Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Sekeluarga Selamat dari Tsunami setelah Batalkan Nonton Band

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Desember 2018 21:55 9:55 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Desember 2018 21:55
Bagikan
Nina mengungsi di sebuah masjid di Pandeglang, Banten.
Bagikan

Hidayatullah.com– Langit di Pandeglang, Sabtu (22/12/2018), nampak begitu cerah. Matahari mengeluarkan sinar terangnya tanpa malu, tidak seperti hari-hari sebelumnya.

“Wah enak nih hari ini cerah. Jemuran bisa kering,” canda warga Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten. Maklum, kawasan Pandeglang beberapa hari terakhir selalu diguyur hujan dan angin besar. Maka saat mentari mulai muncul dari persembunyiannya, warga senang bukan kepalang.

Kendati demikian, mereka tetap merasa awas, sebab Gunung Anak Krakatau beberapa kali berdentum dengan keras. “Tumben ya Anak Krakatau letusan dan getarannya besar bener. Gak kayak biasanya. Bisa takut nih wisatawan. Tahun baru bakal sepi,” komentar mereka.

Baca: Pengalaman Spiritual Relawan Tsunami Banten

Namun, aktivitas berlangsung seperti biasa, tanpa kekhawatiran apa-apa. Pun, mumpung cuaca hari itu begitu cerah, salah satu warga Desa Caringin, Nina (28) berniat menghadiri Festival Selancar Carita dengan keluarga. Mereka ingin memanfaatkan waktu liburan bersama sebelum kembali bekerja.

Belum sempat mereka menikmati suasana pantai, tiba-tiba saja keponakan Nina yang bernama Al-Fariz, berlaku tidak seperti biasanya. Ia sangat rewel. Berbagai cara dilakukan untuk menenangkan, tapi tetap tidak berhasil. Tak sabar karena Al Fariz tak kunjung tenang bahkan saat mereka sudah sampai pantai, mereka pun memutuskan pulang. Padahal, acara sudah mencapai puncak.

Baca Juga

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

“Serius mau pulang? Kan masih ada hiburan band,” salah seorang keluarga Nina merasa ragu. Namun, akhirnya mereka pulang juga karena Al Fariz sudah merengek. Tepat satu jam sebelum tragedi itu, mereka memutuskan meninggalkan Festival Selancar Carita. Tanpa tahu, bencana begitu dekat di belakang mereka.

Dan benarlah, pukul 22.00 WIB, dentuman suara Anak Krakatau terdengar sangat keras.

Baca: Konser di Pantai, Grup Band Seventeen Diterjang Tsunami

Boooommmm! Boooommmm! Suaranya menggema, membuat jantung berdebar sangat kencang karena terkejut. Dentuman yang lebih keras dari suara pagi tadi. Ini diikuti dengan air laut yang mendadak surut, bahkan hingga sejauh 20 meter dari bibir pantai.

Lalu, tanpa bisa dibayangkan, gelombang air naik. Ombaknya bergulung-gulung, menjulang setinggi 17 meter dengan suara gemuruh yang memekakan telinga. ZRASSS! Gulungan ombak seketika menghantam kawasan Pantai Carita dan Tanjung Lesung. Tanpa pandang bulu, ia melibas benda apapun di depannya. Rumah-rumah, mobil, hingga menelan manusia ke dalam air.

Yang bertahan di dalam pusaran ombak, berusaha menggapai apapun untuk berjuang hidup. Dengan tubuh babak belur dihantam batang pohon, hingga menabrak dinding rumah warga, mengerahkan diri sekuat tenaga untuk lepas dari jeratan gelombang ombak.

“Tsunami! Tsunami!” teriak orang-orang yang berlari lebih dulu saat menangkap tanda-tanda bencana. Masyarakat berlari kencang ke tempat yang lebih tinggi. Tak terpikir menyelamatkan harta benda, semua orang sibuk menyelamatkan diri.

Baca: Masyarakat Diminta Hindari Pesisir Pantai Selat Sunda Radius 1 KM

Semua kisah itu Nina dengar dari kawannya yang bekerja di sebuah restoran dekat Pantai Carita. Melalui telepon, ia terengah memberi kabar bahwa tsunami datang. “Cepat Nin mengungsi, air pasang sangat tinggi!” perintah teman Nina, yang juga tengah berjuang menghindari tsunami.

Tanpa ba-bi-bu, Nina segera memboyong kedua orangtua, adik, anaknya untuk lari ke tempat yang lebih tinggi. Mereka berdiam di Masjid Al Hidayah, mengevakuasi diri bersama orang-orang lainnya yang menyelamatkan diri.

“Pantas tadi Fariz rewel, udah firasat mungkin ya anak kecil,” katanya.

Qadarullah, Nina dan keluarga bisa selamat dari terjangan tsunami. Kini, meski dengan kondisi syok, ia masih mengungsi dari kediamannya guna menanti sampai kondisi kondusif dan aman untuk kembali.* (Tommy/INA News Agency)

Baca: Khawatir Tsunami, Warga Pandeglang Menginap di Masjid

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BantenbencanaerupsiGunung Anak KrakatauPandeglangtsunami Bantentsunami Selat Sunda
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wantim MUI Minta Pemerintah China Undang Ormas Islam ke Xinjiang
Tulisan selanjutnya Amnesty: Komitmen Jokowi Jamin Akuntabilitas Penembakan Paniai Belum Terlaksana

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Feature

Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

20 Maret 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?