Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Yahudi Ethiopia: Perdana Menteri ‘Israel’ ‘Rasis’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Maret 2019 09:09 9:09 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Maret 2019 09:15
Bagikan
Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu.
Bagikan

Hidayatullah.com–Di hari Ahad pagi yang cerah sebuah perhelatan doa bersama khidmat bergema melalui sinagog kecil di Lamberet, lingkungan yang berdekatan dengan kedutaan ‘Israel’ di ibukota Ethiopia, Addis Ababa.

“Tuhan, sertai kami, tuntun kami ke Tanah yang Dijanjikan,” kata rabbi, dengan tangan terentang ke langit di depan jemaat.

Para perempuan muda dan tua menggenakan pakaian tradisional Ethiopia berwarna putih dan laki-laki menggenakan selendang dan topi ibadah Yahudi dengan lantang meneriakkan: “Amin!”

Andualem Wugu, pemimpin komunitas Yahudi Ethiopia di Addis Ababa mengatakan pada Anadolu Agency bahwa anggota komunitasnya telah secara rutin berdoa memohon bantuan Tuhan untuk berimigrasi ke ‘Israel’ selama 2 dekade terakhir.

“Dalam kepercayaan kami, semakin kita memohon bantuan Tuhan semakin Dia mendengar dan menjawab” katanya, menambahkan: “Kami yakin, Tuhan tidak akan berdiam diri sementara Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu yang rasis membuat kami mendekam di sini.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebuah masyarakat kuno

Dari semua penampilannya, laki-laki dan perempuan yang menghadiri ibadah itu adalah rakyat Ethiopia biasa. Penampilan fisik mereka, pakaian, cara salam, etiket dan bahasa yang mereka gunakan, Amharik, tidak memperlihatkan keyakinan mereka. Mereka bahkan tidak berbicara bahasa Ibrani.

Wugu mengatakan ini adalah hasil alami dari sejarah Yahudi Ethiopia terbentang dua milenium hingga saat ini, yang telah tinggal di wilayah Gander, Wollo, dan Tigray di bagian utara negara tersebut.

Wugu menekankan bahwa meskipun kesamaan itu, komunitas Yahudi mereka mempunyai budaya, agama, dan negara mereka sendiri.

“Agama kami adalah Yudaisme, dan negara kami adalah Zion, ‘Israel’,” katanya.

Mengisahkan berbagai teori tentang asal usul kelompoknya, Wugu mengatakan secara luas diyakini itu berasal dari orang-orang Yahudi yang tinggal di Kerajaan Levantin kuno Yehuda dan dipaksa untuk mundur ke Mesir pasca penaklukan Babilonia di Jerusalem (Baitul Maqdis) yang mengakibatkan kehancuran Kuil Pertama pada tahun 586 SM.

“Dari Mesir, nenek moyang kami mengikuti sungai Nil dan mencapai Ethiopia utara,” tambah Wugu.

Selama perjalanan sejarah, Wugu mengklaim bahwa Yahudi Ethiopia mengalami asimilasi paksa, persekusi, dan marjinalisasi secara berturut-turut di bawah pemerintahan Ethiopia.

“Misalnya, para pengikut Gereja Ortodox Ethiopia telah melabeli kami sebagai pembunuh Kristus yang tidak bermoral, dukun dan orang asing,” tambahnya.

Anggota komunitasnya baru dapat hak yang setara untuk mempraktikkan agama mereka pada tahun 1991, Wugu mencatat.

Pengucilan dan rasisme

Selama tiga dekade terakhir, pemerintah ‘Israel’ berturut-turut memperbolehkan Yahudi menetap di ‘Israel’ dengan persetujuan rekan pemerintah Ethiopia mereka dan melalui operasi rahasia oleh dinas keamanan ‘Israel’ yang mengangkut ribuan Yahudi Ethiopia dari Ethiopia Utara dan kamp-kamp pengungsi di Sudan.

Sekitar 135.000 Yahudi Ethiopia saat ini tinggal di ‘Israel’, sementara 8.000 di Addis Ababa dan Gander menunggu perizinan dari Tel Aviv untuk berangkat.

Selama 20 tahun terakhir, beberapa telah dibawa ke ‘Israel’ setelah proses penyaringan yang panjang, seringkali terganggu oleh pembekuan panjang, kata Melese Sidisto, yang mengepalai komunitas Yahudi Ethiopia.

“Kami terpisah dari keluarga kami, dan sengaja dibuat hidup dalam keputusasaan dan kemiskinan,” katanya, menegaskan bahwa otoritas ‘Israel’ tidak mau “menyerap dan merangkul orang Yahudi berkulit hitam.”

Zionis ‘Israel’ pada tahun 2015 telah memutuskan untuk mengizinkan sekitar 8.000 Yahudi Ethiopia yang tersisa yang diklasifikasikan sebagai Falash Mura untuk bermigrasi ke ‘Israel’. Meskipun begitu, menurut kode hukum keagamaan ‘Israel’, Falash Mura adalah keturunan Yahudi Ethiopia yang masuk agama Kristen. Jadi, ‘Israel’ tidak mengakui mereka sebagai Yahudi.

Segera setelah keputusan pada tahun 2015 itu, Wugu mengatakan seluruh proses telah ditunda karena kekurangan dana.

Dia mengatakan Netanyahu telah membuat janji-janji palsu kepada Yahudi Ethiopia selama bertahun-tahun, sambil menarik orang Yahudi dari Eropa untuk bermigrasi ke ‘Israel’.

“Kami memiliki saudara laki-laki, perempuan yang terbukti Yahudi dan tinggal di ‘Israel’. Bagaimana mungkin kami tidak Yahudi?” seru Wugu, berargumen bahwa ini mewakili kebijakan pengucilan disengaja Yahudi Ethiopia.

“Ini adalah rasisme dan Netanyahu adalah seorang rasis,” tambahnya.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Benjamin NetanyahuEthiopiaisraelkristenPerdana Menteri IsraelrasisyahudiYahudi EropaYahudi Ethiopia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sikap Pemimpin Terhadap Jabatan
Tulisan selanjutnya Wiranto mau Pakai UU Terorisme Lawan Hoax, Fadli Zon: itu Ngawur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?