Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mengapa Anak-Anak Lee Kuan Yew Bertikai Soal Rumah Warisan Ayahnya?

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Juli 2019 20:15 8:15 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Juli 2019 20:15
Bagikan
Rumah mendiang Lee Kuan Yew yang diperselisihkan anak-anaknya.
Bagikan

Hidayatullah.com–Perselisihan di antara anak-anak mendiang perdana menteri Singapura Lee Kuan Yew kembali mencuat ke publik. Apa sebenarnya yang diributkan keturunan perdana menteri pertama Singapura yang disegani tersebut?

Percekcokan berputar di sekitar apa yang akan dilakukan terhadap rumah mendiang ayah mereka yang terletak di Oxley Road Nomor 38, dihancurkan atau mempersilahkan pemerintah Singapura mengubahnya menjadi situs warisan sejarah, lapor Reuters Senin (29/7/2019).

Di satu kubu, ada putra tertua Lee Kuan Yew yang saat ini menjabat perdana menteri Singapura yaitu Lee Hsien Loong yang berusia 67 tahun. Anak tertua Lee Kuan Yew itu berpendapat bahwa pemerintah yang seharusnya memutuskan mau diapakan rumah tersebut.

Di kubu lain ada adik-adiknya yang terdiri dari anak perempuan Lee Kuan Yew bernama Lee Wei Ling, dan putra bungsunya bernama Lee Hsien Yang. Mereka ini ingin memenuhi wasiat mendiang ayahnya yang menyebutkan bahwa usai kematiannya rumah tersebut dihancurkan. Mereka menuding PM Lee ingin melestarikan bangunan rumah tersebut supaya bisa menjadi modal politik baginya.

“Popularitasnya (sebagai politisi) sangat bergantung dengan legasi nama beser Lee Kuan Yew,” kata keduanya dalam sebuah pernyataan di tahun 2017.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

PM Lee mengatakan ayahnya bersedia mempertimbangkan sejumlah alternatif untuk properti itu jika pemerintah memutuskan untuk mengambil alih tempat itu secara resmi dan dia sendiri menarik diri ketika pemerintah mendiskusikan masalah tersebut.

Dengan akan digelarnya pemilu dalam tahun-tahun mendatang, perselisihan keluarga itu kini merambah ke arena politik.

Hsien Yang secara terbuka sudah menyatakan mendukung sebuah partai oposisi dengan mengatakan bahwa Partai Aksi Rakyat (PAP), yang sekarang dipimpin oleh abangnya dan dulu didirikan oleh mendiang ayahnya, sudah “kehilangan arah”.

Lee Kuan Yew, populer dengan sebutan LKY, pindah ke rumah berkamar lima itu pada tahun 1945. Dia memimpin Singapura selama 30 tahun dan di rumah itulah PAP, yang menguasai pemerintahan sejak kemerdekaan, dibentuk.

Sebuah panel pemerintah yang dibentuk untuk memutuskan nasib rumah itu –dipimpin oleh Teo Chee Hean yang kala itu menjabat wakil PM– pada tahun 2018 dalam sebuah laporannya mengatakan bahwa pemerintah di masa mendatang yang harus membuat keputusan akhir. Panel itu memberikan tiga pilihan: melestarikan seluruh bagian rumah sebagai monumen nasional, melestarikan sebagiannya saja, atau menghancurkannya.

Agen-agen properti menaksir nilai rumah tersebut pada tahun 2017 sekitar S$24 juta ($17 juta).

Pihak keluarga bersikukuh perselisihan di antara mereka terkait rumah itu bukan karena uang.

Lantas siapa pemilik rumah itu sekarang?

Rumah bersejarah itu adalah milik putra bungsu Lee Kuan Yew, Hsien Yang. Meskipun demikian, putri Lee Kuan Yew yang tidak menikah, Wei Ling, tinggal di sana. Tidak ada yang bisa dilakukan sampai wanita itu memilih untuk keluar dari rumah tersebut.

PM Lee mengatakan bahwa dulu ayahnya mewariskan rumah tersebut kepadanya, dan kemudian dijual kepada Hsien Yang sesuai dengan harga pasar. Uang hasil penjualannya diserahkan ke lembaga amal.

Dalam wasiatnya LKY, yang wafat pada tahun 2015, menyatakan secara terbuka bahwa dia ingin agar rumah tersebut dihancurkan, sebab dia tidak suka jika turis mendatangi kediamannya itu sebagai tempat wisata, dan butuh dana banyak untuk melestarikannya.

Dia juga mengatakan di dalam surat wasiatnya bahwa jika hal itu tidak dapat dilakukan, dia ingin rumah itu tertutup bagi semua orang, kecuali keluarga dan keturunannya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Lee Kuan Yewsingapura
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Direktur Intelijen Nasional AS Dan Coats Mengundurkan Diri
Tulisan selanjutnya Ketiga Kaliya Interpol Tolak Red Notice Pemerintah India terkait Dr Zakir Naik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?