Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Guru di New Zealand Mogok Massal Minta Naik Gaji

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Mei 2019 20:07 8:07 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Mei 2019 20:07
Bagikan
Guru di New Zealand mogok massal, hari Rabu (29/5/2019), menuntut kenaikan gaji dan pengurangan jam kerja.
Bagikan

Hidayatullah.com— Guru-guru di New Zealand hari Rabu (29/5/2019) turun ke jalan untuk menggelar aksi mogok terbesar dalam sejarah di kalangan pekerja sektor pendidikan di negara itu, menuntut pembayaran gaji yang lebih besar dan pengurangan jam kerja.

Aksi mogok dilakukan oleh hampir 50,000 guru sekolah dasar dan menengah, sehari sebelum pemerintahan Perdana Menteri Jacinda Arden merilis anggaran “kesejahteraan”.

Kebijakan fiskal itu dipandang sebagai kebijakan yang lebih menekankan kepada “kebaikan, empati dan kesejahteraan” dan bukan menekankan indikator pertumbuhan ekonomi sebagaimana anggara tradisional.

Perundingan antara pemerintah dan serikat guru sudah mandek setahun, sebab pemerintah mengatakan tidak akan menambah gaji guru lebih dari apa yang ditawarkan saat ini. Pemerintah mengklaim bahwa alokasi gaji guru yang sekarang saja sudah menaikkan anggaran 1,2 miliar dolar New Zealand ($788 juta) selama empat tahun

“Rendahnya anggaran pendidikan selama satu dekade terakhir mengakibatkan para guru digaji di bawah standar dan kelebihan jam keja, sehingga banyak guru yang akhirnya meninggalkan profesi ini,” kata serikat guru dalam pernyataannya seperti dilansir DW.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sementara itu hari Rabu Menteri Keuangan NZ Gabriel Makhlouf mengatakan bahwa para hacker meretas jaringan komputer pemerintah sehingga sebagian dari informasi anggaran baru dicuri. Polisi sedang menyelidiki aksi peretasan tersebut, yang menurut pemerintah sengaja dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

Kelompok oposisi Partai Nasional membantah terlibat dalam pencurian informasi itu.

“Kalian baca bibir saya: Partai Nasional sepenuhnya bertindak secara patut,” kata Ketua Partai Simon Bridges kepada awak media hari Rabu, tanpa menjelaskan bagaimana pihaknya mengetahui infomasi anggaran baru pemerintah yang belum dirilis resmi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amnesty International Temukan Bukti Baru Kejahatan HAM Militer Myanmar
Tulisan selanjutnya Egg Boy: Donasi Hampir A$100.000 untuk Korban Pembantaian di Masjid New Zealand

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?