Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Paus Mati Terdampar di Filipina Makan 40 Kg Plastik

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Maret 2019 19:19 7:19 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Maret 2019 05:20
Bagikan
Seekor ikan paus [inzet] mati terdampar di Filipina makan 40kg plastik.
Bagikan

Hidayatullah.com–Seekor paus muda yang terdampar di pantai Filipina mati akibat “gastric shock” setelah memakan 40 kilogram plastik.

Pakar biologi laut dan relawan dari D’Bone Collector Museum di Davao City, Kepulauan Mindanao, terkejut mengetahui penyebab kematian paus yang bagian moncongnya agak melengkung itu yang terdampar di pantai pada hari Sabtu, lapor The Guardian hari Senin (18/3/2019).

Dalam pernyataan bernada kecaman, di laman Facebook pihak museum mengatakan bahwa dari hasil autopsi di dalam perut paus tersebut ditemukan plastik 40 kg, terdiri antara lain 16 karung beras, 4 karung yang biasa dipakai di perkebunan pisang, serta berbagai macam tas belanja.

Ahli-ahli biologi dari D’Bone Collector Museum yang melakukan autopsi mengatakan bahwa plastik tersebut “terbanyak yang pernah kami temukan dalam perut seekor paus.”

“Sangat menjijikkan,” imbuh mereka. “Pemerintah harus mengambil tindakan terhadap mereka yang menjadikan aliran air (sungai) dan lautan sebagai tempat pembuangan sampah.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Penggunaan kantong plastik sangat merajalela di kawasan Asia Tenggara. Dalam laporan tahun 2017 yang dibuat Ocean Conservancy menyebutkan bahwa China, Indonesia, Filipina, Thailand dan Vietnam membuang sampah plastik ke laut lebih banyak dibanding jumlah yang dibuang oleh gabungan negara lainnya sedunia.

Pakar biologi laut Darrell Blatchley, pemilik D’Bone Collector Museum, mengatakan bahwa selama 10 tahun terakhir mengkaji kematian paus dan lumba-lumba, mereka mendapati 57 ekor di antaranya mati karena akumulasi plastik di dalam perutnya.

Pada bulan Juni 2018, seekor paus yang ditemukan mati di pantai selatan Thailand dalam perutnya terdapat lebih dari 80 kantong plastik seberat 8 kilogram.

Para ahli memperkirakan sekitar 300 ekor hewan laut termasuk paus pilot, penyu dan lumba-lumba mati setiap tahun di perairan Thailand akibat makan plastik.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Imbau Umat Islam Shalat Ghaib untuk ‘Syuhada Selandia Baru’
Tulisan selanjutnya Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev Meletakkan Jabatan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia

Berita
11 Juni 2026 11:24
Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia
Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?