Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Auditor LPPOM – MUI yang Pernah Bermimpi punya Rumah”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Februari 2014 10:26 10:26 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Februari 2014 10:20
Bagikan
Ainul Yaqin (menggunakan batik) saat mengunjungi korban musibah Gunung Kelud
Bagikan

RUMAH di Jalan Dharmahusada Indah Surabaya no 5 itu nampak sepi. Sesaat kemudian seorang pria ramah  membukakan pintu pagar dan mempersilakan Suara Hidayatullah masuk ruang kerjanya.   “Maaf, sepi karena karyawan lainnya sudah pulang,” ujar pria itu.

Pria itu bernama Ainul Yaqin (45), koordinator Tim Auditor Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika (LPPOM)- MUI Propinsi Jawa Timur.  Sedangkan rumah itu adalah kantor MUI Jawa Timur.

Jangan membayangkan sebuah kantor lembaga auditor yang megah dan mentereng. LP POM hanya menempati salah satu ruangan dari rumah pinjaman dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu.

Ruangan itu berukuran 4 x 6 meter persegi dilengkapi lima meja kerja, 3 unit komputer pc, 1 telepon/faks, dan 1 kulkas mini dan 3 rak buku yang berisi dokumen-dokumen penting perusahaan yang mengajukan sertivikasi halal.

Tapi jangan keliru, meski kondisi ruang kantornya tak layak disebut sebuah kantor lembaga auditor, di tempat inilah keputusan-keputusan penting sertifikasi halal di seluruh Jawa Timur dikeluarkan.  Dari kantor sederhana inilah jutaan Muslim merasakan manfaatnya.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Ainul mengaku, jika pekerjaanya banyak, ia terpaksa harus menginap di kantor itu, untuk memeriksa dokumen-dokumen penting. Lagi pula, menurutnya, jika pulang ke rumah, akan butuh waktu terlalu lama yang hanya akan menambah biaya.  Harap maklum, tempat kerja Ainul berada di Kota Surabaya, sedang  tinggalnya masih di rumah mertua yang lokasinya berada di sebuah desa kecil di Kabupaten Gresik, berjarak lebih dari 4o Kilometer.

Karenanya, untuk menghemat waktu dan biaya, biasanya, ia hanya akan pulang pada  Sabtu malam dan kembali pada Senin dengan menggunakan motor kesayangannya, Honda Supra X-125. “Lumayan, bisa mengirit biaya, “ akunya.

Aktivitas bolak-balik seperti ini sudah dilakoninya lebih dari 19 tahun, semenjak ia bergabung di LPPOM tahun 1995.

Pas-pasan

Meski pekerjaanya auditor, Ainul dan semua staf LPPOM, tidak digaji layaknya seorang auditor sungguhan. Gaji bulanannya bahkan lebih rendah dari buruh pabrik. Bersama 5 karyawan tetap lain, ia hanya memperoleh gaji Rp. 900.000/perbulannya .

Ainul bertutur, tahun 1994, sesaat setelah lulus dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, ia bekerja  di sebuah apotik di Madura. Saat itu ia digaji Rp 1 juta perbulan.

Lima tahun bekerja di apotik, seorang guru besar fakultas farmasi, yang juga dosennya di saat masih kuliah, mengajaknya bergabung di LPPOM-MUI Jawa Timur. Ainul, yang sejak mahasiswa dikenal sangat aktiv di organisasi kegiatan Islam, tiba-tiba muncul kembali idealismenya. Ia akhirnya meninggalkan pekerjaannya dan memperkuat lembaga penelitian makanan yang kedudukannya di bawah Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

Profesional

Meski gajinya pas-pasan, Ainul mangaku tak mau dianggap bekerja secara asal. Ia, bersama tim auditor LPPOM lainnya bahkan bekerja sangat professional seperti auditor dan lembaga peneliti lain. Ia mengaku bekerja dengan sungguh-sungguh, siapapun klien nya.

Sebagai auditor, ia mengaku berkali-kali mendapatkan “amplop”. Namun uang seperti itu  ia dikembalikan lagi ke perusahaan bersangkutan.  Menurut Ainul, untuk proses  sertifikasi, LPPOM hanya menarik uang pendaftaran sebesar Rp. 100 ribu dan biaya transport ke perusahaan yang meminfa sertifikasi. Selain itu, tak ada biaya lagi. Uang pendaftaran sertifikasi itulah yang kemudian dikelola untuk kebutuhan kantor di LPPOM meliputi bayar tagihan litrik, telepon dan gaji karyawan. Ainul heran, meski kondisinya seperti ini, masih saja ada tuduhan LPPOM-MUI melakukan korupsi. “Begini saja kami masih dituduh korupsi,” ujarnya.

Didirikan sejak Januari 1989, kini LPPOM Jawa Timur memiliki 5 staf resmi, 30 orang auditor (17-nya adalah volunteer) meliputi 4 orang guru besar (Unair, ITS dan Unibraw-Malang) , 7 orang doktor ahli, 15 orang berpendidikan S2, 4 orang berpendidikan S1 dengan berbagai latar belakang dan disiplin ilmu.

Tiap bulan LP POM rata-rata mengeluarkan sertivikasi halal  untuk 10-15 perusahaan. Menurut Ainul, sertifikasi dikeluarkan setelah melalui mekanisma proses. Di antaranya, telah melalui survey dari tim auditor hingga melalui sidang komisi fatwa yang melibatkan para ulama ahli hukum Islam.   Proses yang tidak sederhana inilah yang terkadang membuat pemohon sertifikasi menjadi tidak sabar.  “Karena itulah, kadang dikesankan mengajukan sertifikasi itu lama dan berbelit-belit. Mereka tak paham bahwa ini menyangkut masalah halal yang hubungannya dengan jutaan umat,” ujar Ainul.

Begitu bangganya ia bekerja di tempat ini, Ainul tak bisa menceritakan dengan kata-kata dan angka. “Ini menyangkut ruhani. Ada kenikmatan tersendiri bekerja di sebuah lembaga perjuangan, “ begitu akunya.

Gara-gara itu pulalah, sampai ia lupa berfikir memiliki rumah. Pernah suatu ketika istri tercintanya, Enik Jam’iyah (35) menanyakan kapan ia bisa memiliki rumah. Ainul hanya menjawab dengan tersenyum.  “Ya, yang penting kita tidak tidur di jalanan. He..he..he..” *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:sertifikasi halal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inilah Bahayanya Jika Sertifikasi Halal Tidak Dimonopoli
Tulisan selanjutnya Jurnalis Indonesia tuntut Mesir Bebaskan Wartawan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?