Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sukamta nilai Oposisi dan Pemerintah Butuh Sinergi Bangun Bangsa

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 22 Oktober 2019 09:33 9:33 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 22 Oktober 2019 09:33
Bagikan
Wakil Ketua Fraksi PKS di DPR RI Sukamta di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/01/2017).
Bagikan

Hidayatullah.com– Anggota DPR RI Sukamta menyebut bahwa kekuatan politik di luar pemerintahan (oposisi) maupun yang di dalam pemerintahan membutuhkan sinergi dalam membangun bangsa.

“Saya ingin menggarisbawahi bahwa kita butuh kerja sama untuk mewujudkan cita-cita bangsa, antara kekuatan di dalam dan di luar pemerintahan,” ujar Sukamta di Jakarta kepada hidayatullah.com dalam keterangannya semalam, Senin (21/10/2019).

Menurut Sukamta, sinergi itu dibutuhkan karena dalam membangun bangsa, diperlukan kerja cerdas, bukan hanya semangat kerja.

“Perlu adanya dialektika dengan pemikiran-pemikiran di luar pemerintahan agar kebijakan yang diambil adalah kebijakan yang cerdas,” ujar Wakil Ketua Fraksi PKS Bidang Polhukam ini.

Baca: Menteri Kabinet Jokowi Harus Berkompeten

Di sisi lain, Sukamta menyoroti kinerja Presiden Joko Widodo pada periode awal lima tahun lalu, 2014-2019. Doktor lulusan Manchester ini menyoroti persoalan pemerintah yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sementara pembangunan manusia, lanjutnya, meskipun sudah dibuat kementerian khusus pembangunan manusia sejak awal periode 2014, roadmap (peta jalan) pembangunan manusianya baru disusun pada tahun ke-4 pemerintahan yaitu tahun 2018, menjelang akhir periode.

Baca: FPKS Siap Awasi Program Jokowi-Ma’ruf Secara Kritis dan Konstruktif

Program pembangunan manusia sudah ada sebelumnya dan tersebar ke dalam berbagai sektor, namun hingga saat itu belum ada peta jalan yang menaungi semua program tadi.

Ini indikasi seolah pemerintah lebih mementingkan aspek manusia daripada infrastruktur. Logika berpikir seperti ini, masih kata Sukamta, berpotensi menimbulkan berbagai masalah pelik yang sistematis, khususnya soal pendanaan.

“Menurut hemat saya,” lanjutnya, “pemerintah harusnya memprioritaskan pembangunan manusia terlebih dahulu, kemudian barulah pada periode kedua fokus pada pembangunan yang lain termasuk infrastruktur.”

Baca: Pakar: Jangan Sampai Kabinet Jokowi Hasil ‘Bagi-bagi Kue’ 

Oleh karena itu, menurut Sukamta, dengan adanya sinergi tersebut, ia berharap akan lahir manusia-manusia yang tangguh dan sejahtera, yang akan mampu membangun dan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada, seperti infrastruktur, secara baik dan produktif.

“Semoga kerja sama kita sebagai kekuatan penyeimbang yang konstruktif terhadap pemerintah membuahkan hasil berupa kemajuan dan keberadaban bangsa serta kesejahteraan rakyatnya,” ujarnya, seraya mengucapkan “Selamat bekerja menunaikan janji-janji, Pak Jokowi dan Kyai Ma’ruf Amin.”

Diketahui, sejauh ini PKS tetap bersikukuh sebagai partai oposisi meskipun sejumlah partai yang pernah berkoalisi dengan PKS pada Pemilu 2019 lalu kini terlihat sudah merapat ke pemerintahan Jokowi.

Bahkan, Fraksi PKS di DPR RI siap mengawasi program Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam lima tahun ke depan secara kritis dan konstruktif.

Dalam mengawasi jalannya pemerintahan, FPKS secara faktual akan mengambil jarak kritis dengan Pemerintah sebagai konsekuensi berdemokrasi.

Baca: Presiden Jokowi-Wapres Ma’ruf Diminta Komitmen Tunaikan Janji

Namun demikian, Ketua FPKS Jazuli Juwaini meyakinkan bahwa itu semua didasarkan atas argumentasi dan data-data yang memadai.

“Kita akan mengkoreksi yang salah, mendukung yang baik. Menghindari sikap yang menganggap semua salah dan semua benar. Selama lima tahun kemarin Fraksi PKS punya banyak catatan kritis-konstruktif terhadap kepemimpinan dan kebijakan Pemerintahan Jokowi-JK, mudah-mudahan ada perbaikan ke depan,” ujar legislator asal Banten ini dalam siaran persnya di Jakarta, Ahad (20/10/2019) diterima hidayatullah.com.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:infrastrukturJoko widodoJokowiJokowi-Ma'rufoposisiPKSSukamta
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gubernur Sumut Dorong Para Pihak Bantu Anak Pengungsi Wamena Sekolah
Tulisan selanjutnya Lima Wanita Mualaf Divonis Penjara karena Berupaya Membom Notre-Dame

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?