Hidayatullah.com—Otoritas kesehatan di Tanzania telah mengimpor 30 juta kondom guna mengatasi kelangkaan barang tersebut yang dilaporkan terjadi awal tahun ini.
Banyak orang di negara Afrika Timur itu yang khawatir dengan melonjaknya harga kondom, di tengah-tengah kekacauan distribusi kondom yang dibagikan pemerintah, lapor jurnalis BBC Swahili hari Kamis (17/10/2019).
Sejumlah rumah penginapan di kawasan bisnis di ibu kota dan pusat pariwisata, Dar es Salaam, tidak lagi memberikan alat kontrasepsi itu secara gratis.
“Sebagian toko menjual kondom dengan harga 3.000 shilling Tanzania ($1), ada yang menjual dengan harga 5.000 atau 10.000 shilling Tanzania, tergantung mereknya. Pelanggan sekarang harus menyediakan sendiri kondomnya, karena kami tidak sanggup lagi memberikannya secara cuma-cuma,” kata seorang pegawai hotel.
Asisten Menteri Kesehatan Dr. Faustine Ndugulile mengatakan sekarang kondom sudah tersedia lagi.
“kami sudah memesan 30 juta kondom. Yang berubah adalah model pendistribusiannya. Sebelumnya ada sejumlah agen yang mendistribusikan kondom, tetapi keadaan sudah berubah dan sekarang kami memiliki agen-agen baru yang diberi wewenang untuk pendistribusian,” kata Ndugulile.
“Apa yang ingin lakukan adalah memastikan model baru ini berjalan efektif dan kampanye kesadaran bisa mencapai kelompok target dan kondom tersedia,” imbuhnya.*