Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Negara-negara Muslim Pertimbangkan Dinar untuk Menggeser Dominasi Dolar AS

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 26 Desember 2019 08:17 8:17 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 22 Desember 2019 08:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Iran, Malaysia, Turki dan Qatar mempertimbangkan akan saling berdagang menggunakan emas dan melalui sistem barter sebagai perlindungan nilai jika menghadapi sanksi ekonomi terhadap mereka di masa depan, Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengatakan pada Sabtu seperti yang dikutip Middle East Monitor (MEMO) pada Ahad 22 Desember 2019.

Di penutup konferensi tingkat tinggi Islam di Malaysia, Mahathir memuji Iran dan Qatar karena dapat bertahan dari embargo ekonomi dan mengatakan betapa pentingnya bagi dunia Islam untuk mandiri dalam menghadapi ancaman-ancaman di masa depan.

Mahathir mengatakan: “Dengan dunia menyaksikan negara-negara membuat keputusan sepihak semacam itu, Malaysia dan negara lain harus selalu mengingat bahwa hal itu juga dapat terjadi pada kita semua”.

Negara-negara Arab sekutu Amerika Serikat (AS) seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Qatar sekitar dua setengah tahun lalu, menuduh negara itu mendukung terorisme, tuduhan yang disangkal Doha. Sementara itu, Iran telah berada di bawah sanksi AS sejak tahun lalu.

“Saya menyarankan agar kita mengunjungi kembali gagasan perdagangan menggunakan dinar emas dan barter diantara kita,” kata Mahathir, merujuk pada koin emas abad pertengahan Islam.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami dengan serius memandang ini dan kami berharap kami dapat menemukan mekanisme untuk menerapkannya,” lanjutnya.

Para pemimpin itu sepakat mereka perlu lebih banyak melakukan kerja sama diantara mereka dan perdagangan dengan mata uang masing-masing dari mereka.

Konferensi tingkat tinggi itu, yang dikecam Arab Saudi, dikritik karena melemahkan Organisasi Kerjasama Islam (OKI), yang mewakili 57 negara mayoritas Muslim. Malaysia mengatakan semua anggota OIC telah diundang ke KTT Kuala Lumpur tetapi hanya sekitar 20 yang hadir.

Pada hari keempat dan terakhir KTT, tidak ada pernyataan bersama yang dikeluarkan. Konferensi diperkirakan membahas masalah-masalah besar yang mempengaruhi umat Islam, termasuk Palestina, Kashmir dan nasib Muslim Rohingya di Myanmar dan kamp-kamp penahanan Muslim Uighur China di wilayah barat Xinjiang.

Tanpa menyebut negara, Mahathir mengatakan ada kekhawatiran bahwa umat Islam di negara non-Muslim dipaksa untuk melakukan asimilasi.

“Kami mendukung integrasi tetapi asimilasi sampai taraf penumpasan agama kami tidak dapat diterima,” katanya.

Pada konferensi pers, dia mengatakan para partisipan KTT telah diberitahu bahwa etnis Uighur sedang ditahan di China.

“Kami harus mendengar negara, kami harus mendengar orang-orang yang mengeluh, maka hanya dengan itu akan adil.” *

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:DinariranMalaysiamata uangNegara MuslimperdaganganQatarTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BNPT kepada WNI di Pakistan: Radikalisme Musuh Bangsa
Tulisan selanjutnya Kekerasan Uighur dan Imbauan Boikot Produk China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?