Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rwanda Akan Jual Gas Metana dari “Danau Pembunuh” ke Rakyat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Februari 2019 18:53 6:53 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Februari 2019 18:53
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Rwanda hari Selasa (5/2/2019) mengatakan sudah menandatangani kesepakatan bernilai $400 juta untuk memproduksi gas dalam tabung yang diambil dari Danau Kivu, salah satu danau berbahaya di Afrika yang dijuluki “Killer Lake” (Danau Pembunuh) karena mengeluarkan kabut gas metana yang dapat membunuh makhluk hidup.

Proyek yang akan digarap Gasmeth Energy –perusahaan yang dimiliki oleh pengusaha Amerika Serikat dan Nigeria serta rakyat Rwanda– itu akan menyedot gas dari dasar danau lalu dikemas dalam tabung untuk dipakai sebagai bahan bakar. Dengan begitu diharapkan jumlah gas beracun yang berpotensi naik ke permukaan diharapkan bisa berkurang.

Kesepakatan untuk jangka waktu tujuh tahun itu diteken hari Jumat (1/2/2019) dan diumumkan hari Selasa (4/2/2019), lapor Reuters.

Rwanda sebelumnya sudah memiliki dua perusahaan yang mengekstrak gas dari Danau Kivu untuk dipakai sebagai pembangkit listrik.

Clare Akamanzi, pimpinan eksekutif Rwanda Development Board, mengatakan kepada Reuters bahwa pengemasan gas itu akan membantu mengurangi ketergantungan rakyat terhadap kayu dan batu bara sebagai bahan bakar. Keduanya adalah bahan bakar yang paling banyak dipakai oleh warga dan pabrik teh di negara Afrika Timur berpenduduk 12 juta jiwa itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami berharap dapat menggunakan gas yang harganya terjangkau dan lebih ramah lingkungan,” kata Akamanzi.

“Kami berharap rakyat menggunakan gas dan bukan batu bara, demikian pula dengan pabrik-pabrik teh yang menggunakan kayu bakar agar diganti dengan gas. Itu merupakan bagian dari agenda hijau kami,” imbuhnya.

Gasmeth Energy mengatakan akan mendanai, membangun dan memelihara fasilitas ekstrasi, pengolahan serta kompresi gas metana untuk kemudian dijual di dalam dan luar negeri.

Akamanzi mengatakan gas dalam tabung akan mulai di jual dua tahun mendatang, seraya menambahkan bahwa harganya masih belum ditetapkan.

Di dasar perairan Danau Kivu, yang terletak di kawasan gunung berapi di perbatasan Rwanda dengan Republik Demokratik Kongo, muncul gas metana pekat yang dikhawatirkan sewaktu-waktu meledak dan menewaskan orang-orang di sekitarnya.

Di Kamerun juga ada danau serupa yang pernah mengeluarkan kabut putih dan menimbulkan ledakan berasal dari luapan gas metana yang menewaskan 1.800 orang.

Untuk menghindari bencana serupa, para pakar menyarankan agar gas dari Danau Kivu diambil dan dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Apabila dibiarkan, khawatir kelebihan gas akan meluap dan membahayakan masyarkat, mengingat penduduk di sekitar Danau Kivu jauh lebih banyak dibanding danau serupa yang ada di Kamerun.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menhan Chad: Serangan Udara Prancis Menarget “Teroris” di Chad
Tulisan selanjutnya Paus Fransiskus Mengakui Rohaniwan Katolik Jadikan Biarawati Budak Seks

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?