Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Tertantang Setoran Hafalan Qur’an 1 Juz Sekali Duduk

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 September 2019 10:36 10:36 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 September 2019 10:36
Bagikan
[Ilustrasi] Membaca dan menghafal Al-Qur'an.
Bagikan

Hidayatullah.com | Kuliah dengan seabrek tugas dan kegiatan itu biasa. Namanya mahasiswa memang identik dengan padatnya kegiatan dan tumpukan makalah. Nah, bagaimana jika yang banyak itu juga disisipi dengan ekstra kewajiban menghafal? Inilah setidaknya yang kurasakan beberapa tahun terakhir. Tepatnya saat memutuskan kuliah di pinggir kota Balikpapan, Kalimantan Timur, yang berbasis lingkungan pesantren.

Di kampus yang jurusannya ilmu Syariah itu, hafalan al-Qur’an menjadi satu mata kuliah yang paling menantang di mata mahasiswa. Beratnya perjuangan untuk melewati tantangan itu terkadang bikin mahasiswa jatuh mental sebelum bertanding. Namaya biasa disebut mukammal. Yakni mahasiswa menyetor hafalan al-Qur’an sekali duduk sebanyak sepuluh lembar atau satu juz sekaligus. Kewajiban ini bersifat fardhu ain (mutlak) bagi mahasiswa siapa saja.

Berbeda dengan mata kuliah lainnya, konsekuensi mukammal pun tidak tanggung-tanggung. Bagi yang tidak lulus mukammal berarti ia harus menerima dua opsi saja. Suka tidak suka. Pertama, tidak naik semester atau tidak mengikuti ujian akhir semester. Ia wajib mengulang belajar selama satu tahun lagi alias turun semester.

Kedua, jika tidak mau mengulang, berarti ia memilih tugas dini selama satu tahun. Semacam menjalani masa rehabilitasi dan dikarantina di lokasi lain di luar kampus. Bagi mahasiswa, secara normal, tentu tak ada yang suka turun semester. Sebab itu bermakna ketinggalan dari kawan-kawan seangkatan sebelumnya.

Baca: Keajaiban Bangun Malam yang Kurasakan

Waktu itu semester genap tersisa tiga bulan lagi. Bukan waktu longgar dengan tumpukan kegiatan mahasiswa selama ini. Baik di kampus ataupun asrama. Butuh fokus tingkat tinggi. Meski diakui itu tidak segampang membalik telapak tangan begitu saja. Semua rasa dan pikiran terlanjur beraduk. Nyaris tak mampu berpikir jernih kembali. Mengadu, iya mengadu dengan orangtua itulah keinginan saya pada saat itu. Bermodal nekat, aku memberanikan diri meminjam handphone pengurus Dewan Mahasiswa.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Tak menunggu lama, terdengar jawaban salam dari seberang. Baru sekadar basa basi tanya kabar di rumah, air mataku langsung meleleh.

“Ada apa sayang?”  tanya mama dengan nada khawatir. Aku hanya diam tak mampu berkata-kata. Seolah ada yang menyumbat di tenggorokan. Berulang-ulang ditanya, aku tetap memilih diam. Tak lama terdengar ayah gantian berbicara. “Hallo, Nak, jangan menangis dulu. Ceritakan saja masalahnya,” bujuk ayah.

Segera kuceritakan semua duka yang kurasakan. Hampir tidak ada kabar gembira yang kusebut. Terakhir, agak memaksa, aku berterus terang minta segera dijemput pulang ke rumah.

Sayang, semua yang panjang lebar dan permintaan khusus itu justru ditanggapi datar saja oleh ayah.

“Seperti itulah penuntut ilmu, perlu perjuangan dan pengorbanan. Jangan lupa minta kemudahan selalu kepada Allah,” balas ayah menasihati. “Ayah dan mama selalu mendoakan kamu di sana. Jadi harus semangat belajar, Nak,” lanjutnya sekalian menutup pembicaraan.

Baca: Perjuangan Ibu Demi Anaknya Hafal al-Qur’an

Jelang maghrib, waktu persiapan shalat wajib berjamaah.

“Eh dari mana? Kenapa matanya bengkak?” tanya teman yang papasan di jalan.

“Kayak tidak ada kehidupan saja,” canda dia polos.

Ah, aku tidak peduli dengan semua ocehan penghuni asrama. Jelasnya sejak tadi air mata ini menganak sungai. Mungkin gara-gara itu, kedua mataku terlihat bengkak oleh mereka. Kalau diperhatikan lagi, entah seperti apa wajahku saat itu yang kumal dengan pakaian yang sengaja kubiarkan kusut masai.

Usai maghrib, aku melipir ke pojok mushalla. Mengangkat tangan dan bedoa kepada Allah. Berharap ada petunjuk dan kemudahan dari-Nya, Sang Maha Pengatur segala urusan. Ajaib, tak butuh lama ada getar kedamaian yang kurasa. Terus terang, suasana pengalaman ruhani seperti ini jarang bisa kunikmati sebelumnya. Doa-doa itu mengalir. Ada kepasrahan yang tulus. Namun di balik itu terselip tekad kuat. Aku harus berusaha sekuat tenaga, untuk mengejar ketinggalan setoran hafalan yang ada. “Orang sukses itu pasti kuat berusaha,” pesan ayah tiba-tiba teringat kembali.

Alhamdulillah, akhirnya waktu yang ditunggu tiba. Satu masa yang menegangkan bagi setiap mahasiswa. Apalagi kalau terjadwal ketemu dosen yang teliti menyimak hafalan al-Qur’an.

Baca: Pengantin Baru dan Rp 500 Ribu

Sambil berjalan menuju ruang ujian, lidahku terus komat kamit, antara mengulang hafalan dan menyelipkan doa-doa yang kuanggap pamungkas selama ini. Singkat kata, kurang satu jam berada di ruangan bersama penguji, akhirnya aku dinyatakan lulus mukammal. Yakni  berhasil menghafal satu juz al-Qur’an dalam satu setoran sekaligus. Alhamdulillah!

Bagi yang terbiasa menghafal al-Qur’an, lolos dari mukammal mungkin peristiwa biasa, layaknya sebuah rutinitas harian bagi seorang penghafal.

Namun, bagiku, yang baru kali ini merasakan suasana pesantren dan hidup berasrama, bagiku yang baru saja belajar menikmati bacaan al-Qur’an, sungguh mampu menyetor hafalan satu juz sekali duduk adalah peristiwa luar biasa. Benar-benar satu hidayah dan karunia dari Allah semata. Allahu Akbar.* Diceritakan oleh Anita, mahasiswi di Balikpapan, Kalimantan Timur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al Qur’anhafizhhafizhahkuliahmahasiswimenghafal al-Quranpenghafal al-Quran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Relawan Akui Bersama Petugas & Penduduk Kesulitan Padamkan Karhutla Riau
Tulisan selanjutnya Ribuan Pegawai Pemprov Babel & Prajurit TNI Shalat Minta Hujan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?