Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

India Terlibat Islamophobia, Zakir Naik jadi Target

Ahmad
Terakhir diupdate: 15 Juni 2019 19:53 7:53 pm
Ahmad
Dipublikasikan 15 Juni 2019 19:53
Bagikan
Dr Zakir Naik di kantor MUI, Jakarta, Jumat (31/03/2017).
Bagikan

Hidayatullah.com–Otoritas India terlibat dalam agenda Islamophobia dan menargetkan ahli perbandingan agama, Dr Zakir Naik sebagai karakter utama untuk menghasut kebencian terhadap Islam dan Muslim, kata Presiden Dewan Konsultasi Islam Malaysia (Mapim), Mohd Azmi Abdul Hamid.

Dia mengatakan serangkaian tuduhan tidak berdasar yang telah dilontarkan ke Dr Zakir sebelumnya hanya untuk ‘meracuni’ pikiran publik bahwa dia adalah seorang pengkhotbah bermasalah yang mengancam pemerintah India.

Namun, prasangka terhadap Muslim sering diungkapkan oleh para pemimpin pemerintah di India dalam kampanye pemilu baru-baru ini, kata Mohd Azmi.

“Pemerintah India berusaha menuntut Dr Zakir dengan pelanggaran yang dapat dihukum. Dia mencoba dikaitkan dengan terorisme dan kemudian beralih ke tuduhan pencucian uang.

“Mengubah tuduhan hanya karena mereka ingin menemukan kesalahan dan memenjarakan mereka tidak memenuhi makna keadilan. Jika memenjarakan seseorang hanya dengan maksud untuk menyangkal haknya atas pemeriksaan yang adil, maka menuntutnya disetujui adalah jahat,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Rakyat Malaysia Dukung Mahathir Tolak Ekstradisi Dr Zakir Naik

Mohd Azmi mengatakan pihaknya menyesal bahwa pemerintah India bersedia bekerja keras untuk dua upaya untuk memasukkan Dr Zakir dalam daftar merah Interpol.

“Jelas kedua upaya itu gagal dan memalukan karena mereka tidak memiliki bukti kuat. Jadi, mengapa pemerintah India memiliki hak untuk terus berusaha menahannya,” katanya.

Karena itu, katanya, Mapim bersama 30 organisasi non-pemerintah lainnya (LSM) membantah upaya untuk menunjukkan Dr Zakir Naik sebagai penyebab ekstremis radikal di India dan bahkan di mana-mana.

“Tuduhan Dr Zakir sebagai pembawa ideologis yang kontroversial menggambarkan ketidaktahuan pemerintah India dan orang-orang yang menyambutnya tentang apa yang dikatakan oleh ilmuwan ini. Tidak ada pesan yang terdeteksi dalam pidatonya bahwa ia menyebarkan ekstremisme dan radikalisme.

“Semua orang Malaysia mendukung pendirian pemerintah Malaysia untuk mempertahankan posisinya agar tidak mengintensifkan Dr Zakir Naik. Pemerintah India juga didesak untuk menghentikan kampanye penghinaan dan permusuhan dan agenda Islamophobia terhadap Muslim dan Muslim di India,” katanya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:IndiaInterpolislamophobiaMalaysiaMAPIMZakir Naik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BPN: Sidang MK Ikhtiar dengan Cara Halal, Lalu Tawakal pada Allah
Tulisan selanjutnya Mahkamah PBB Tolak Desakan UEA untuk Memberi Sanksi Qatar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?