Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

WikiLeaks Ungkap Opini Bin Zayed terhadap Keluarga Penguasa Saudi

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 14 Januari 2020 12:56 12:56 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 14 Januari 2020 13:30
Bagikan
Putra Mahkota Mohammed bin Zayed Al-Nahyan dan Wakil Panglima Tertinggi Pasukan UEA menyambut Muqtada Al-Sadr di UAE
Bagikan

Hidayatullah.com – Sebuah telegram yang baru dipublikasikan oleh situs WikiLeaks, sebuah situs internasional non-profit yang secara khusus menerbitkan dokumen-dokumen rahasia, mengungkapkan kekhawatiran putra mahkota Abu Dhabi, Mohammed Bin Zayed, terhadap keluarga penguasa di Arab Saudi lapor Middle East Monitor (Memo) pada Senin 13 Januari 2020.

Telegram itu, juga dipublikasikan oleh The New York Times, menyiarkan dalam sebuah laporan panjang bahwa Bin Zayed telah menginformasikan Dubes AS, James Jeffrey, bahwa dia khawatir Wahabisme di Arab Saudi dan ingin memberantasnya.

The New York Times melaporkan bahwa Bin Zayed: “menganggap keluarga kerajaan pada masa pemerintahan Raja Abdullah Bin Abdulaziz Al Saud tidak berdaya; namun, dia khawatir alternatifnya adalah negara Wahabi dan otoriter yang mirip dengan ISIS.” Dia lebih jauh mengatakan: “Siapapun yang menggantikan Al Saud akan menjadi mimpi buruk.”

Telegram itu mengungkapkan bahwa Bin Zayed kemudian memusatkan kepada putra mahkota saat ini, Mohammed Bin Salman: “Yang tidak sabar untuk memperkenalkan reformasi untuk mengurangi keterikatan Arab Saudi kepada Islam radikal, dan memasarkan visinya ke pemerintahan Presiden AS Donald Trump.”

Dalam laporan panjang yang sama, berjudul Visi Gelap Masa Depan Timur Tengah Mohammed Bin Zayed, penulis Robert F. Worth menggabungkan wawancara, profiling, dan analisan putra mahkota Abu Dhabi itu – pemimpin de facto Uni Emirat Arab (UAE).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

The New York Times melaporkan bahwa Bin Zayed: “Menggunakan sumber dayanya yang sangat besar ke dalam konter-revolusi, dan bertindak keras Ikhwanul Muslimin dan membangun negara berbasis keamanan super mutakhir, di mana semua orang diawasi untuk mencari kecenderungan Islam.”

Harian tersebut menunjuk bahwa kedatangan presiden Mesir, Mohamed Morsi, adalah kesuksesan besar pertama kampanye Bin Zayed, dengan menambahkan: “Tampaknya dia sangat percaya diri dengan apa yang bisa dilakukan tanpa dibatasi Amerika, dan segera mengalihkan perhatiannya ke Libya, di mana dia mulai menyediakan dukungan militer kepada mantan jenderal, Khalifa Haftar, seorang tirani yang berbagi perasaan dengan Bin Zayed terkait kelompok Islamis.”

Penulis, mengutip seorang diplomat AS, menekankan bahwa blokade yang diberlakukan kepada Qatar sejak Juni 2017 telah menjadi “masalah balas dendam pribadi” untuk Bin Zayed.

Perlu juga dicatat bahwa pada tahun 2009 Bin Zayed membuat keputusan yang akan sangat meningkatkan kemampuannya untuk memproyeksikan kekuatan di luar perbatasan UAE, ketika dia meminta Mike Hindmarsh, mantan komandan resimen Special Air Service (SAS) Australia, untuk membantunya mengatur kembali tentara Emirat, pada akhirnya menunjuk dia untuk memimpinnya.

Dia mengindikasikan bahwa tidak dapat dibayangkan untuk menunjuk pejabat non-Arab di posisi militer setinggi itu di negara lain di Timur Tengah.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abu Dhabiarab saudiASISISMohammed Bin ZayedUAEWikiLeaks
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Uttar Pradesh Mulai Berlakukan UU Kewarganegaraan yang ‘Anti-Muslim”
Tulisan selanjutnya Iran Memperoleh Banyak Hal dari Pembunuhan Qassem Soleimani

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?