Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menhan Tunisia Zbidi Akan Amandemen Konstitusi Apabila Jadi Presiden

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Agustus 2019 18:35 6:35 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Agustus 2019 07:30
Bagikan
Menteri Pertahanan Tunisia Abdelkarem Zbidi.
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Pertahanan Tunisia Abdelkarim Zbidi akan mengamandemen konstitusi apabila dirinya terpilih sebagai presiden dalam pemilu September tahun ini. Dia ingin mengakhiri pembagian kekuasaan “tidak masuk akal” antara perdana menteri dan kepala negara (presiden).

Zbidi, segelintir calon unggulan dari 26 capres terdaftar, didukung oleh partai-partai sekuler. Meskipun demikian, dalam wawancara hari Selasa (27/8/2019) dengan Reuters dia mengaku siap bekerja sama dengan partai Islam moderat Ennahda dan akan membuka kembali Kedutaan Tunisia di Damaskus.

Bicara soal konstitusi, dia tidak mengatakan apakah lebih menyukai mengubah sistem sepenuhnya ke parlementer atau ke presidensial. Masalah itu harus diputuskan lewat referendum, kata Zbidi.

Konstitusi Tunisia yang disetujui tahun 2014, setelah Zine El-Abidine Ben Ali dilengserkan dari kekuasaan, membagi kekuasaan presiden dan pemerintah yang dipilih parlemen.

Meskipun dipilih secara langsung, presiden hanya memiliki kekuasaan dalam kebijakan luar negeri dan pertahanan. Sebagian besar kekuasaan dipegang perdana menteri, orang yang diajukan oleh partai terbesar di parlemen.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Ini tidak masuk akal. Kurangnya efisiensi dalam sistem hibrida ini menganggu pemulihan ekonomi dan transisi demokrasi,” kata Zbidi soal pembagian kekuasaan antara presiden dan perdana menteri.

Kelemahan sistem itu terlihat nyata dua tahun terakhir ketika terjadi perselisihan antara presiden dan perdana menteri.

Namun, sepertinya amandemen konstitusi yang diinginkan Zbidi itu tidak akan diterima secara terbuka dan kemungkinan akan menjadi bibit perpecahan lagi.

Ennahda dan sejumlah organisasi kemasyarakatan lain menolak amandemen, dengan mengatakan terlalu dini untuk menghakimi konstitusi yang belum sepenuhnya dijalankan. Sebagai contoh, beberapa lembaga yang diamanahkan konstitusi seperti mahkamah konstitusi yang baru hingga saat ini belum juga didirikan.

Zbidi, seorang teknokrat yang juga lulusan sekolah kedokteran, didukung oleh partai-partai sekuler termasuk Nidaa Tounes, partainya mendiang presiden Beji Caid Essebsi yang merupakan sekutu politiknya.

Zbidi menjabat menteri pertahanan dua kali, tahun 2011-2013 dan sejak 2017 dalam pemerintahan koalisi yang terdiri dari Ennahda dan partai-partai sekuler.

Meskipun sejumlah partai sekuler menolak berbagi kekuasaan lagi dengan Ennahda dalam pemilu mendatang, Zbidi mengaku siap melakukannya jika kepentingan negara menuntutnya.

“Semua orang tahu saya independen dan saya tidak menerima perintah (arahan) dari partai manapun. Namun, saya siap bekerja sama dengan siapa saja demi kepentingan Tunisia,” kata Zbidi.

Ketika ditanya apakah itu termasuk Ennahda, dia mengatakan “ya” asalkan partai Islam itu tidak membatasi gaya hidup rakyat Tunisia dan menghormati kebebasan mereka.

Bicara soal pemulihan hubungan dengan Suriah, Zbidi mengatakan hal itu penting dan diperlukan demi warga Tunisia yang tinggal di sana. Kerja sama keamanan juga diperlukan sebab banyak warga Tunisia yang bepergian ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok bersenjata ISIS.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:tunisia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mahasiswa Jawa Timur Dipersiapkan Terjun Berdakwah
Tulisan selanjutnya Persis Kritik Konsep Milk Al Yamin Disertasi Mahasiswa UIN Jogja

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?