Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Perempuan Non Muslim Ambil Bagian Hari Hijab Sedunia

Ahmad
Terakhir diupdate: 27 Desember 2018 15:42 3:42 pm
Ahmad
Dipublikasikan 27 Desember 2018 15:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com--Kampanye Hari Hijab Sedunia 2019 siap diluncurkan pada hari Rabu, yang bertujuan untuk mendorong perempuan untuk menyuarakan pilihan mereka untuk mengenakan jilbab, menurut pendiri acara tahunan ini.

“#FreeInHijab adalah tagar yang sangat dibutuhkan untuk situasi global kita saat ini, di mana perempuan berjilbab diberi label oleh media sebagai kaum tertindas dan secara simbolis dipenjara,” kata Nazma Khan kepada Anadolu Agency dalam sebuah wawancara eksklusif menjelang peluncuran kampanye.

“Melalui hashtag ini, perempuan didorong untuk menyuarakan pilihan mereka mengenakan jilbab, dengan demikian bisa menghilangkan kesalahpahaman umum,” tambah Khan.

Hari Hijab Sedunia, dimulai pada 2013 untuk mendorong perempuan dari semua agama dan latar belakang mengenakan jilbab untuk mendukung perempuan Muslim.

Baca: Kampus-kampus AS Adakan “Hari Hijab Sedunia

Hari tersebut dirayakan di seluruh dunia setiap tahun pada 1 Februari.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada 2017, Hari Hijab Sedunia menjadi sebuah organisasi nirlaba, dengan misi untuk memerangi diskriminasi terhadap perempuan Muslim melalui kesadaran dan pendidikan.

Khan mengatakan moto untuk kampanye 2019 adalah “Mematahkan Stereotip, Menghapuskan Batas”, yang juga mencakup promosi Hari Hijab Sedunia secara global baik online maupun offline.

Menurutnya, motif di balik penciptaan hari itu adalah kesulitan yang dia hadapi karena jilbabnya ketika dia tumbuh dewasa di kota New York.

“Saya terus-menerus diganggu di sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Diskriminasi meningkat setelah 9/11,” katanya, mengingat kembali serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat.

Baca:  International Hijab Solidarity Day, Momentum Muslimah Pede Berhijab

“Setiap hari, saya mengalami tantangan yang berbeda dengan hanya berjalan di jalanan; Saya dikejar, diludahi, dikelilingi oleh preman, disebut teroris, Osama bin Laden, dan lain sebagainya” katanya.

Dia menambahkan bahwa perlakuan itu menghancurkannya dan dia tidak ingin orang lain mengalami hal yang sama.

“Oleh karena itu, saya berpikir sendiri, jika saya bisa mengundang saudara-saudara perempuan dari semua agama dan latar belakang untuk berjalan di posisi saya hanya untuk sehari, mungkin segalanya akan berubah,” katanya.

Dengan demikian, lahirlah ide tentang Hari Hijab Sedunia ini.

Dia mengatakan perempuan yang mengenakan jilbab selama satu hari dalam solidaritas itu akan memberikan gambaran tentang hal-hal yang dihadapi perempuan berhijab setiap harinya.

“Mungkin, pengalaman satu hari ini akan membuat mereka melihat jilbab dengan cara yang berbeda,” tambahnya.

Khan mengatakan ada banyak batu loncatan dalam lima tahun terakhir dan salah satunya adalah pengakuan hari itu oleh negara bagian New York pada 2017.

“Pada tahun yang sama, Dewan Rakyat Inggris juga mengadakan acara untuk memperingati hari itu, di mana Perdana Menteri Theresa May juga hadir,” tambahnya.

Baca:  Peringati Hari Hijab Sedunia, LDK Syahid Bagikan Jilbab Syar i

Pada 2018, Parlemen Skotlandia juga menyelenggarakan pameran tiga hari untuk memperingati hari itu, sementara Filipina juga mengambil langkah-langkah untuk menyatakan 1 Februari sebagai hari hijab nasional.

“Dengan pengakuan yang disebutkan sebelumnya oleh badan-badan pemerintah, gerakan kami terus berusaha untuk mengurangi diskriminasi gender,” kata Khan.

Menanggapi tuduhan menyebarkan ideologi politik Islam, Khan mengatakan tidak ada keterlibatan politik dalam gerakan ini yang mencoba meningkatkan kesadaran tentang perempuan yang menjadi sasaran tidak adil hanya karena mereka memilih untuk mengenakan jilbab.

“Ini murni hanya untuk meningkatkan kesadaran,” tegasnya.

Baca:  Fahira Idris akan Gelar Konferensi Solidaritas Hijab Indonesia

Dia mengatakan bahwa Hari Hijab Sedunia adalah organisasi nirlaba dan berbasis sukarela, menambahkan bahwa kegiatan ini telah membawa perubahan positif dalam kehidupan banyak orang.

“Kami melihat ibu-ibu non-Muslim menerima anak perempuan Muslim mereka dengan mencoba merasakan apa yang mereka alami dengan mengenakan jilbab selama sehari,” katanya, seraya menambahkan bahwa orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat mendukung solidaritas ini.

“Cerita seperti ini terus berlanjut dan hanya perlu satu hari. Ini untuk mengingatkan siapa pun yang ingin mengubah dunia, bahwa kita hanya membutuhkan satu hari,” tambah Khan.

Dia menekankan bahwa hari itu berfungsi sebagai pengingat untuk menjadi seorang Muslim yang memiliki tanggung jawab untuk perbaikan masyarakat pada umumnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:#FreeInHijabHari Hijab Seduniahijabjilbab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jelang pemilu, Parlemen Israel Sepakat Bubarkan Diri
Tulisan selanjutnya LPAI Dorong Pemerintah Bentuk Seksi Perlindungan Anak Tingkat RT

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?