mobil di Tempat Umum Tidak Melanggar Hukum
Tulisan selanjutnya Sosialisasi Empat Pilar MPR di Pesantren Hidayatullah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway

Berita
11 Oktober 2026 23:14
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?