Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kenya Kampanye Vaksin HPV, Kelompok Katolik Menentang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Oktober 2019 19:16 7:16 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Oktober 2019 19:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kenya memulai kampanye vaksinasi HPV di seluruh negeri dengan harapan mencegah sejumlah penyakit kanker, termasuk kanker serviks. Namun kelompok Katolik menentangnya.

Kenya merupakan negara Afrika ke-16 yang melakukan kampanye vaksinasi HPV.

Vaksin tersebut akan diberikan kepada anak-anak berusia 10 tahun, dan pihak berwenang berharap dapat menjangkau 800.000 anak dalam kurun 12 bulan pertama.

Pemerintah memiliki 1,3 juta dosis vaksin, yang akan diberikan bersama dengan vaksin rutin lain melalui pusat pelayanan kesehatan umum maupun swasta serta yang dikelola kelompok keagamaan.

Presiden Uhuru Kenyatta meluncurkan kampanye itu hari Jumat (18/10/2019) di kota pesisir Mombasa, dengan seruan agar rakyat aktif melakukan pemeriksaan rutin risiko penyakit kanker.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dokter-dokter dari Gereja Katolik menentang kampanye vaksinasi itu dengan tuduhan vaksin yang dipakai dapat menimbulkan efek samping yang parah, termasuk kerusakan otak, kejang dan kelumpuhan.

Sejauh ini belum ada laporan tentang efek samping di negara-negara di mana vaksin itu sudah diberikan, lapor BBC.

Presiden Kenyatta, yang dia sendiri penganut Katolik, menjawab para pengkritik program vaksinasi itu.

“Jangan kita lupakan apa yang sains katakan tentang vaksin. Meskipun kita tidak dapat membasminya, paling tidak kita meminimalisirnya dengan melindungi anak-anak dan keluarga kita,” katanya.

Menteri Kesehatan Sicily Kariuki mengatakan dua dosis vaksin tersebut akan diberikan dengan jarak enak bulan.

Data dari Kementerian Kesehatan Kenya menunjukkan bahwa lebih dari 3.200 wanita meninggal dunia akibat kanker serviks tahun lalu. Keseluruhan ada 5.200 kasus.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HPVKenyavaksin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Europol Rilis Daftar Buronan Wanita Paling Dicari
Tulisan selanjutnya kuasa hukum farid okbah Komnas HAM: Kerusuhan Wamena Tak Terkait SARA

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?