Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Paus Fransiskus Mengakui Rohaniwan Katolik Jadikan Biarawati Budak Seks

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Februari 2019 20:06 8:06 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Februari 2019 19:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Paus Fransiskus mengakui bahwa para rohaniwan di lingkungan Gereja Katolik melakukan pelanggaran seksual terhadap para biarawati, dan dalam satu kasus perempuan-perempuan itu bahkan dipelihara sebagai budak seks.

Dilansir BBC Rabu (6/2/2019), Paus Fransiskus mengatakan bahwa pendahulunya, Paus Benediktus, pernah memaksa menutup keseluruhan kongregasi biarawati yang dicabuli oleh para pendeta.

Ini merupakan yang pertama kalinya Paus Fransiskus mengakui bahwa memang terjadi pelanggaran seksual terhadap biarawati oleh para rohaniwan Katolik.

Dia mengatakan bahwa Gereja Katolik berusaha mengatasi masalah itu, tetapi “upaya tersebut masih terus berlanjut.”

Bulan November 2018, organisasi global yang menaungi para biarawati mengecam “budaya tutup mulut dan kerahasiaan” di lingkungan gereja yang membuat mereka tidak dapat bersuara.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Berbicara kepada para reporter saat melakukan kunjungan bersejarah ke Timur Tengah, hari Selasa (5/2/2019), pemimpin tertinggi Katolik Roma itu mengakui bahwa Gereja memiliki masalah, yang berakar dari “memandang wanita sebagai kelas kedua.”

Dia mengatakan para pendeta dan uskup sejak dulu mencabuli para biarawati, dan Gereja mengetahui “skandal” itu dan “berusaha menanggulanginya”, seraya menambahkan bahwa sejumlah rohaniwan telah diberhentikan dari jabatannya karena kasus tersebut.

“Itu adalah jalan yang kita berada di dalamnya,” kata Paus Fransiskus.

Lebih lanjut dia mengatakan, “Paus Benediktus memiliki keberanian untuk membubarkan sebuah kongregasi wanita yang pada level tertentu, karena perbudakan terhadap wanita ini – ya perbudakan, bahkan sampai pada perbudakan seksual– sudah menjadi bagian dari para rohaniwan atau pendirinya.”

Paus Fransiskus mengatakan bahwa pelanggaran seksual terhadap para biarawati merupakan masalah yang terus terjadi, tetapi terjadi kebanyakan di “kongregasi tertentu, terutama di kalangan yang baru-baru.”

“Menurut saya hal itu masih terjadi, karena meskipun sekarang anda sudah mengetahuinya tidak lantas hal itu lenyap begitu saja,” kata Paus Fransiskus.

Kongregasi yang dibubarkan oleh Paus Benediktus pada tahun 2005 adalah Community of St. Jean, yang berada di Prancis. Demikian dikatakan oleh Alessandro Gissoti dan kantor pers Vatikan kepada CBS News seperti dilansir BBC.

Pada tahun 2013, Community of St. Jean mengakui bahwa para pendeta berperilaku “dengan cara yang bertentangan dengan kesucian” terhadap sejumlah wanita di komunitas itu, menurut koran Katolik Roma di Prancis La Croix.

Dalam kasus terpisah di India tahun 2018, seorang uskup ditangkap dengan tuduhan memperkosa seorang biarawati sebanyak 13 kali antara tahun 2014 dan 2016. Uskup Branco Mulakkal, yang memimpin keuskupan di Jalandar di negara bagian Punjab, membantah tuduhan itu.

Di Chile, laporan perihal pencabulan terhadap para biarawati oleh para pendeta membuat Vatikan merasa harus bertindak melakukan investigasi tahun lalu. Para wanita yang melaporkan kasus-kasus itu dikabarkan didepak dari komunitasnya setelah mengungkap masalah tersebut.

Tahun 2018, kantor berita Associated Press melaporkan kasus-kasus kejahatan seksual terhadap biarawati di Italia dan Afrika.

Beberapa hari sebelum Paus Fransiskus mengungkap masalah di atas, majalah wanita terbitan Vatikan, Women Church World, mengecam pelanggaran-pelanggaran seksual itu, dengan mengatakan bahwa dalam sebagian kasus biarawati dipaksa menggugurkan janin hasil dari perbuatan seks dengan para pendeta, padahal aborsi terlarang dalam ajaran Katolik.

Pemimpin redaksi majalah itu, Lucetta Scaraffia, mengatakan bahwa pengakuan Paus Fransiskus akan masalah tersebut “dapat membantu”, tetapi dia memperingatkan bahwa Gereja masih perlu bertindak.

“Apabila Gereja masih saja terus menutup mata terhadap skandal ini … kondisi penindasan terhadap wanita di gereja tidak akan pernah berubah,” tulisnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rwanda Akan Jual Gas Metana dari “Danau Pembunuh” ke Rakyat
Tulisan selanjutnya Mengenang ‘Gulja’s Massacre’ 5 Februari 1997

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?