Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PM Hungaria akan Kerahkan Pasukan Jika Turki Membiarkan Pengungsi Membanjiri Eropa Lagi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Oktober 2019 20:20 8:20 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Oktober 2019 20:20
Bagikan
PM Hungaria Viktor Orban.
Bagikan

Hidayatullah.com—Hungaria akan “mengerahkan pasukan” di perbatasan selatan yang bersebelahan dengan Serbia untuk melindungi garis depan Uni Eropa, jika Turki mewujudkan ancamannya untuk membuka “pintu-pintu gerbang ke Eropa” bagi para pengungsi, kata Perdana Menteri Viktor Orban.

PM Hungaria itu mendirikan pagar di perbatasan negaranya dengan Serbia guna menghalangi rute migrasi dari kawasan Balkan, di mana ribuan orang berbondong-bondong dari Timur Tengah menuju Eropa di puncak krisis pengungsi tahun 2015.

Uni Eropa bergantung kepada Turki dalam meredam kedatangan pengungsi ke Eropa setelah kesepakatan tahun 2016 ditandatangani guna menutup rute menuju Eropa lewat kawasan Aegea (antara Turki dan Yunani).

Turki, yang saat ini menampung 3,6 juta pengungsi Suriah, mengancam akan “membuka pintu-pintu gerbang” guna memberikan jalan bagi para pengungsi ke Eropa apabila Uni Eropa menentang serangan militer yang dilakukannya di bagian utara Suriah.

“Pekan-pekan mendatang akan diputuskan apa yang bakal dilakukan Turki terhadap orang-orang itu,” kata Orban dalam wawancara hari Rabu malam (16/10/2019) dengan HirTV seperti dilansir Euronews. “Kemungkinannya ada dua, memulangkan mereka kembali ke Suriah atau melepaskan mereka ke Eropa,” kata Orban.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Apabila Turki memilih yang terakhir, orang-orang ini (pengungsi) akan tiba di perbatasan selatan Hungaria dalam jumlah yang sangat besar,” kata Orban, seraya menambahkan bahwa Uni Eropa harus menambah pemberian dana ke Turki untuk membangun tempat untuk orang-orang Suriah.

“Jika Turki melepaskan ratusan ribu (pengungsi) lagi, maka kami merasa perlu untuk mengerahkan pasukan guna melindungi perbatasan Hungari dan garis depan Serbia-Hungaria, dan saya tidak ingin ada pihak-pihak yang kemudian mengatakan bahwa kami seharusnya tidak melakukan hal itu,” kata Orban.

Orban sudah mengupayakan hubungan yang lebih baik dengan Turki, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan direncanakan akan melawat ke Budapest awal bulan depan.

Sejak memulai serangan ke wilayah Suriah bagian utara pada 9 Oktober guna membuat apa yang Turki sebut sebagai zona aman, pasukan pemerintah Ankara membombardir kota-kota Suriah yang dikontrol pasukan Kurdi Suriah sejak mereka mengalahkan militan ISIS alias Daesh alias IS dengan bantuan pasukan Amerika Serikat.

Wakil Presiden AS Mike Pence saat ini sedang berada di Ankara guna meyakinkan Turki agar menghentikan serangan militer terhadap pasukan Kurdi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hungariaTurkiViktor Orban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Terpidana di Luar Negeri, Ribuan Orang Dipulangkan ke Ethiopia
Tulisan selanjutnya Atasi Krisis, Tanzania Impor Puluhan Juta Kondom

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?