Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Pengantin Baru dan Rp 500 Ribu

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Juni 2019 19:19 7:19 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Juni 2019 19:15
Bagikan
[Ilustrasi]
Bagikan

Hidayatullah.com– Kamis, tanggal 19, bulan 9, tahun 2013, tepat pukul 13.56 WIB di ponsel saya, adalah detik waktu yang rasanya tak mampu terlukiskan dengan kata-kata.

Sejak dua pekan sebelumnya, saya dilanda kegalauan. Kontrakan tempat tinggal saya memasuki bulan kedua pembayaran. Sementara kocek pribadi sudah terkuras untuk memenuhi kebutuhan awal saya dan istri sebagai pengantin baru.

Mulai dari membeli perkakas rumah tangga hingga kebutuhan makan sehari-hari, cukup menelan biaya yang lumayan banyak. Kepada Pak Ahmad, sebut saja nama pemilik kontrakan itu, saya telah membayar biaya sewa kontrakan pada bulan pertama dicicil dua kali.

Pembayaran pertama Rp 250.000 akhir bulan 7 tahun 2013, saat serah terima kunci kontrakan. Pembayaran kedua pada tanggal 19 bulan 8 lalu dengan nilai yang sama. Saya mengira untuk bulan kedua, Pak Ahmad akan menagih pembayaran di awal bulan 9. Namun hingga pertengahan bulan ini, pria asli Betawi itu tak kunjung menagihnya.

“Mungkin Pak Ahmad menghitung pembayarannya mulai tanggal 19 tiap bulannya,” ujar saya kepada istri, dalam satu kesempatan.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Istri pun mengaku heran, mengapa Pak Ahmad belum datang-datang ke rumah. Saya pun berharap dugaan di atas benar. Singkatnya, mendekati tanggal 19 saya mulai galau. Uang Rp 500.000 –harga sewa bulanan– bukannya tidak ada. Tapi ada pembayaran lain yang harus diutamakan.

Alhasil, pasca tanggal 15, saya semakin galau. Beberapa kali ada rezeki berupa uang tunai dari arah tak terduga, namun digunakan untuk kebutuhan primer sehari-hari. Belum lagi sepeda motor saya butuh tindakan perawatan khusus. Saya benar-benar galau.

“Tapi ini hanya ujian, belum seberapa. Duit Rp 500.000 kecil banget di mata Allah,” batin saya menghibur diri.

Sebagai santri yang tak terbiasa berbisnis, mencari duit di luar “rejeki bulanan” bukan perkara mudah. Apalagi bagi pria yang tak terbiasa menabung banyak seperti saya. Maka jalan satu-satunya adalah meminta kepada Yang Maha Memiliki duit, Allah Subhanahu Wata’ala.

Namun timbul satu “godaan”, yaitu meminjam uang kepada orang lain. Sederet nama terbetik di benak saya; ada rekan  seorang pengusaha, misalnya. Tapi kemudian sadar, kewajiban saya padanya beberapa waktu lalu belum tertunaikan.

Ada lagi satu nama yang paling kuat dalam harapan manusiawi saya, yaitu staf keuangan di kantor. Saya berniat meminjam padanya.

“Nanti saya ganti secepatnya jika honor telah turun,” janji yang akan saya katakan padanya jika jadi meminjam duit.
Tapi teringat, beberapa waktu lalu staf keuangan tidak bisa mengucurkan dana talangan kepada saya. “Harus bicara dulu ke pihak kantor,” dalihnya.

Saya pun mengurungkan niat meminjam duit ke staf keuangan. Tapi tanggal 19 terus mendekat. Doa-doa dan ibadah kepada Allah pun terus dikencangkan. Alhamdulillah, ada bonus penulisan dari sebuah media, Rp 150.000. Terjawab sedikit. Meski ternyata duit ini terkuras untuk transport dan konsumsi.

Akhirnya, Kamis “keramat” pun tiba. Saya meninggalkan kontrakan sekitar pukul 09.55 WIB. “Nanti kalau ada Pak Ahmad, tolong sampaikan kalau pembayarannya insya Allah besok,” pesan saya kepada istri sebelum pamitan. Meski agak bimbang, saya kembali memantapkan niat untuk pinjam duit ke kantor.

Usai zuhur, saya bergeser ke meja staf keuangan. “Alasan” awal saya menyerahkan lembar klaim dana operasional kantor. Lumayan, Rp 111.000 akan saya terima dari staf keuangan sebagai dana pengganti biaya tugas saya beberapa waktu ini.

“Mas, sini!”

Staf tadi memanggil. Saya berdebar-debar. Bukan karena akan dapat duit klaim. Tapi saya akan memberanikan diri meminjam (kembali) duit bendahara.

Sekitar pukul 13.55 WIB, staf tadi menyerahkan beberapa lembar kuitansi beda warna dalam satu ‘paket’. Di situ tertulis nama saya dan kolom yang harus ditandatangani. Tapi mata saya menatap keanehan di kertas tersebut. Nilai angka yang tercantum bukan Rp 111.000, tapi Rp 500.000. Sejenak saya berpikir, apa tidak salah kasih kertas nih.
Kebingungan saya tak bertahan lama, ketika sebuah kalimat mengalir dari mulut staf keuangan.

“Ini ada yang terlupakan. Pak Muhammad yang mengingatkan,” ujarnya sembari menyebut nama salah seorang atasan di kantor.

Kontan pikiran saya melayang-layang. Perasaan seakan terbang. Senang dan haru menyatu dalam gemuruh sang pengantin baru. Bayangan istri dan kontrakan hijau muda bergantian.

Sementara mata ini tak lepas menatap sebaris tulisan di kertas kuitansi. “Sumbangan Pernikahan, Rp 500.000.”
Pas, enggak kurang, enggak lebih. Teringat naskah sebuah tulisan di media bulanan yang pernah saya baca, bercerita tentang rezeki. Terbukti. Doa-doa saat tahajud dan shalat dhuha terjawab sudah.

“Alhamdulillah! Allahu Akbar!” dua kalimat ini yang mampu melukiskan euforia detik itu.* Seperti dituturkan oleh Abu Fawwaz, peserta pernikahan mubarakah 49 pasang santri di Balikpapan (16/06/2019), dengan penyesuaian redaksi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:doapengantinpernikahanrezekirumah tangga
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dijanjikan Ratusan Juta Euro Bantuan Katedral Notre-Dame Baru Terealisasi 9%
Tulisan selanjutnya Polisi Bekuk Warga yang Sebarkan Ajaran Sensen sebagai Rasul

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?