Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pew Research Center: Pengaruh Pertumbuhan China Gagal Menghasilkan Opini Positif

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Oktober 2019 07:48 7:48 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Oktober 2019 07:48
Bagikan
Presiden China Xi Jinping
Bagikan

Hidayatullah.com | Pengaruh China yang semakin berkembang di panggung dunia belum diterjemahkan ke dalam pandangan-pandangan yang menguntungan negara itu, menurut survei oleh lembaga riset bermarkas di Washington yang berfokus pada masalah sosial dan tren demografis, dirilis untuk menandai peringatan 70 tahun pendiriannya.

Opini tentang China di seluruh Eropa Barat, Amerika Utara dan wilayah Asia-Pasifik sebagian besar negatif, Pew Research Center mengatakan dalam survei Global Attitude terbarunya, dirilis pada Selasa, yang mensurvei hampir 35.000 orang di 32 negara tentang bagaimana mereka memandang negara itu dari 13 Mei hingga 29 Agustus tahun ini.

Di Eropa Barat, selain dari Yunani, negara-negara memandang China tidak baik, dengan pluralitas atau mayoritas berkisar dari 53 persen di Spanyol hingga 70 persen di Swedia, sementara jumlah orang yang menilai China secara positif menurun sejak tahun lalu sebesar dua digit di hampir setengah dari negara yang disurvei di wilayah tersebut.

Menurut survei Pew, 60 persen orang Amerika dan 67 persen orang Kanada memandang China sebagai hal yang tidak baik — opini tidak suka tertinggi tentang China untuk kedua negara dalam sejarah pemungutan suara lembaga itu dan menandai perubahan tahun-ke-tahun terbesar di kedua negara — yang dikaitkan dengan bagian dari ketegangan perdagangan, serta pelanggaran hak asasi manusia.

China juga dipandang negatif di antara sebagian besar tetangganya di kawasan Asia-Pasifik, dengan 85 persen orang Jepang mengatakan mereka memiliki pendapat yang tidak baik tentang negara itu. Lebih dari separuh warga Korea Selatan, Australia, dan Filipina memiliki pendapat serupa tentang China. Semua negara ini memiliki perselisihan perdagangan, wilayah, atau pengaruh politik dengan China.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pew mengatakan bahwa pendapat tentang China jatuh di seluruh wilayah Asia-Pasifik selama periode pemungutan suara dan sekarang melayang di atau dekat posisi terendah dalam sejarah di setiap negara yang disurvei — khususnya di Indonesia, di mana pendapat turun sebesar 17 poin persentase dari tahun sebelumnya di tengah kekhawatiran atas perlakuan China terhadap etnis minoritas Muslim di Daerah Otonomi Uighur Xinjiang (XUAR).

Rusia memiliki pandangan paling positif tentang China di semua negara yang disurvei Pew, dengan 71 persen mendukung, sementara mayoritas Ukraina — 57 persen — juga merasa positif tentang negara itu.

Lebih banyak populasi di masing-masing negara Timur Tengah, Amerika Latin dan Afrika sub-Sahara yang disurvei Pew memiliki pandangan yang baik tentang China, dari yang terendah 46 persen di Afrika Selatan hingga yang tertinggi 70 persen di Nigeria.

Menurut Pew, orang yang lebih muda memiliki pandangan yang lebih positif tentang China di sebagian besar negara yang disurvei, dengan orang dewasa berusia 18-29 tahun mengungkapkan pendapat yang lebih baik daripada mereka yang berusia 50 dan lebih tua di 20 negara.

Survei Global Attitudes 2019 Pew mengikuti satu tahun terakhir dari 25 negara yang menemukan bahwa hampir di semua negara itu, mayoritas mengatakan peran China di dunia telah meningkat selama satu dekade terakhir.

Pesan Terpisah

China menyelenggarakan parade militer besar-besaran di Beijing pada Selasa untuk merayakan peringatan 70 tahun kekuasaan Komunis, mengeluarkan sejumlah besar persenjataan untuk ditampilkan, termasuk rudal balistik antar benua yang mampu mengangkut hulu ledak nuklir.

Setelah meninjau parade itu, Presiden Xi Jinping memperingatkan dalam pidatonya bahwa “tidak ada kekuatan yang dapat mengguncang status negara besar ini, tidak ada kekuatan yang dapat menghentikan rakyat Tiongkok dan bangsa Tiongkok terus maju.”

Tetapi sementara China berusaha menunjukkan kekuatannya di luar negeri, para pemimpinnya juga khawatir bahwa negara itu dianggap sebagai agresor, yang dapat memperumit hubungannya dengan negara-negara lain.

Dalam sebuah laporan pada hari Rabu, The New York Times mengutip Evan S. Medeiros, seorang profesor Universitas Georgetown yang merupakan direktur senior Asia pada Dewan Keamanan Nasional Presiden Barack Obama, yang mengatakan bahwa China mengalami kesulitan memahami bagaimana negara-negara lain melihatnya, dan kebanyakan hanya menerima umpan balik positif, alih-alih berusaha menghilangkan rasa takut yang dihasilkan prilakunya.

“China nampaknya tidak mampu, mungkin karena sistem politiknya, untuk menganut ide tentang pembatasan strategis, menerima komitmen mengingat terhadap kekuatannya sebagai sebuah jalan untuk meyakinkan negara-negara lain bahwa dengan bangkitnya China tidak akan menyakiti mereka,” katanya.

Times juga mengutip Jessica Chen Weiss, seorang profesor ilmu pemerintahan di Universitas Cornell, yang mengatakan bahwa sementara pemerintah China lebih tertarik untuk mengesankan audiensi domestik dengan menampilkan kekuatan nasional seperti itu pada hari Selasa, langkah-langkah tersebut dapat menjadi bumerang jika kekuatan asing meningkat sebagai tanggapan.

“Jadi pemerintah China sedang berupaya untuk berjalan di garis yang sangat halus, menyampaikan kekuatan di dalam negeri sembari meyakinkan audiens asing bahwa pertumbuhan China mungkin tidak menimbulkan ancaman,” katanya, menambahkan bahwa “agar gertakan dapat bekerja, itu membutuhkan pesan terpisah semacam ini.”*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaChinaisasikomuniskomunis ChinaPresiden ChinaTiongkokuighurXi Jinping
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Tanzania Imbau Guru dan Orangtua Pukul Anak Sebagai Hukuman
Tulisan selanjutnya Saudi Izinkan Pasangan Asing Sewa Hotel Tanpa Tunjukkan Surat Nikah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?