Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Ramadhan, Bulan Tarbiyah Amanah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 April 2019 18:33 6:33 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 April 2019 18:45
Bagikan
[Ilustrasi]
Bagikan

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” Q.S. Al-Baqarah : 183

 

KESYUKURAN yang luar biasa, sebab tahun ini, Allah masih memperkenankan kita untuk berjumpa kembali dengan bulan Ramadhan. Bulan yang di dalamnya tercurah karunia Allah yang luar biasa. Umpama; Dilipatgandakannya pahala ibadah, terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu lailatul qadr, pintu ampunan Allah dibuka seluas-luasnya, dan seterusnya.

Spesialnya lagi, bulan puasa kali ini datang, pasca Indonesia melaksanakan pemilihan umum yang sangat melelahkan dan menguras emosi. Mulai dari pemilihan DPRD sampai Presiden dan wakil presiden. Doa kita, semoga ibadah puasa ini menjadi wahana terbentuknya kepemimpinan yang amanah di negeri ini kedepannya.

Lho, apa kaitannya puasa dengan kepemimpinan amanah?

Baca Juga

Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja
Problem Pendidikan Islam

Berbeda dengan ibadah-ibadah lain seperti; shalat, haji, zakat yang pelaksanaannya diketahui orang lain. Puasa ibadah yang memiliki keunikan. Ia tersembunyi. Tidak tersiar. Hanya si pelaksana dan Allah semata lah yang mengetahui persis; apakah orang itu berpuasa atau tidak.

Karena itu, bila konsep jujur dan amanah dalam diri tidak menyala, maka bisa saja mengelabui banyak orang. Tak terkecuali keluarga. Umpama secara diam-diam dia meminum air, atau makan nasi sisa sahur saat rumah dalam keadaan sepi.

Ini baru satu aspek, lahiriah ibadah puasa. Sudah sedemikian tarbiyah pendidikan konsep amanah yang Allah berikan kepada hamba-Nya, melalui ibadah shiyam ini. Padahal puasa juga mencakup skup ruhiah juga. Lebih dahsyat. Karena menuntun kaum Muslimin untuk meninggalkan segala perbuatan tercela. Umpama; berdusta atau berkata keji.

Sungguh Allah telah menegaskan, tidak akan menerima puasa orang yang berperilaku demikian. Orang berpuasa tapi tidak mampu menahan diri dari keburukan. Maka upah bagi orang yang demikian itu, tidak lain hanyalah rasa lapar dan dahaga semata. Di sisi Allah ia tidak akan dapat apa-apa. Dengan kata lain; puasanya ditolak.

“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari)

Menjelaskan hadits di atas, Ibnu ‘Arabi menuturkan; Konsekuensi dari hadits tersebut, siapa saja yang telah melakukan dusta yang telah disebutkan, balasan puasanya tidak diberikan. Pahala puasa tidak ditimbang dalam timbangan karena telah tercampur dengan dusta.

Penyakit Akut

Soal kepemimpinan nan amanah, telah terjadi paradoksal di negeri ini. Betapa tidak; di negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, justru mempraktikkan perilaku culas yang membabi buta. Para pemimpin gampang sekali mengumbar janji. Tapi minus realisasi.

Lebih mengerikan, hal serupa menjalar ke ranah hukum. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa hukum yang dipraktikkan hari ini, tajam ke bahwa dan tumpul ke atas. Hukum hanya berlaku untuk orang-orang lemah. Namun ketika menyasar pihak penguasa, sangat lambat. Bahkan terkadang disengaja dipetimatikan.

Ini adalah segelintir bukti akan pudarnya konsep amanah yang tengah mewabah di negeri ini. Padahal, Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam, sangat mengecam perilaku culas semacam ini. Lebih-lebih bagi pemimpin dan penegak hukum. Karena akan menjauhkan pelaku dan negeri yang dipimpinnya dari rahmat Allah. Karena itu sangat dikecam.

Sabda Rasulullah; “Sesungguhnya manusia yang paling dicintai Allah pada hari kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah adalah seorang pemimpin yang adil. Sedangkan orang yang paling dibenci oleh Allah dan paling jauh kedudukannya dari Allah adalah seorang pemimpin yang zhalim.” (HR. Tirmidzi)

Sukses Ramadhan

Semua orang beriman tentu mengharapkan kesuksesan dalam pelaksanaan ibadah puasa. Ibarat sebuah madrasah, barometer kesuksesan, tidak hanya dinilai bagaiman murid menjawab dengan benar dan baik segala soal yang diberikan dalam ruang ujian.

Ujian terbesarnya, justru ketika murid itu telah keluar/tamat sekolah. Kembali ke masyarakat. Ketika ia survive, mampu mempraktikkan nilai-nilai yang diperolah semasa menimba ilmu di masyarakat, itulah murid sukses sejati.

Jadi ada kesinambungan antara masih di sekolah dengan kiprahnya di masyarakat. Pun demikian dengan ibadah puasa ini. Takwa menjadi predikat mereka yang sukses menjalankan ibadah puasa. Satu di antara cirinya; amanah. Karena ciri orang beriman, ia harus mampu memberikan rasa aman bagi orang lain, baik tindakan ataupun perkataannya. Dalam konteks kepemimpinan, itu hanya bisa dilakukan oleh pemimpin amanah.

Dan ini harus menjadi nilai kehidupan. Di mana pun dan kapanpun juga. Karena perintah untuk berperilaku demikian, tidak dibatasi skup ruang dan waktu. Pesannya; “Bertakwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada.” Bukan “Ketika Ramadhan (semata).” Justru pasca Ramadhan inilah, buah dari ibadah puasa itu diuji, hingga kahirnya bersua dengan Ramadhan pada tahun berikutnya.

Untuk itu mari kita bermunajat; semoga berkat ‘pelatihan’ konsep amanah yang tertuang dalam ibadah puasa ini, bisa membimbing para elite penguasa di negeri ini, menjadi pemimin-pemimpin amanah. Sehingga negeri yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini pun, menjadi negeri yang disebut; baldatun, thaibatun, wa rabbul ghafur. Allahumma aamin. /*Awan Al-Fatih, mahasiswa STAIL, dan anggota PENA Jawa Timur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amanahjujurkepemimpinanPemilu 2019pemimpinPuasaRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Diduga Salah Input, Suara Jokowi Bertambah 600 di TPS Kebumen ini
Tulisan selanjutnya PPMI Kairo Gelar MTQ Internasional II di Universitas Al Azhar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Ekonomi SyariahMimbarTsaqafah

Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel

2 Desember 2022 08:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?