Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

David Kay: CIA Harus Diperiksa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Januari 2004 10:35 10:35 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Januari 2004 10:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–AKhirnya bukti adanya senjata pemusnah massal yang sering dilontarkan Amerika Serikat (AS) sebagai alasan untuk menyerang Iraq itu tidak pernah ada. Dan tudingan senjata itu semakin sulit dibuktikan.

“Kami memimpin pencarian itu untuk menemukan kebenaran. Fakta yang kami temukan, sejauh ini, senjata tersebut tidak ada,” ujar Kay kepada Radio Publik Nasional pada Minggu lalu.

Menurut dia, yang harus bertanggung jawab atas kesalahan informasi tersebut adalah pusat intelijen AS, CIA. Dia menjelaskan, badan itu berhutang penjelasan kepada Presiden George W. Bush.

“Kita harus ingat, pandangan soal Iraq itu sudah ada selama pemerintahan (mantan Presiden Bill Clinton) dan tidak berubah dalam pemerintahan Bush,” ungkapnya. Yang perlu dibahas saat ini, menurut dia, bukan soal ada atau tidak ada, namun isu serius itu ternyata tidak sesuai.

Kay mengundurkan diri dari Kelompok Survei Iraq (ISG) yang ditugaskan menemukan senjata pemusnah masal setelah invansi AS dan Inggris ke Iraq. Setelah sebulan bekerja di sana, kelompok tersebut tidak menemukan senjata pemusnah masal apa pun yang diduga dimiliki Saddam.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kegagalan menemukan senjata terlarang itu merupakan hal besar yang memalukan Washington. Sebab, hal tersebut dijadikan dalih utama untuk melangsungkan perang terhadap Iraq.

Dalam kesempatan itu, Kay juga menjelaskan pernyataan yang dibuatnya di koran Inggris, Sunday Telegraph, mengenai kemungkinan Saddam telah mengirimkan sebagian senjatanya ke Suriah sebelum perang.

“Ada banyak bukti pergerakan ke Suria sebelum perang. Ada foto satelit, laporan di lapangan arus truk, mobil, serta kereta api melintasi perbatasan. Kami tidak tahu apa yang dipindahkan,” ujarnya.

Menurut Kay, hanya sedikit yang bisa dilakukan di Iraq untuk memutuskan hal yang dipindahkan itu. Jawaban nyata atas hal tersebut ada di Suriah. Dan, pemerintah Suriah secara mutlak menunjukkan ketidaktertarikan membantu ISG dalam menyelesaikan masalah tersebut.

Pada Minggu lalu, Damaskus menyatakan, tuduhan bahwa senjata Iraq dipindahkan ke Suriah merupakan hal yang tidak berdasar. Kay juga meragukan klaim dalam dokumen pemerintah Inggris pada September 2002 bahwa Iraq bsia menempatkan senjata biologi atau kimia hanya dalam 45 menit.

“Setelah perang dan dengan upaya inspeksi yang kami lakukan sekarang selama sembilan bulan, saya kira kita semua setuju bahwa tidak ada senjata dalam jumlah besar untuk tindakan langsung,” jelasnya. Menurut dia, penilaian soal Iraq yang berkembang sebelum perang lebih banyak dilandasi masalah politis dibandingkan teknis.

Sabtu lalu, Menlu AS Colin Powell mengungkapkan pertanyaan terbuka terkait kepemilikan senjata pemusnah masal Iraq. Namun, dia beralasan bahwa intelijen benar mengenai keinginan Saddam untuk mengembangkan senjata tersebut sebelum perang. Sejauh itu, Gedung Putih terus menyatakan bahwa senjata tersebut akan ditemukan.

Menurut dia, rezim tersebut tidak lagi bisa dikendalikan, seperti spiral kematian. Saddam mengarahkan sendiri proyek itu dan tidak diperiksa siapa pun. Ilmuwan mampu memalsukan program-program.

Kay menegaskan, kegagalan untuk mengakui hal itu membuatnya merekomendasikan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap pengumpulan intelijen serta upaya analisis CIA dan agen lainnya. “Saya mempunyai analis yang meminta maaf atas kesimpulan yang mereka ambil,” ujarnya.

Sebagai respons terhadap hal tersebut, pejabat intelijen menyatakan terlalu dini untuk mengatakan pemeriksaan menyeluruh atau bahkan secara luas salah dan masih banyak jawaban yang diperlukan. (afp/bbc/jp)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sebutan Untuk ‘Artis Busuk’
Tulisan selanjutnya Menlu: Al-Haramain Bukan Yayasan Teroris

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Berita
2 September 2026 20:14
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?