Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Data Ribuan Pengidap HIV Dicuri dari Singapura oleh Pria Homo Amerika

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Januari 2019 10:26 10:26 am
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Januari 2019 10:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Data rahasia perihal lebih dari 14.000 orang yang terdiagnosa mengidap HIV penyebab AIDS, termasuk orang asing, telah dicuri di Singapura dan dibocorkan di internet.

Pihak berwenang hari Senin (28/1/2019) mengungkap perihal pencurian data pasien HIV tahun 2016 itu, lapor BBC. Mereka berkeyakinan seorang pria warga Amerika Serikat pengidap HIV yang kekasihnya adalah seorang dokter senior di Singapura merupakan pelaku dari pembocoran informasi rahasia itu. Pihak berwenang mengatakan informasi rinci 5.400 orang Singapura dan 8.800 orang asing bertanggal sampai Januari 2013 yang diambil oleh pencuri. Data tersebut mencakup nama, alamat, status HIV dan informasi medis lain. Pencurian ini terjadi hanya beberapa bulan setelah data 1,5 juta orang Singapura, termasuk Perdana Menteri Lee Hsien Loong, dicuri tahun lalu

Sampai tahun 2015, orang asing pengidap HIV dilarang mengunjungi negara kota itu, bahkan sekedar untuk berwisata.

Namun sekarang, siapa saja yang bermaksud tinggal di negara itu selama lebih dari 90 hari, termasuk untuk bekerja, diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan mereka tidak mengidap HIV.

Pihak berwenang menyakini pria warga negara Amerika Serikat berusia 33 tahun bernama Mikhy Farrera-Brochez yang tinggal di Singapura sejak 2008 adalah orang dibalik pencurian data tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pria itu adalah bekas pasangan sesama jenis Ler Teck Siang, mantan kepala Unit Kesehatan Masyarakat Nasional di Kementerian Kesehatan Singapura, yang divonis bersalah membantu Farrera-Brochez memalsukan catatan medisnya agar status HIV-positifnya tidak diketahui.

Pihak berwenang mengatakan Ler menyodorkan sampel darahnya sendiri dan diberi label sebagai milik Farrera-Brochez agar pria gay asal Amerika itu bisa masuk ke Singapura.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Kesehatan Singapura menyalahkan Ler atas pencurian data itu, menudingnya tidak mematuhi prosedur penanganan data rahasia.

Meraka mengatakan bahwa pertama kali diberitahu pada tahun 2016 bahwa pria homoseksual itu kemungkinan menyimpan data rahasia milik pemerintah, tetapi menyangka bahwa semua sudah disita dan diamankan oleh polisi.

Kementerian mengatakan bahwa pada 22 Januari tahun ini mereka diberitahu bahwa Farrera-Brochez bisa jadi masih menyimpan data pasien positif HIV.

Sekretaris Tetap Kementerian Kesehatan Chan Heng mengatakan bahwa pihak berwenang meyakini bahwa Farrera-Brochez berada di luar Singapura, tetapi tidak mengetahui di mana keberadaannya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wartawan Hidayatullah Latih Jurnalistik di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ambon
Tulisan selanjutnya Tagar #SaveAhmadDhani #AhmadDhaniKorbanRezim Membahana

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’

Berita
28 September 2026 06:00
Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta
Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas

Terbaru

  • Intelijen Inggris Peringatkan Akademisi Supaya Putuskan Hubungan dengan Institusi China
  • Pentagon Bilang Pasukan Amerika Serikat dan Sekutunya Resmi Mengakhiri Misi di Iraq
  • Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi
  • Jika Bumi Menutup Semua Pintu, Ketuklah Pintu Langit!
  • Iran Gantung Dua Demonstran Antipemerintah
  • Iseng Buat Gambar Buaya di Waduk Pakai AI Pria di Singapura Terancam Penjara
  • Mahathir Mohamad Dilarikan ke RS Sehari setelah Istri Meninggal Dunia
  • Gagal Bunuh Petinggi Hamas di Qatar, ‘Israel’ Kembali Tebar Ancaman Pembunuhan
  • Keadilan dan Kemanusiaan di Balik Jeruji Besi
  • Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?