Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Negara Termiskin Dunia Hadapi Masalah Obesitas Sekaligus Kurang Gizi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Desember 2019 23:05 11:05 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Desember 2019 23:05
Bagikan
Orang kelaparan di Sudan.
Bagikan

Hidayatullah.com–Sepertiga negara termiskin dunia menghadapi masalah tingginya angka obesitas sekaligus kekurangan gizi, menurut laporan yang dipublikan di dalam journal The Lancet.

Masalah itu diakibatkan akses global terhadap ultra-processed food (makanan yang terlalu banyak diproses atau diolah sehingga sangat berbeda dari bahan aslinya), dan kurang berolahraga atau gerak badan.

Penyusun laporan itu mendesak dilakukannya perubahan pada “sistem makanan modern” yang dipercaya sebagai penyebabnya.

Negara-negara di kawasan sub-Sahara Afrika dan di Asia yang paling banyak terdampak.

Laporan itu memperkirakan hampir 2,3 miliar anak dan dewasa di planet Bumi mengalami kelebihan berat badan, dan lebih dari 150 jutsa anak menderita stunting (terhambat pertumbuhan badannya).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Banyak negara berpendapatan rendah dan menengah menghadapi kedua masalah itu sekaligus, yang dikenal dengan istilah double-burden malnutrition (malnutrisi beban ganda). Ini artinya 20% penduduk kelebihan berat badan, 30% anak-anak di bawah usia 4 tahun tidak tumbuh normal fisiknya, dan 20% perempuan diklasifikasikan kurus.

Masyarakat maupun keluarga dapat mengalami kedua masalah malnutrisi itu sekaligus, demikian pula orang sebagai individu pada suatu masa berbeda dalam hidupnya, tulis laporan tersebut.

Lebih lanjut laporan itu mengatakan 45 dari 123 negara mengalami masalah tersebut pada era 1990-an, dan 48 dari 126 negara mengalaminya di era 2010-an.

Pada masa 2010-an, sebanyak 14 negara dengan pendapatan terendah di dunia mengalami masalah beban ganda itu sejak 1990-an.

Cara orang makan, minum dan bergerak telah berubah. Bertambahnya jumlah supermarket, kemudahan akses terhadap makanan yang tidak bergizi, serta berkurangnya aktivitas fisik, menyebabkan banyak orang di dunia saat ini kelebihan berat badan.

Perubahan-perubahan itu dialami negara berpenghasilan rendah, menengah serta tinggi.

Meskipun di banyak negara anak-anak penderita stunting berkurang, mengkonsumsi ultra-processed food di usia dini dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan fisik anak.

“Kita menghadapi realitas nutrisi baru,” kata ketua tim penyusun laporan itu Dr. Francesco Branca, direktur departemen nutrisi untuk kesehatan dan pertumbuhan di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seperti dilansir BBC Ahad (15/12/2019).

“Kita tidak lagi dapat menyebut negara berpendapatan rendah kekurangan gizi, atau negara berpendaptan tinggi hanya menghadapi masalah obesitas,” kata Branca, yang mendesak dilakukannya perubahan sistem pangan dunia mulai dari produksi, pengolahan, hingga perdagangan dan distribusi, penetapan harga, pemasaran dan pelabelan, serta dari konsumsi sampai menjadi sampah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:malnutrisiobesitas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mencuci Uang Istri Wapres Zimbabwe Ditangkap
Tulisan selanjutnya NZ Impor Kulit Manusia untuk Korban Letusan Gunung White Island

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?