Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Kemerdekaan Ilmu

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Agustus 2019 09:08 9:08 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Agustus 2019 08:19
Bagikan
Bagikan

MERDEKA lawan dari terpasung atau terkungkung. Orang yang terkungkung berarti terkurung. Dia tidak bebas menjalankan sesuatu. Kalaupun berbuat, ia hanya bisa mengerjakan apa yang diperintahkan. Meski terkadang, tidak lagi sesuai dengan kehendak nuraninya. Dia sebagai budak yang terjajah. Bukan manusia merdeka.

Contoh sederhana bisa dilihat pada sekawanan kerbau yang dicocok hidungnya. Kemana-mana ia hanya bisa mengikuti teriakan dan cemeti tuannya. Hewan itu hanya bisa bekerja menarik bajak di sawah. Menuruti tekanan kata pemiliknya. Tak mampu bergerak semaunya. Layaknya kawan-kawannya yang asyik menikmati mandi lumpur di ladang sebelah.

Bagi orang beriman, merdeka itu wajib. Dalam fiqh, status merdeka termasuk syarat menjalankan beberapa syariat agama. Hukum orang merdeka berbeda dengan hukum budak sahaya. Lain hal secara akidah, hamba yang merdeka berarti bebas menjalankan keyakinannya. Ia memang budak tapi untuk menyembah Tuhannya. Bukan budak bisikan setan atau nafsu yang menungganginya.

Baca: Listrik Padam dan Transmisi Ilmu

Soal ilmu, punya keyakinan kuat itu pertanda merdekanya jiwa. Sebab tujuan ilmu adalah menancapkan keyakinan makhluk kepada Khalik, Sang Pencipta. Ilmu yang benar akan memerdekakan pemiliknya dari pasungan tipu daya dunia. Diakui, dunia begitu indah untuk dinikmati dan sangat asyik dijalani. Tak sedikit manusia terjerat dalam perangkapnya. Demikian itu kebanyakan orang-orang yang tidak punya ilmu. Anehnya, di antara mereka ada juga yang berilmu. Sayang, jiwanya rupanya tak mampu memerdekakan dirinya.

Sampai di sini, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam menasihatkan sebuah doa terindah. Agar manusia terjaga dari fitnah. Senantiasa mengingat tujuan ilmu, yang juga inklud sebagai visi dan garis besar kehidupan manusia. Bahwa manusia dipersilakan untuk bekerja sesuai dengan potensi yang diberikan. Raihlah ilmu setinggi-tingginya. Kejarlah cita-cita sebentang samudera sekalipun. Berkreasi dan berkaryalah. Tumbuhkan jiwa-jiwa inovatif yang selalu solutif untuk kehidupan manusia. Tapi ingat, itu semua tidak untuk melalaikan manusia dari dzikir mengingat Allah. Apalagi sampai memalingkan dan menentang perintah serta larangan agama.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Baca: Nasihat Ilmu

Allahumma la taj’al mushibatana fi dinina, wa la taj’alid dunya akbara hammina.wa la mablagha ilmina. “Ya Allah janganlah Engkau timpakan musibah kami pada urusan agama kami. Janganlah Engkau jadikan dunia ini adalah cita-cita terbesar kami dan pucak dari (tujuan) ilmu kami.” Demikian nasihat indah sekaligus resolusi kemerdekaan seorang Mukmin tersebut. Bahwa jiwa-jiwa yang merdeka dengan ilmu, seharusnya mendapati hatinya bahagia, bukan gelisah. Wa la khaufun alaihim wa la hum yahzanun. Tidak ada ketakutan atas mereka dan mereka tidaklah bersedih hati. Orang-orang tersebut, jiwa raganya tak lagi terkurung dengan orientasi fisik atau materi dunia semata.

Dadanya terasa lapang. Hatinya ridha (puas) dan qana’ah (menerima) apapun nikmat yang diberikan oleh Allah. Dirinya tumbuh menjadi pribadi yang optimis. Tak mudah menyalahkan orang lain. Apalagi langsung memvonis mereka. Ia sibuk meng-upgrade dan mengoptimalkan diri. Berbagi manfaat sekaligus siap menerima nasihat. Baginya menatap masa depan menjadi hari-hari yang menggairahkan dan penuh semangat. Membalas nikmat dengan bersyukur. Menukar anugrah dengan karya dan kontribusi penuh maslahat.

Ilmu yang memerdekakan senantiasa mendorong kepada amal shaleh. Ada panggilan jiwa penuh empati. Ada kepekaan dan kepedulian sosial. Dia bertransformasi dari pribadi shaleh menjadi sosok mushlih di lingkungannya. Sukma yang merdeka, sekali lagi, senantiasa fokus pada tujuan hidupnya. Sebagai khalifah yang mengatur dunia dengan misi keselamatan umat manusia dan sebagai hamba yang hanya menyembah kepada Allah.* Masykur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ilmumerdekanasihat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Memperingati Kemerdekaan dengan Hapus Tato
Tulisan selanjutnya Film Sosok Ustadz Arifin Ilham Segera Tayang di Bioskop

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?