Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Gunung Taal Meletus, 6.000 Orang Dievakuasi, KBRI: Tak Ada WNI Jadi Korban

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 13 Januari 2020 13:28 1:28 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 13 Januari 2020 13:28
Bagikan
Gunung Api Taal di Batangas, Filipina, erupsi pada Ahad (12/01/2020).
Bagikan

Hidayatullah.com– Gunung Api Taal yang meletus dan mengeluarkan material vulkanik berupa uap, abu dan batuan kecil setinggi hingga 1 kilometer di Batangas, Filipina, Ahad (12/01/2019), mengakibatkan sebanyak 6.000 warga setempat dievakuasi.

Sementara itu hingga Senin (13/01/2020) belum ada laporan warga negara Indonesia (WNI) yang jadi korban bencana gunung meletus tersebut.

“Berdasarkan laporan sementara, belum ada laporan mengenai abu vulkanik yang mencapai wilayah Indonesia dari wilayah perbatasan terdekat Filipina, Sangihe di Sulawesi Utara,” Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB RI, Agus Wibowo melaporkan dalam keterangan panjang resminya di Jakarta, Senin siang pukul 12.08 WIB pantauan hidayatullah.com.

BNPB RI melaporkan, otoritas setempat telah mengeluarkan peringatan dini agar warga dan turis segera mengevakuasi diri dari tiga wilayah yang paling dekat dengan kawah yakni, Tagaytay, Batangas, dan Cavite.

Pihak Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) telah menetapkan status bahaya level 4 sejak Ahad (12/01/2020), yang berarti erupsi gunungapi Taal masih dapat berlangsung beberapa jam kemudian bahkan hingga berhari-hari.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Phivolcs juga merekam adanya gempa bumi yang dirasakan hingga mengeluarkan suara gemuruh di sekitar kaldera dan sejumlah desa di Agoncillo, Batangas.

Menurut keterangan resmi dari Phivolcs kepada media, muntahan material vulkanik menutupi wilayah Barat Daya. Hingga saat ini belum ada laporan terkait jatuhnya korban di wilayah terdampak.

Pemerintah setempat mengimbau warga agar selalu mengenakan masker mengingat abu vulkanik yang dikeluarkan akibat erupsi tersebut sangat pekat.

Menurut Juru bicara kepresidenan Salvador Panelo, Presiden Rodrigo Duterte telah meminta agar warga segera dievakuasi. Pemerintah pusat memberi jaminan bersama pemerintah daerah untuk memastikan keselamatan warga menjadi yang utama.

“Sejak Minggu (12/1) pukul 05.30 sore waktu setempat, sekitar 6.000 penduduk telah dievakuasi menggunakan perahu motor dan ambulance kapal, dari pulau gunungapi ke wilayah Nicolas, Talisay, Agoncillo, dan Laurel hingga hari ini,” kata Alex Masiglat juru bicara otoritas bencana alam Batangas masih dilaporkan BNPB RI.

Kemudian menurut Badan Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Alam Filipina melaporkan bahwa 6.000 penduduk tersebut telah dievakuasi ke Batangas, dan paling banyak berasal dari San Nicolas, Balete, dan Talisay.

Pemerintah daerah setempat juga sudah mengevakuasi penduduk ke tepi danau di Batangas dan Tagaytay, Provinsi Cavite, yang merupakan wilayah dengan spot pemandangan Gunungapi Taal terbaik.

Sekretaris otoritas Pariwisata, Bernadette Romullo-Puyat telah meminta para wisatawan meninggalkan lokasi Tagaytay-Batangas-Cavite untuk alasan keamanan. Wisatawan lokal mengamankan diri dengan memakai payung sebagaimana abu vulkanik yang terus turun akibat erupsi.

“Langit menjadi merah kecoklatan dan kita bisa mendengar butiran debu bercampur kerikil jatuh di atas atap,” ujar Lawrence Ramos, warga Dasmarinas City, Provinsi Cavite yang berjarak sekitar 30 kilometer dari gunungapi.

Debu vulkanik tersebut juga menyelimuti Silang dan Amadeo di Cavite dan Calamba, Santa Rosa dan San Pedro City di Provinsi Laguna. Sejumlah sekolah di regional Calabarzon, Luson Tengah, dan Metro Manila diliburkan demi alasan keselamatan.

Seluruh penerbangan yang melalui Gunungapi Taal dibatalkan karena muntahan abu vulkanik dapat membahayakan pesawat. Otoritas Bandara Internasional Ninoy Aquino di Manila memberitahukan kepada maskapai agar membatalkan penerbangan demi alasan keamanan dan keselamatan.

Oleh karena itu, para calon penumpang pesawat diminta agar menghubungi pihak maskapai untuk koordinasi lebih lanjut hingga imbauan larangan penerbangan dicabut.

Untuk diketahui, Taal merupakan gunung berapi paling aktif kedua di Filipina dengan 34 letusan yang tercatat dan terakhir terjadi pada tahun 1977 dan tidak menyebabkan korban atau kerusakan.

Adapun dua dari letusan paling merusak dari erupsi Taal terjadi pada tahun 1911, menewaskan 1.335 orang, dan pada tahun 1965, menewaskan sekitar 200 di desa-desa terdekat.

Juru Bicara KBRI Manila, Agus Buana mengatakan, belum ada WNI yang dilaporkan mengalami luka ataupun meninggal akibat bencana alam itu. Walau begitu, otoritas RI di Manila akan membantu proses WNI yang berniat kembali ke Jakarta.

“Karena sejumlah penerbangan dibatalkan oleh maskapai penerbangan,” ujarnya kepada media, Senin (13/01/2020) kutip INI-Net di Jakarta.

Agus mempersilakan WNI untuk menempati penginapan di KBRI selama menunggu jadwal pemberangkatan hari berikutnya. Pihaknya pun berkoordinasi terkait kemungkinan persiapan evakuasi pada Senin ini.

“Ada sekitar 50 mahasiswa Indonesia (di Manila),” ujarnya.

Agus menyebut, ada kurang lebih 50 mahasiswa S1 Indonesia di Advent University of Philippines, 120 mahasiswa S2 dan S3 Indonesia di AIAAS, beserta keluarga mereka. “Kedua tempat (perguruan tinggi) ini hanya berjarak 14 km dari pusat letusan.”

KBRI pun mengimbau agar seluruh WNI di Filipina mematuhi peringatan bencana yang disampaikan oleh pemerintah setempat, mengingat letusan gunung api Taal berkategori 4, yang menyebabkan debu tebal dan pekat dengan tremor vulkanik.

BNPB RI menjelaskan, Gunung Api Taal termasuk dalam jenis stratovolcano dan menjadi salah satu gunung api terkecil di dunia. Gunung api itu merupakan salah satu dari sekitar dua lusin gunung berapi aktif di Filipina, yang terletak di “Cincin Api,” sebuah wilayah seismik aktif di bumi yang rentan terhadap gempa bumi dan letusan gunung berapi.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Agus WibowoBatangasBNPB RIerupsi Gunung TaalfilipinaGunung TaalKBRI Manila
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bantuan 250 Paket Pendidikan untuk Dhuafa di Yogyakarta
Tulisan selanjutnya Antara Berani dan Tawakal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

TikTok Laporkan Penonaktifan 1,7 Juta Akun Anak ke Komdigi

Berita
9 Juli 2026 13:00
Rusia Kirim Kembali Pekerjanya ke Pembangkit Nuklir Bushehr Iran
BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
  • Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
  • Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
  • Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?