Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Misi Shakti: Awas Ada Sampah Satelit India!

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Maret 2019 18:36 6:36 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Maret 2019 05:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pejabat sementara Menteri Pertahanan Amerika Serikat memperingatkan bahwa uji coba senjata antisatelit (ASAT) dapat menimbulkan “kekacauan” di antariksa setelah India menghancurkan salah satu satelit miliknya hari Rabu (27/3/2019).

Patrick Sanahan mengatakan Amerika Serikat masih mempelajari uji coba yang dilakukan India tersebut, yang menurut pemerintah Delhi dilakukan di orbit rendah bumi agar tidak menyisakan sampah di luar angkasa, lapor BBC Kamis (28/3/2019).

India merupakan negara keempat di dunia yang melakukan uji coba ASAT. Sebelumnya, China menimbulkan kecemasan internasional dengan uji coba serupa pada tahun 2007.

“Pesan saya: kita semua hidup di antariksa, mari jangan membuat kekacauan. Antariksa seharusnya menjadi tempat di mana kita berbisnis. Antariksa merupakan tempat di mana orang seharusnya memiliki kebebasan untuk beroperasi,” kata Shanahan kepada para reporter menyusul uji coba yang dilakukan India.

Serpihan dari uij coba semacam itu dapat membahayakan operasi satelit sipil dan militer, serta bertabrakan dengan benda-benda lain di luar angkasa. Namun, India mengatakan bahwa pihaknya dengan sengaja melakukan uji coba “Misi Shakti” di laposan atmosfer bagian bawah, di ketinggian 300 km, guna memastikan tidak ada serpihan dan apapun yang tersisa akan “membusuk dan kembali jatuh ke bumi dalam hitungan pekan.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Itu kenapa kami melakukannya di ketinggian rendah, benda itu akan lenyap seketika,” kata G Satheesh Reddy, kepala Organisasi Riset dan Pengembangan Pertahanan India, kepada Reuters dalam sebuah wawancara.

“Pecahannya sedang bergerak sekarang. Ada berapa banyak pecahan, kami sedang berusaha mengetahuinya, tetapi menurut perhitungan kami benda itu seharusnya jatuh dalam kurun 45 hari.”

Sejumlah pakar meragukan klaim India tersebut, dengan mengatakan bahwa jalur jatuhnya pecahan satelit itu sulit dikontrol. Militer Amerika Serikat saat ini sedang memantau lebih dari 250 pecahan dari uji coba yang dilakukan India tersebut, lapor Reuters mengutip seorang jubir Pentagon.

Amerika Serikat melakukan uji coba ASAt pertama kali pada tahun 1959.

Uji coba ASAT yang dilakukan China pada tahun 2007, yang menghancurkan sebuah satelit tak berfungsi di ketinggian 865 km, menyisakan puing-puing besar di orbit bumi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Angkatan Laut Uni Eropa Tangguhkan Patroli Penyelamatan Migran di Laut Tengah
Tulisan selanjutnya Tok! Legislator Uni Eropa Setuju Larangan Plastik Sekali Pakai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam

Terbaru

  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?