Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Ridha Pangkal Bahagia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Desember 2018 20:37 8:37 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Desember 2018 06:29
Bagikan
Kelompok tunanetra berbaris menghadiri Reuni 212 di Monas, Jakarta, Ahad (02/12/2018).
Bagikan

JAMAK diketahui, setiap orang menginginkan kebahagiaan. Berbagai macam usaha dan cara lalu dikerahkan untuk memperolehnya.

Bedanya, ada yang mengira harta sumber kebahagiaan. Maka segala cara dilakukan mendapatkan kekayaan. Ia tak peduli lagi, apakah tindakannya mendatangkan ridha Allah atau murka-Nya.

Ada juga menyangka tahta mampu menumbuhkan benih-benih kebahagiaan. Segala upaya pun dilalui untuk mendapatkannya. Tanpa peduli lagi dengan hak-hak orang lain.

Ada yang berfikir wajah rupawan mampu menghadirkan kebahagiaan, hingga operasi plastik sudi dilakukan meski dia sadar itu melawan takdir-Nya.

Tapi, sekali waktu, tengoklah sejarah manusia di masa lampau. Ada Qarun di sana dengan congkaknya. Akhirnya Qarun hanya berujung mati ditelan bumi, lengkap bersama seluruh hartanya yang dibanggakan.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Baca: Ridha Sikap Terbaik Menghadapi Takdir Dibenci

Lihatlah Fir’aun. Kepongahan dia rupanya hanya mengantar kepada ending tragis lagi memilukan. Ia tenggelam di Laut Merah. Pengikut yang dielukan, tahta yang disombongkan tak mampu menolong. Semunya hanyut dalam genggaman kuasa Allah.

Belum cukup? Lihatlah aktris Korea yang rupawannya made in surgery plastic alias operasi plastik, yang k-popersnya (sebutan untuk penggemar film drama Korea) menjamur di Indonesia tercinta. Sebagian mereka justru mengakiri hidupnya dengan cara yang memalukan. Memilih bunuh diri! Wal’iyaadzubillah!

Sampai di sini, berbahagialah kita semua yang terlahir sebagai umat Rasulullah ﷺ dan mendapat hidayah Allah.

Kaum Muslimin punya  kitab suci berupa Al-Qur’an. Ia petunjuk hidup bersama tuntunan dari Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya dalam meraih kebahagiaan hakiki. Ialah kebahagiaan yang tak bertepi, di dunia hingga akhirat.

Dalam al-Qur’an, kata kebahagiaan sendiri setidaknya disebutkan pada dua tempat.

Baca: Ridha Kepada Allah (1)

Allah berfirman:

يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلا بِإِذْنِهِ فَمِنْهُمْ شَقِيٌّ وَسَعِيدٌ

“Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya, maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.” (QS: Hud: 105)

Firman Allah berikutnya:

وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ ۖ عَطَاءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ

“Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam Surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.” (QS: Hud: 108)

Indahnya lagi, kebahagiaan yang diraih di akhirat berbanding lurus dengan ketaatan hamba tersebut di masa hidupnya di dunia.

Tapi bagaimana sebenarnya rupa kebahagiaan dunia? Sebab yang umum didapati adalah balasan surga di akhirat nanti, sebagai simbol bahagia tersebut.

Mari menyimak sekaligus merenungi beberapa ayat berikut.

Baca: Bahagia [1] 

Firman Allah:

فَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا ۖ وَمِنْ آنَاءِ اللَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَى

“Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang.” (QS: Thaha: 130)

Pada ayat ini, Allah menyuruh Rasulullah ﷺ untuk bersabar dan senantiasa bertasbih pada waktu-waktu yang telah disebutkan ayat di atas.

Selanjutnya Allah mejelaskan sebab perintah tersebut (bersabar dan bertasbih), dengan berkata “laallaka tardha” (agar kamu ridha/ puas).

Lalu apa hubungan antara ridha dengan bahagia?  Ketika seorang hamba ridha dengan takdir yang Allah gariskan, sabar ketika ujian melanda dan bersyukur dengan nikmat yang dirizkikan, maka niscaya itulah sebab utama kebahagiaan tersebut.

Lebih jauh, ridha tersebut mesti diupayakan sebelumnya. Butuh latihan, kebiasaan, perjuangan dan mujahadah. Setidaknya dengan bersabar, bertasbih dan memujiNya dalam setiap desahan nafas manusia.*/Fatimah Az-Zahrah. Pegiat Komunitas Lliterasi PENA Balikpapan

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kebahagiaanRidhasabar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polisi Tembak Mati Tersangka Serangan di Strasbourg
Tulisan selanjutnya Jadilah Orangtua yang Kuat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?