Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Ridha Kepada Allah (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Juli 2016 20:49 8:49 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Juli 2016 20:43
Bagikan
Bagikan

NABI Muhammad Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam telah bersabda, “Akan merasakan kelezatan iman, orang-orang yang merelakan Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai Rasulnya.” (HR Muslim)

Seorang mukmin tidak akan bisa ridha kecuali jika di dalam hatinya ada perasaan tawakkal sepenuhnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Derajat ridha merupakan derajat yang sangat mulia dan mahal. Karena itulah Allah tidak mewajibkannya kepada para hamba-Nya, tetapi menjadikannya sebagal hal yang sunnah dan memuji orang yang mampu menyandangnya. Tidak hanya sampai di situ, Allah juga mengabarkan bahwa balasan dari ridha adalah keridhaan dari-Nya, suatu hal yang lebih besar, lebih agung, dan lebih mulia dari surga beserta isinya.

Imam Ibnul Qayyim mengatakan, “Sebelum keridhaan seorang hamba, ada sebuah keridhaan yang sumbernya berasal dari Allah. Keridhaan yang dimiliki seorang hamba pada dasarnya buah dari keridhaan-Nya. Karena itulah, ridha merupakan pintu Allah yang paling besar, surga dunia, dan tempat beristirahat bagi orang-orang yang mengetahui. Selain itu, ridha juga merupakan kehidupan bagi orang-orang yang mencintai, kenikmatan bagi orang-orang yang beribadah, dan dambaan hati bagi orang-orang yang sedang merindukan kekasih.”

Seorang mukmin yang saleh, ketika ia telah berhasil mencapai tingkatan ridha, maka ia tak akan pernah merasa kaget dengan hukum atau keputusan Allah macam apa pun. Sebaliknya, ia akan menerima semua keputusan-Nya dengan penuh kebahagiaan.

Umar bin Al-Khathab pernah menulis pesan kepada Abu Musa yang bunyinya, “Amma ba’du. Sesungguhnya seluruh kebaikan itu ada dalam ridha. Oleh karena itu, jika kamu mampu maka ridhalah dan jika kamu tidak mampu maka bersabarlah.”

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Ada cara khusus untuk melatih diri agar mampu mencapai tingkatan ridha tersebut. Cara tersebut, sebagaimana dikatakan orang-orang saleh adalah thuma`ninah (tenang). Barangsiapa selalu melatih dirinya untuk thuma’ninah, niscaya ia akan terbiasa dengan ridha.

Dalam hal ini Allah telah berfirman, “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.” (Al-Fajr: 27-28)

Seorang mukmin saleh yang ridha (merelakan) Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya, Muhammad sebagai Rasulnya, dan ridha tersebut telah bersemayam dalam sanubarinya, niscaya ketenangan tersebut juga akan bersemayam dalam tubuh dan hatinya. Selain itu, hatinya akan menjadi sejuk dan tenang serta segala kesusahan akan hilang. Bahkan, ridha tersebut akan menghadirkan ketenangan dalam hati orang-orang yang beriman, sedangkan orang yang hatinya tenang, amal-amalnya akan istiqamah dan keadaannya akan menjadi lebih baik.

Ridha kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan sumber sebuah kebijaksanaan. Barangsiapa telah berhasil mencapai derajat ridha, niscaya akan lahir sebuah kebijaksanaan dari lisannya.

Pada suatu ketika Sufyan Ats Tsauri, Wahib bin Al-Ward, dan Yusuf bin Asbath sedang berkumpul. Ats Tsauri berkata, “Sebelum hari ini aku tidak ingin mati mendadak. Adapun hari ini, aku ingin mati secepatnya.”

“Mengapa?” tanya Yusuf.

“Karena aku takut dengan fitnah,” ujar Ats Tsauri.

“Akan tetapi, aku tak menolak jika diizinkan hidup lama di dunia. Barangkali suatu saat nanti aku bisa bertaubat dan beramal saleh,” kata Yusuf.

Keduanya kemudian bertanya kepada Wahib, “Bagaimana menurut pendapatmu?”

“Aku tidak memilih apa pun. Aku lebih suka pada apa yang dikehendaki oleh Allah,” kata Wahib.

Ats Tsauri kemudian berkomentar, “Demi Allah, itu sungguh sebuah statemen yang keluar dari jiwa yang dalam.”

Husain bin Ali juga pernah berkata, “Barangsiapa percaya pada baiknya pilihan Allah, maka dia tidak akan pernah mengharapkan selain yang telah dipilihkan Allah untuknya.”

Al-Fudhail juga berkata, “Ridha itu lebih mulia daripada zuhud dari dunia karena orang yang ridha tidak akan mengharapkan posisi yang lebih tinggi.”*/Syaikh Khalid Sayyid Rusyah, dari bukunya Nikmatnya Beribadah. [Tulisan berikutnya]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AllahRidha
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Teriak Akan Meledakkan Diri Seorang Pria Dipukuli Jamaah Masjid Adana Turki
Tulisan selanjutnya Ridha Kepada Allah (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?