Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Cara Mengundang Pertolongan Allah ala Siti Hajar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Agustus 2019 17:25 5:25 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Agustus 2019 17:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | SEBAGAI seorang beriman; Siapa yang tidak mau ditolong Allah?

Semua pasti mengharapkan itu. Bahkan, di setiap rakaat sholat, kita selalu mengiba pertolongan-Nya, dengan terus membaca;

“Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in.”

Yang artinya; Hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan.

Pertanyaannya; Apa yang harus kita lakukan, agar menjadi hamba yang layak dotolong Allah?

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Terlait dengan hal ini, kepada Hajar, istri Mabi Ibrahim, kita perlu belajar.

Sebab, sebagaimana tercatat oleh sejarah. Beliau merupakan wanita, yang mendapat pertolongan langsung dari Allah. Berupa air, yang muncerat dari padang sahara nan tandus. Itulah kemudian disebut dengan air Zamzam.

Peristiwa itu bermula, ketika Ismail nan masih dalam buaian terserang dahaga yang sangat.

Di lain sisi, perbekalan yang dibawa sudah habis. Tidak ada yang tersisa. Air asi pun sudah tidak keluar.

Hajar pun berselancar ke sana-ke mari mencari air. Antara Bukit Sofa dan Bukit Marwah. Sampai tujuh kali. Memincingkan mata, untuk mencari mata air. Atau, ada kafilah yang melewati mereka.

Tapi hasilnya nol. Hingga akhirnya, Allah sendiri yang memberikan pertolongan. Dengan mengeluarkan air dari bawah telapak kaki Ismail. Sungguh ajaib.

Dua Kunci

Bila ditilik, bagaimana Hajar mendapat keistimewaan tersebut, maka itu tidak lepas dari dua.

Pertama; keyakinan kepada Allah. Bahwa Dia tidak akan menyia-menyiakan dirinya, dan sang buah hati.

Sebab misi yang dilakukan, bertempat tinggal di tempat tidak ada nuansa kehidupan itu, menjalankan perintah-Nya semata.

Allah yang memerintahkan. Jadi, sudah pasti Allah pula yang akan menjaga keselamatannya dan sang bayi. Itu keyakinannya.

Perhatikan dialog berikut ini, antara Hajar dan Ibrahim, yang sudah beranjak meninggalkan mereka.

“Apakah Allah yang memerintahkan ini, duhai Ibrahim?” Tanya Hajar.

“Iya!” Jawab Ibrahim singkat.

“Jika demikian. Pergilah. Tinggalkan kami. Karena Allah tidak akan menyia-nyiakan kami!” Tegas Hajar.

Kalimat terakhir itu, merupakan ikrar keyakinan seorang hamba sholihah kepada Tuhan-nya. Bahwa, pasti akan menolong-Nya. Dan Dia sebaik-baik penolong.

Hubungan antara keyakinan dengan mengundang pertolongan Allah ini sangatlah kuat.

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim;

“Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).”

Kunci yang kedua; Totalitas dalam berikhtiar. Istilah kekiniannya; sampai tetes darah penghabisan.

Dari uraian sebelumnya, kita tahu bagaimana bulatnya keyakinan Hajar, akan pertolongan Allah yang akan meliputinya.

Tapi lihatlah reaksinya, ketika mendapati Ismail kecil, meronta-ronta kehausan. Tidak lantas berdiam diri. Menanti air hujan otomatis turun dari langit.

Tapi yang dilakukan sebaliknya. ‘Menyingsingkan’ lengan baju. Berjuang. Berusaha mencari air. Berlari-lari ke sana-ke mari. Totalitas dalam berusaha. Hingga akhirnya, Allah jua yang menurunkan pertolongan.

Berkenaan dengan urgensi ikhtiat, Umar bin Khatahab pernah bertutur;

“Wahai hamba-hamba Allah, bekerjalah! Karena sesungguhnya anugerah Allah tidaklah diperoleh dengan duduk dan bermalas-malasan disertai berharap-harap pada pemberian sesama insan!”

Bercerminlah

Kini, kita coba bercermin pada diri masing-masing. Sudahkah kita memantaskan diri untuk mendapatkan pertolongan Allah, layaknya Hajar?

Cukup jawab di hati. Kemudian berusaha untuk menapaki apa yang telah dilakukan Hajar. Sehingga kemuliaanmu meliputi kehidupan kita. Allahumma Aamiin.*/Khairul Hibri, alumni Pondok Pesantren Baitul Arqom, Balung, Jember

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amalikhtiarpertolongan Allahsiti hajar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penduduk Greenland Meyakini Perubahan Iklim itu Benar Terjadi
Tulisan selanjutnya kuota jamaah haji indonesia tahun 2022 Saudi Rehabilitasi Tahanan Melalui Haji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?