Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Muslim Bangui Dibantai, Imam Ingin jadi Penghuni Muslim Terakhir di Afrika Tengah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Februari 2014 14:28 2:28 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Februari 2014 15:11
Bagikan
Muslim Bangui di Afrika Tengah yang terus menjadi korban minggu-minggu ini
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang imam warga Muslim di Republik Afrika Tengah (CAR) menceritakan kesaksiannya sangat mengerikan tentang kekejaman terhadap Muslim di negara yang kini dilanda perselisihan itu.

“Saya tidak ingin meninggalkan Bangui, saya ingin menjadi Muslim terakhir yang meninggalkan Afrika Tengah atau setidaknya seorang Muslim terakhir yang dimakamkan di sini,” ujar seorang Imam Bangui menuturkan kesaksiananya pada Program BBC Newsday Senin, 10 Februari 2014 lalu.

“Negeri ini adalah tempat peristirahatan terakhir ayah dan ibuku,” tamnah imam dengan nada sedih.

Sebagaimana diketahui, selama beberapa minggu terakhir, ribuan warga Muslim yang ketakutan melarikan diri guna mempertahankan hidup mereka dari ancaman pembunuhan, penjarahan dan pelecehan oleh milisi bersenjata yang didominasi mayoritas Kristen di kota.

Milisi Kristen Anti Balaka yang bersenjata menyisir rumah kaum Muslim dari pintu ke pintu, menggerebek warga, menyeretnya dan tak peduli membunuh anak-anak dan perempuan. Termasuk penjarahan dan merusak properti milik kaum Muslim, demikiamn laporan PBB mengungkapkan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Para preman anti – Balaka telah menargetkan kami, ” katanya sang imam.

“Mereka sudah membakar sebagian besar masjid di Ibu Kota, hanya segelintir masjid yang tetap tak tersentuh di lingkungan kami.”

Meskipun ribuan Muslim telah meninggalkan tempay mereka, sang imam tersebut, yang namanya tidak dijelaskan oleh BBC, menolak meninggalkan tempatnya, ia masih berlindung bersama umat Islam yang tersisa di Kilometer 5, sebuah distrik mayoritas Muslim Bangui.

”Aku akan menjadi Muslim terakhir di CAR, ” katanya.

”Jika mereka ingin membunuh kami di Kilometer 5, di lingkungan kami, ” tambahnya nya.

”Kami siap untuk menerima takdir,  karena kami percaya pada Allah  dan kami yakin bahwa Allah akan melindungi kita, ” tambahnya.

Genosida

Sebelum ini, organisasi Amnesti Internasional dalam sebuah laporan tentang kondisi Republik Afrika Tengah (CAR) menyampaikan kekhawatirannya atas meningkatnya serangan terhadap warga Muslim negara ini.

Dalam laporan ini, Penasihat Amnesti Internasional Joanne Mariner mengkonfirmasikan telah terjadi genosida terhadap umat Islam negara ini oleh milisi Kristen anti-Balaka.

Menurut para saksi mata, milisi anti-Balaka yang kebanyakan adalah warga Kristen ekstrim merupakan pelaku genosida dan menjadi aktor utama di balik ketidakamanan dan ketakutan yang terjadi di negara ini.

Para pengamat meyakini serangan balasan anti-Balaka di Afrika Tengah terhadap warga sipil Muslim negara ini jelas-jelas genosida. Menurut mereka, aksi kekerasan berdarah milisi anti-Balaka akan membudaya di negara ini dan hal ini akan membahayakan negara-negara di kawasan Afrika Tengah.

Sesuai dengan laporan Amnesti Internasional, dalam pekan-pekan terakhir, milisi anti-Balaka telah membantai umat Islam dan aksi ini menyebabkan puluhan ribuan orang telah melarikan diri dari CAR ke negara-negara tetangga seperti Chad.

Anggota Milisis Anti Balaka yang sedang memburu kaum Muslim
Anggota Milisis Anti Balaka yang sedang memburu kaum Muslim

Meski banyak umat Islam telah jadi korban, Richard Bejouane, pemimpin milisi anti-Balaka justru membela apa yang dilakukan oleh anak buahnya, sekaligus memperingatkan Catherine Samba-Panza, Presiden Republik Afrika Tengah untuk tidak menumpas milisi anti-Balaka.

Peringatan itu disampaikannya setelah sebelumnya Catherine Samba-Panza mengkonfirmasikan sikap pemerintah dan militer untuk memerangi milisi anti-Balaka.

Milisi anti-Balaka ini berdiri pada bulan Agustus 2013 di daerah Bossangoa, tempat kelahiran Michel Djotodia, pemimpin koalisi Seleka dan presiden interim CAR. Ia sempat bergabung dengan pasukan oposisi Francois Bozize, Presiden CAR yang dilengserkan.

Yang kini menjadi pertanyaan analis politik, siapa dan bagaimana milisi anti-Balaka dipersenjatai dan melakukan koordinasi dalam waktu singkat?

Bahkan keberadaan sekitar 6 ribu pasukan penjaga perdamaian negara-negara anggota Liga Afrika dan 1600 tentara Prancis tidak mampu mencegah terjadinya penjarahan dan pembantaian warga Muslim negara ini.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pasca Erupsi Kelud, Desa Puncu Rusak Parah, termasuk Masjid
Tulisan selanjutnya Kunjungi Indonesia, John Kerry mampir ke Masjid Istiqlal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?