Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PBB: Teror di Masjid Christchurch Islamofobia

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Maret 2019 10:11 10:11 am
Ahmad
Dipublikasikan 23 Maret 2019 10:08
Bagikan
Korban aksi terorisme penembakan brutal di Selandia Baru, Jumat (15/03/2019).
Bagikan

Hidayatullah.com–Pakar hak asasi manusia PBB pada Kamis menyebut serangan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, sebagai “Islamofobia”.

Tendayi Achiume, pelapor khusus PBB tentang rasisme, dan Michal Balcerzak, ketua kelompok kerja tentang orang-orang keturunan Afrika, merilis pernyataan bersama itu saat peringatan Hari Penghapusan Diskriminasi Rasial Sedunia.

“Pekan lalu, seorang supremasi kulit putih melancarkan aksi teroris Islamofobia di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, hingga menewaskan 50 orang dan melukai banyak orang lainnya,” kata mereka dalam pernyataan itu.

“Peristiwa tragis ini mengingatkan kita bahwa rasisme, xenofobia, dan kebencian religius sangat berbahaya,” tambah mereka dengan menekankan bahwa kekerasan rasial dan diskriminasi berasal dari ideologisme etno-nasionalis dan supremasi.

Baca: Masyarakat Dunia diimbau Kampanyekan ‘Stop Islamofobia’

Para ahli mendesak negara-negara anggota PBB untuk merespons masalah ini dengan serius, menjamin kesetaraan ras, dan mengadopsi kebijakan yang akan melindungi warga.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mereka juga mendesak orang-orang untuk melawan rasisme, xenophobia, dan bentuk intoleransi keberagaman lainnya.

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Selasa mendesak Barat untuk menentang rasisme, xenofobia, dan Islamofobia setelah serangan teror di Selandia Baru.

Erdogan mengatakan setelah pembantaian Christchurch, Barat memiliki “tanggung jawab tertentu,” dalam sebuah artikel yang diterbitkan di Washington Post.

“Masyarakat dan pemerintah Barat harus menolak normalisasi rasisme, xenofobia, dan Islamofobia, yang telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir,” katanya.

“Sangat penting untuk menetapkan bahwa ideologi yang bengkok seperti itu, seperti anti-semitisme, merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.”

Setidaknya 50 Muslim terbunuh ketika seorang teroris menembaki jamaah selama shalat Jumat di masjid An-Noor dan Linwood di Christchurch.

Brenton Harrison Tarrant, warga Australia berusia 28 tahun, didakwa melakukan pembantaian.

“Kita harus menjelaskan semua aspek dari apa yang terjadi dan sepenuhnya memahami bagaimana teroris menjadi radikal dan hubungannya dengan kelompok-kelompok teroris untuk mencegah tragedi di masa depan,” kata Erdogan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ChristchurchislamofobiaislamophobiaPBBSelandia BaruTeror di Masjid Selandia Baru
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Trump Akan Akui Pencaplokan Dataran Tinggi Golan oleh ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Sandi Dorong Santri Jadi Pemain dalam Industri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Berita
28 Agustus 2026 12:20
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?