Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Penelitian: Perwarna Rambut Akibatkan Kanker

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Januari 2004 20:23 8:23 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Januari 2004 20:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Komisi pengawas Eropa mengkritik industri pewarna rambut karena dianggap telah gagal memberikan rasa aman terhadap produk yang digunakan.

Berikut bukti adanya bahaya terhadap zat pewarna rambut itu, Persatuan Masyarakat Peneliti Kanker menasihatkan para pengguna untuk tidak menggunakan produk tersebut hingga penelitian telah selesai dilakukan.

Menurut laporan BBC, para peneliti menemukan dua zat kimia berbahaya yang kerap digunakan sebagai pewarna rambut, yaitu, ‘para-phenylenediamine’ dan ‘tetrahydro-6-nitroquinoxaline.’

Menurut saintis, seperti dikutip BBC, bahan kimia itu menunjukkan tanda-tanda yang mampu merusakkan bahan genetik tubuh manusia dan menyebabkan kanker terhadap hewan.

Kajian ini bukanlah pertama kali yang turut menyimpulkan efek bahaya akibat zat pewarna rambut yang selama ini selalu dikaitkan dengan artritik dan mengganggu tumbuhnya janin.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tahun lalu, para peneliti dari University of Southern California mendapati, wanita yang sering menggunakan pewarna rambut sekurang-kurangnya selama sebulan sekali menanggung risiko tiga kali untuk terjangkit kanker kandung kemih.

Para peneliti malah mendapati para penata rambut atau hairdresser sebagai orang yang sering terjangkit penyakit dan bahaya tersebut.

Bagaimanapun, hubungan antara kanker dengan pewarna rambut semi-permanen atau sementara belum ditemui.

Mengulas mengenai kegagalan industri rambut untuk menyediaan informasi yang diperlukan, Dr. Ian White yang mengetuai The Committee and a consultant Dermatologis, sebuah komisi dan konsultan dermantologi di Rumah Sakit St Thomas, London mengatakan, “Mereka belum memberikan informasi secukupnya mengenai bagaimana pewarna rambut digunakan dengan aman”.

“Alangkah mengejutkan, suatu produk yang mempunyai perbedaan besar dalam keperluan toksikologi tetapi masih berada di pasaran untuk diperjual-belikan”

Bagaimanapun, White menegaskan, produk tersebut berada di pasaran sejak dekade lalu dan hanya wanita yang menggunakannya dalam waktu yang lama dan terjangkiti risiko.

Menurut BBC, kanker kandung kemih telah menyerang lebih dari 13.600 penduduk di Inggris dalam setiap tahunnya dan telah membunuh 4850 orang.

Meski resiko dari zat pewarna rambut amatlah berbahaya, awal tahun 2000, bahan ini justru menjadi kembanggaan kawula muda Indonesia untuk bergaya. Tak heran bila di jalanan kerap ditemukan rambut warna-warni. (bbc/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pantas Coca-cola Diboikot
Tulisan selanjutnya Bantu Palestina, Imam Masjid Ohio Dituduh Teroris

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?